
Saya menemukan Flyer di FB yang narasinya
lebih pada propaganda daripada sajian data ilmiah. Di Flyer tersebut menganggap
Iran jauh lebih jahat dari Israel. Kok bisa. Apakah tukang share tersebut tidak
pernah membaca buku atau paling tidak menelusuri data kedua negara tersebut
melalui artikel akurat yang tersedia di internet.
Istilah penjajah jika dipersempit terjadi
setelah ada peristiwa revolusi industri di Inggris tahun 1760-an. Setelah ada
penemuan besar-besar di bidang industri dan ada teori - dari seorang ilmuwan bernama
Galileo bahwa bumi itu bulat - perlu membuat suatu penelitian langsung untuk
membuktikan kebenaran ini. Pembuktian ini yang kemudian bangsa barat
berkeliling dunia dan kemudian hari melahirkan imperialisme dan kolonialisme.
Ketika berbicara Iran dan Israel dalam
kontek sebagai penjajah. Maka pokok pembahasan harus dipersempit, yaitu Israel
sebagai negara Israel, bukan nama Rumawi (Rum) dan bukan Persia (Iran) pada
masa Nabi Muhammad SAW. Pembahasan perlu dipersempit pada pendirian negara Israel
pada 14 Mei 1948 dan penamaan negara Iran pada tahun 1935 oleh Reza Shah Pahlavi.
Jika ingin diperluas lagi maka perlu juga
dibahas negara Irak dan Arab Saudi. Supaya beritanya berimbang. Pembahasan Irak
dipersempit pembahasan cukup ketika sudah menjadi Negara Republik yaitu tahun 1958.
Pembahasan Arab Saudi juga cukup dimulai
tanggal berdirinya kerajaan pada tanggal 23 September 1932 oleh Raja Abdulaziz bin
Abdul Rahman Al-Saud. Tidak perlu melebar kemana-mana yang tidak jelas “jluntrungnya”.
Apa aliran negara-negara tersebut. Irak dan
Arab Saudi Sunni. Namun setelah ada gerakan pemurnian tauhid oleh Muhammad bin
Abdul Wahab pada abad ke-18 di Najd, jenis Sunni ini sering disebut Wahabi. Menisbatkan
nama belakang dari pendiri tersebut. Dasar hukum ada dua: Al-Qur’an dan As-sunnah. Sedangkan
Irak Sunni seperti pada masa Arab Saudi sebelum ada Gerakan Wahabi dengan
menggunakan dasar hukum Al-Qur’an, As-sunnah dan Ijtihad (Ijma’ Dan Qiyas).
Sedangkan Syi’ah sumber hukum nya al-Qur’an
dan as-Sunnah. Perbedaan yang mencolok antara sunni dan syiah terletak pada
konsep imamah dan penafsiran hukum lainnya, termasuk tafsir al-Qur’an dan as-Sunnah
nya.
Lahirnya syi’ah karena persoalan politik. Sejak
terpilihnya Abu Bakar, sebagian sahabat telah terbelah dukungan politiknya. Hingga kemudian, Abu Bakar memilih penggantinya Umar bin khotob dengan penunjukan langsung. Karena Sang Khalifah tidak ingin peristiwa terbelah para
sahabat nabi terulang kembali.
Persoalan politik bagi syi’ah sangat membekas. Ketika Abu Bakar terpilih menjadi khalifah hingga sampai pada Utsman bin Affan, bagian khumus (seperlima) dari ghonimah untuk rasul dan keluarganya (QS al-Anfal [8]: 41). Ketika Fatimah meminta bagian tersebut, Abu Bakar mengatakan bahwa bagian tersebut ketika nabi masih hidup. Ketika ia sudah meninggal, maka hak keluarga hilang. Hal sama jawaban Umar dan Utsman saat menjadi khalifah. Dari persoalan ini sangat jelas, akumulasi pendukung Ali bin Abi Thalib dalam persoalan politik. Puncak nya, pada saat Perang Siffin antara pasukan Ali bin Abi Thalib dan pasukan Muawiyah.
Setelah mengetahui sejarah lahir negara
tersebut, maka yang perlu ditelusuri adalah apakah di internal setiap negara
terjadi konflik. apakah juga terjadi penjajahan ke negara lain.
Baik Iran, Irak dan Arab Saudi terjadi
konflik internal. Di internal Irak terjadi konflik terpenting yang patut dicatat
pada tahun 1958 yaitu penggulingan sistem monarcki, konflik Irak-Kurdi, dan Revolusi
Irak tahun 1968 yang membawa Partai Ba’ath berkuasa dengan presiden Sadam Husein.
Di internal iran terjadi konflik yaitu
penggulingan reza shah Pahlavi yang dianggap boneka AS oleh ayatollah khomaini
sebagai tokoh sentral revolusi iran pada tahun 1979. Kedua belah pihak pun
menjadi korban.
Di internal Arab Saudi juga pernah terjadi
konflik. pemaksaan paham wahabi telah memakan korban kaum sunni dan orang-orang
syiah keluar dari Hijaz. Jika mengacu kepada buku yang ditulis oleh Hamid
Algar, ada ratusan ribu umat Islam terbunuh akibat persoalan penerapan paham
wahabi di Arab Saudi hingga tahun 1920-an. Ada buku ditulis oleh Yaroslav Trofimov
setebal 368 berjudul “Kudeta Makah,Sejarah Yang Tak Terkuak”. Pada tahun 1979
pemberontakan dilakukan oleh kelompok salafi radikal dipimpin oleh Juhaiman.
Masjid al-haram bersimbah darah. Tepat pada hari selasa, 4 Desember 1979 agen
resmi Saudi mengumumkan kepada dunia sebuah pernyataan dari Pangeran Nasyif tentang
pembersihan semua anggota dari kelompok pembelot dari basemen Masjid Al-Haram.
Dari fakta tersebut persoalan konflik
politik internal yang berujung pada pembunuhan telah terjadi di semua negara.
Apakah negara-negara tersebut di atas-Arab Saudi,
Irak Dan Iran-pernah saling menjajah Negara Islam lainnya. Konsep imperialisme dan
kolonialisme sebenarnya lebih tepat untuk bangsa barat bukan untuk
negara-negara Islam. Dan ini fakta. Hampir semua negara Islam pernah dijajah
oleh barat.
Apa penyebab terjadi Perang Irak-Iran?. Jika
ditelusuri, penyebab perang Irak-Iran bukan kesalahan dari Iran. Justru Irak
melakukan invansi ke Iran dengan tujuan agar Ideologi Syi’ah Iran tidak
berkembang. Pada perang ini, Irak mendapatkan bantuan Amerika Serikat. Dalam perang
tersebut, pasukan dan masyarakat biasa yang banyak terbunuh dari negara Iran.
Setelah Irak hancur pasca perang Irak-Kuwait,
nyaris tidak ada kekuatan politik di Timur Tengah yang menonjol selain Arab Saudi
dan Iran. Ada perbedaan pandangan ideologi agama (syi’ah dan sunni) dan
persoalan kepentingan geopolitik kedua negara tersebut ingin sebagai pemain
utama di Timur Tengah. Itu sebabnya politik panas-dingin Arab Saudi-Iran paling
sering terjadi. termasuk pada perang Israel-Iran saat sekarang ini. maka, wajar
bahwa negara-negara besar mempunyai kepentingan. AS mendekat ke Arab Saudi, dan
Rusia, Cina (bisa juga Jerman) mendekat Ke Iran.
Siapa yang dajjal di antara negara
tersebut? AS,Rusia, Cina, Jerman, apa Israel? Terserah anda pendukung siapa. Jika
anda pendukung Iran, maka muncul kata-kata dajjal berupa AS dan Israel. Jika anda
pendukung Arab Saudi, maka sebutan dajjal untuk Rusia dan Cina. Terserah anda
pilih negara mana? Yang jelas dajjal bertambah senang sebab nama nya dipakai
terus. Dajjal semakin terkenal.
Apakah negara-negara Islam seperti Arab Saudi
dan Iran dibalik penghancuran negara Palestina? Jelas tidak sama sekali. Kedua
negara tersebut-sebagaimana negara-negara muslim lain-sangat mendukung kemerdekaan
palestina dengan cara nya masing-masing. Tentu dengan cara politik
masing-masing.
Kenapa Arab Saudi lebih terkesan lunak
terhadap AS dan Israel. Saya berhusnudzan saja, bahwa pertimbangan nya untuk
kemaslahatan umat Islam seluruh dunia. bukan terletak pada sikap politik kaum
wahabi. Di Arab Saudi itu ada dua kota suci, Makah dan Madinah. Apa jadinya
ketika negara tersebut tidak aman.
Saya mungkin seperti anda yang pengetahuan
persoalan politik dan kekuasaan sangat dangkal. Saya dan anda mungkin tidak
sabar melihat pemerintah Arab Saudi dan akan ngomong “Bras-bres pateni Israel
dan AS”. Itu pikiran kita. Pemerintah Arab Saudi jauh lebih memahami
geopolitik dan untung rugi bagi negara nya dan bagi umat Islam lainnya.
Hanya saja yang tidak pantas adalah
menganggap Israel lebih mulia dari Iran itu memang parah logika berfikirnya. Apa
dasarnya? Al-Qur’an sudah jelas memberi stempel terhadap mereka. Sejarah sudah
jelas bangsa Israel telah menghancurkan masa depan Palestina. Mbok yoaauuuu
jika memang benci terhadap Iran jangan lah terlewat jauh.
Melihat segala peristiwa belajar lah
berfikir realistis, bahwa tidak semua persoalan harus “diseret-seret” pada persoalan
ideologi. Mari kita lihat pada sisi kemanusiaannya. Umat Islam telah terbukti belum
mampu mewujudkan palestina Merdeka. Kaum yahudi malah lebih dulu mempunyai
negara.
Kaum yahudi juga mempunyai beragam faksi sama seperti umat Islam. Kenapa mereka bisa bersatu dalam satu tujuan, dan kita bercerai berai dalam melihat persoalan Palestina dan Iran. Sebagian umat Islam dan para aktivis dengan tidak tanggung-tanggung merasa risih ketika menyebut Iran sebagai pejuang kemerdekaan Palestina. Seolah-olah mereka tidak membaca sejarah. Negara Iran yang perang saja tidak brisik, Kita yang tidak ikut perang melawan Israel kadang "bising nya setengah modar".
Jika umat Islam tidak bisa bersatu dalam
keberagaman sebagaimana kaum yahudi bisa bersatu dalam keberagaman, setidaknya cukup
berfikir adil saja melihat perjuangan bangsa Iran terhadap seorang diri.
Islam telah mengajarkan kepada umat nya, “Janganlah
kebencian kita kepada suatu kaum membuat kita tidak bisa berlaku adil (dalam
kerangka berfikir-pen)”
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875