Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana



Selasa , 24 Maret 2026



Telah dibaca :  183

Bagi sebagian umat Islam, isu Sunni dan Syi’ah harga mati. Seolah-olah penentu kebenaran dan penentu Surga dan Neraka. Kebenaran, kesalahan, Surga dan Neraka benar-benar sudah diambil alih kedua belah pihak. Kunci Surga -miftahul Jannah- adalah kalimat “ لا اله الا الله , siapa saja yang mengucapkan tersebut masuk kedalam nya, kini malah dibatasi oleh tembok ideologi yang sangat kuat dan kokoh. Kedua kelompok gontok-gontokan hingga sekarang. Para pendukungnya saling serang, saling caci dan saling tertawa ketika jadi korban perang.

Media Sosial dan media sejenisnya benar-benar mencerminkan sentiment mendarah daging kedua pendukung tersebut. Keduanya saling serang dan saling hujat.

Sebagian kaum Sunni tertawa terbahak-bahak ketika kaum Syi’ah pemimpin tertinggi Iran meninggal dunia. Mereka tertawa puas dengan membuat narasi yang sangat aneh dan lucu”: Yahudi dan Syi’ah adalah Iblis”.

Hal sama juga sebagian pendukung syi’ah. Narasinya sama, Ketika Iran menyerang serta merta pendukungnya pun berkomentar : “Musuh Allah dan kroni-kroninya modiaar !!”.

Bagi umat Islam, berbicara soal Islam Sunni dan Syi’ah adalah berbicara puncak kebenaran. Bagi kaum Yahudi, berbicara Sunni dan Syi’ah adalah bentuk konspirasi politik untuk mengadu domba umat Islam agar bisa menguasai sumber-sumber ekonomi negara-negara Arab. Terutama minyak tanah. Bagi Yahudi, perang ideologi di internal umat Islam merupakan keberkahan. Saling gontok-gontokan antara Sunni dan Syi’ah adalah keuntungan tanpa perlu mengeluarkan modal besar. Yahudi paham bahwa isu ini sebenarnya hanya “recehan” tapi mendatangkan keuntungan luarbiasa. Sebagian umat Islam tidak menyadari hal tersebut hingga saat sekarang ini. Bagi Sebagian umat Islam, perbedaan ideologi jauh lebih mengerikan daripada kehilangan suatu negara. Ironis.

Konspirasi politik dan terus menerus menyerang umat Islam sudah sejak awal perkembangan Islam sejak pada masa Nabi Muhammad SAW. Umat Islam waktu itu masih satu dalam kepemimpinannya. Itu saja sudah berani menentang kebenaran agama dan kebijakan politik pemerintah Islam.

Allah SWT telah berfirman sebagai berikut:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّجِبْرِيْلَ فَاِنَّهٗ نَزَّلَهٗ عَلٰى قَلْبِكَ بِاِذْنِ اللّٰهِ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ ۝٩٧

Artinya:

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapa yang menjadi musuh Jibril?” Padahal, dialah yang telah menurunkan (Al-Qur’an) ke dalam hatimu dengan izin Allah sebagai pembenaran terhadap apa (kitab-kitab) yang terdahulu, dan petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang beriman.”

مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ ۝٩٨

Artinya:

Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.

Ayat tersebut menunjukan bahwa status sebagian Kaum Yahudi sebenarnya sudah kafir. Mereka yang menentang kerasulan Nabi, menentang firman-firman Allah, melawan kebijakan pemerintahan Nabi Muhammad dan memanipulasi ayat-ayat Allah dalam Kitab Taurat serta menganggap diri mereka sebagai anak Tuhan sudah cukup kuat Allah menempatkan “فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ “- Allah musuh orang kafir.

Bagi Yahudi, tidak ada istilah Sunni dan Syi’ah dalam Islam. Apapun namanya, tetap menjadi musuhnya. Fokus dalam pikirannya adalah minyak tanah dan kekayaan alam. Mereka berlindung atas nama agama, meskipun sebenarnya menentang ajaran agama sendiri. Seperti kasus kelompok Kaum Yahudi menyembah Patung Anak Sapi terbuat dari Emas.

Keberanian sebagian Kaum Yahudi menjadikan Patung Anak Sapi terbuat dari Emas adalah realita rasional, bahwa orientasi agama dan politik adalah kekuasaan dan kekayaan. Mereka tahu, bahwa Nabi Musa yang menyelamatkan dari kejaran Raja Fir’aun. Tapi mereka tidak mau mengikuti pola hidup dengan kesederhanaan yang diwariskan oleh Nabi Musa dan para Nabi nenek moyang mereka. Nafsu syahwat meninginkan kekuasaan dan kekayaan yang membuat mereka secara terang-terangan menentang aturan Tuhan dan membunuh para nabi-nabi pada masa dahulu, membunuh saudara dan membunuh orang-orang yang menentangnya.

Logika sangat sederhana sekali. Jika semua dilawan -aturan Tuhan, aturan Nabi-Nabi Kaum Yahudi, dan aturan Nabi Muhammad- apalagi hanya sekelas umat Islam yang tidak mempunyai kekuatan teknologi perang. Sangat mudah sekali menghancurkan kekuatan Islam dengan isu-isu sektarian-Sunni dan Syi’ah. Dengan isu murahan ini, kekuatan Islam hancur lebur. Persis seperti buih di lautan.

Sekali lagi Yahudi tidak mengenal istilah Islam Sunni dan Syi’ah. Siapapun yang melawannya, pasti dihajar.

Presiden Moammar Khadafi-Libya Melawan AS, Inggris dan Israel dalam upaya melaksanakan kedaulatan dalam negeri, lalu AS dan sekutunya menghancurkan Libya pada tahun 2011. Presiden Sadam Husain -Irak- melawan AS. Tujuan sama yaitu mengurangi hegemoni barat di Irak. Lagi-lagi dihancurkan oleh AS dan Inggris tahun 2003.

Tahun 2026 Donald Trump, Netanyahu mempunyai pola sama yaitu mengajak sekutunya menghancurkan Iran. Yang sudah terang-terangan adalah Inggris. Ini pola lama. Perang keroyokan.

Hari ini di Timur Tengah sudah tidak ada lagi yang menentang AS. Semua telah menjadi sekutunya. Negara Irak dan Libya sudah menjadi negara lemah. Semua sudah ada dalam kendali negara AS dan Israel.

Setelah Negara-Negara Sunni sudah hancur, kini tinggal Negara Syi’ah yaitu Iran. Jika Negara Mulloh ini hancur, otomatis kekuatan Islam sudah benar-benar hancur. Jika Iran menang, maka arah politik Islam ada secercah harapan berdiri tegak bersanding dengan negara-negara barat.

Negara-negara Timur Tengah memang sangat seksi bagi Negara Barat. Di situ ada sumber minyak bumi yang sangat melimpah. Pada sisi lain ini menjadi berkah, namun pada sisi lain gara-gara minyak bumi juga terjadi pertikaian antara sesama umat Islam. Ketika sesama negara-negara Islam bertikai, maka negara barat senyum-senyum sambil memegang cerutu. Sebab bisnis senjata menjadi laris manis.

Sungguh jualan Sunni dan Syi’ah strategi cerdas Kaum Yahudi menghancurkan umat Nabi Muhammad SAW. Bisakah umat Islam melawan kaum yahudi dengan cara cerdas dengan mengikrarkan diri sama-sama sebagai “ummatan wahidah” dalam perbedaan ideologi? Wallahu a’lam.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   323

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   79

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   95

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   126

Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   233

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13547


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4544


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870