Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Cara Tuhan Menciptakan Rantai Kehidupan



Jumat , 28 Juni 2024



Telah dibaca :  624

 

 

وَاِذْ قُلْنَا ادْخُلُوْا هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ رَغَدًا وَّادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَّقُوْلُوْا حِطَّةٌ نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطٰيٰكُمْۗ وَسَنَزِيْدُ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥

(Ingatlah) ketika Kami berfirman, “Masuklah ke negeri ini (Baitulmaqdis). Lalu, makanlah dengan nikmat (berbagai makanan) yang ada di sana sesukamu. Masukilah pintu gerbangnya sambil membungkuk dan katakanlah, ‘Bebaskanlah kami (dari dosa-dosa kami),’ niscaya Kami mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Kami akan menambah (karunia) kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.”

 

Ada sebuah kisah menarik dari Siprus BCal sebagai berikut:

Pada tahun 1892, di Universitas Standford seorang mahasiswa berjuang untuk membayar uang kuliah. Dia seorang yatim piatu, dan tidak tahu kemana harus mencari uang. dia punya ide. Bersama seorang teman ia memutuskan untuk mengadakan konser musik di Kampus untuk menggalang dana untuk biaya Pendidikan mereka.

Mereka mendatangi pianis hebat Ignacy J. Paderewski. Manajernya menuntut biaya $2000 untuk recital piano. Kesepakatan tercapai dan mereka mulai bekerja untuk membuat konser sukses.

Hari besar tiba. Tapi sayangnya, mereka tidak berhasil menjual tiket yang diharapkan. Total terjual hanya $1600. Kecewa, mereka pergi ke Pederewski dan menjelaskan masalah mereka. Mereka memberinya $1600 seluruhnya, ditambah cek senilai $400. Mereka berjanji ceknya bisa diuangkan secepatnya.

“Tidak,” kata Paderewski.”Saya tidak dapat menerimanya”. Dia merobek cek, mengembalikan $1600 dan memberi tahu kedua anak laki-laki itu:”Inilah $ 1600.” Silahkan dikurangi biaya apa pun yang telah kalian keluarkan. Simpan uang yang dibutuhkan untuk biaya kuliah.” Anak-anak itu terkejut, dan berterima kasih banyak kepadanya. Itu adalah tindakan kecil kebaikan. Tapi itu jelas menandai Paderewski sebagai orang hebat.

Mengapa dia harus membantu dua orang yang bahkan tidak dia kenal?..Kita semua menemukan situasi seperti ini dalam hidup. Dan kebanyak dari kita hanya berfikir” Jika saya membantu mereka, apa yang akan terjadi padaku?”. Tapi orang-orang hebat berfikir, “Jika saya tidak membantu mereka, apa yang akan terjadi pada mereka?”. Mereka tidak melakukannya mengharapkan sesuatu sebagai imbalan. Mereka melakukannya karena mereka merasa itu hal yang benar untuk dilakukan.

Pederewski kemudian menjadi perdana Menteri Polandia dan ketika perang dunia pecah, Polandia jatuh. Ada lebih dari 1,5 juta orang kelaparan di negaranya, dan tidak ada uang untuk memberi penduduk makan. Paderewski tidak tahu kemana harus meminta bantuan. Dia menghubungi kementiran terkait guna minta bantuan ke AS. Dia mdnengar ada seorang pria Bernama Herbert Hoover yang kemudian menjadi presiden AS. Hoover setuju untuk membantu dan dengan cepat mengirimkan bantuan makanan untuk memberi makan orang-orang Polandia yang kelaparan. Sebuah bencana bisa dihindari. Paderewski merasa lega.

Dia memutuskan untuk pergi ke AS untuk bertemu Hoover dan berterima kasih secara pribadi kepadanya. Ketika Paderewski mulai berterima kasih kepada Hoover atas bantuannya tersebut, Hoover dengan cepat mengatakan, “Anda seharusnya tidak berterima kasih kepada saya pak perdana Menteri. Anda mungkin tak ingat ini, tetapi beberapa tahun yang lalu, anda membantu dua mahasiswa muda saat kuliah. Aku salah satu dari mereka”.

Dalam hidup kita sering menemukan suatu keindahan cerita dan pengalaman spiritual yang menjadi bagian khasanah kehidupan. Kita sering tidak menyadari bahwa hidup adalah sebuah siklus yang akan kembali ke pangkalnya. Ketika kita berbuat baik kepada orang lain, maka kebaikan akan kembali kepada diri kita sendiri. Begitu juga sebaliknya, Ketika kita berbuat tidak baik, suatu saat ia akan menghampirinya dengan ketidakbaikan dalam wujud yang beragam.

Allah telah berfirman, “Barangsiapa yang berbuat baik meskipun sekecil atom akan mendapatkan balasan yang lebih baik. Barangsiapa yang berbuat tidak baik, maka ia pun akan mendapatkan balasan dari ketidakbaikan tersebut”.

Nabi pun mengatakan, “Barangsiapa berbuat baik, hakikatnya berbuat baik untuk dirinya sendiri”.

Kadang kita pada titik tertentu merasa “ndongkol” karena tidak dihargai hasil karyanya atau malah merasa hanya sebatas dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu yang ada kepentingan, lalu kita seolah-olah dicampakan begitu saja, sebenarnya itu adalah bagian dari episode kehidupan yang akan terus berjalan dan akan kebaikan akan kembali kepada pemiliknya.

Itu rumus Tuhan yang menciptakan. Tuhan akan membalas kebaikan kita dengan cara-cara terbaik yang mungkin kita tidak menyadari balasan tersebut. Namun setelah berjalannya waktu, kita mulai menyadari bahwa balasan-balasan kebaikan yang telah kita lakukan pada waktu tertentu yang telah diabaikan oleh orang banyak, kini Kembali dalam bentuk kenikmatan-kenikmatan begitu besar; bisa anak-anak kita sukses, keluarga sehat, pikiran tenang dan menginspirasi, keluarga sakinah mawaddah warrohmah, tidak terjerat hukum dan nama kita harum di Tengah-tengah Masyarakat. Nama baik di tengah masyarakat adalah harta yang terindah.

Ada sebuah hadist yang diceritakan oleh Abdullah ibn Umar, Kanjeng Nabi bersabda: “Dulu ada tiga pemuda terjebak dalam gua. Mereka telah berusaha sekuat tenaga untuk membuka batu yang menutup pintu gua. Namun dicoba beberapa kali tidak berhasil dibuka. Salah satu di antara mereka memberi saran: “Mungkin kita pernah berbuat baik pada masa lalu, mari kita memohon kepada Allah dengan tawasul kebaikan yang telah kita lakukan, semoga kita bisa keluar dari gua. Ketiga nya pun berdoa, berkah kebaikan yang pernah mereka lalukan, maka batu yang menutup pintu gua pun bisa digeser, dan pintu terbuka”.

Sungguh tidak akan rugi orang-orang yang telah menanam kebaikan. Meskipun manusia tidak menyebut kebaikan tersebut, tapi penduduk langit telah mencatat sebagai bagian perjalanan Sejarah keindahan hidup kita.

Seandainya ada orang mentertawakan, mengejek atau menghina, bahkan sengaja ingin menjatuhkan, kita harus melihat dari sisi positif bahwa semua itu sebenarnya pupuk kehidupan yang akan menyuburkan pohon kehidupan semakin tumbuh tinggi dengan ranting yang banyak dan daun-daun yang lebat. Saat sudah tinggi, maka orang-orang ramai berdatangan ingin berteduh di bawah nya dan mereka bisa memetik buahnya yang manis.

Teruskan bekarya dan menebar kebaikan mumpung Tuhan masih memberi fasilitas tanpa batas kepada kita. Berbahagialah, bahwa karya mu adalah untuk-Nya dan digunakan manfaat untuk peradaban manusia.

Bengkalis,28 Juni 2028

 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Saifunnajar

Saya sudah baca, sungguh menggugah

Avatar

???? Notification- You got a transfer NoIK59. GET

vwbjvi

   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13560


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876