Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

352 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid



Senin , 25 Mei 2026



Telah dibaca :  264

Kesibukan saling menyalahkan dan membuka aib di sebagian kalangan Ahlu Kitab pada masa nabi adalah wujud egoisme diri yang merasa golongan mereka yang paling benar. Padahal mereka sama-sama mengerti bahwa agama para Nabi dan rasul adalah agama yang mempunyai satu rumpun yaitu sama-sama berasal dari ajaran tauhid Nabi Ibrahim AS yang sering disebut sebagai millata Ibrahima hanifa.

Pertengkaran di antara mereka bukan sebatas pertengkaran sederhana. Namun pertengkaran yang berujung pada pengrusakan dan perkelahian atau peperangan. Ketika mereka disinggung tentang ketidakbenaran ajarannya, mereka pun marah dan berani mengorbankan jiwa nya. hal yang sama juga dilakukan oleh orang-orang musyrikin di Mekah. Ketika sesembahan mereka merasa dianggap tidak benar, maka mereka pun melawannya.

Perlawanan mereka bukan karena umat Islam melakukan kekerasan fisik. Mereka melakukan perlawanan karena mengalami kekalahan logika berkaitan tentang dasar-dasar ketuhanan. Ketika ajaran Islam semakin mendapatkan pengikut dan semakin luas kekuasaannya, Mereka mulai khawatir akan eksistensinya -bukan persoalan keyakinan atau agama mereka saja, tetapi berkaitan dengan kehidupan yang lebih luas dalam bidang ekonomi dan kekuasaan. Hal ini yang sebenarnya membuat mereka marah dan berusaha merobohkan Masjid.

Allah SWT telah berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 114 sebagai berikut:

وَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنْ مَّنَعَ مَسٰجِدَ اللّٰهِ اَنْ يُّذْكَرَ فِيْهَا اسْمُهٗ وَسَعٰى فِيْ خَرَابِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ مَا كَانَ لَهُمْ اَنْ يَّدْخُلُوْهَآ اِلَّا خَاۤىِٕفِيْنَ ەۗ لَهُمْ فِى الدُّنْيَا خِزْيٌ وَّلَهُمْ فِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيْمٌ ۝١١٤

Artinya:

Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah digunakan sebagai tempat berzikir di dalamnya dan berusaha merobohkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka mendapat kehinaan di dunia dan mendapat azab yang berat di akhirat.

Ayat ini berbicara tentang kasus kaum musyrikin mekah melarang Nabi Muhammad masuk ke dalam masjid al-haram. Allah telah memfokuskan obyek persoalan, bahwa tempat ibadah seperti masjid adalah tempat untuk mendekatkan diri kepada-nya, tidak ada maksud lainnya.

Kaum musryikin tidak hanya melihat pada sisi ritual, tapi ada motif-motif ekonomi, kehormatan dan kemuliaan. Saat mereka menjadi penguasa di mekah dan mereka sebagai tokoh agama, aliran ekonomi merembes pada pundi-pundi kekayaan mereka sehingga menjadi kelompok elit yang sangat dihormati masyarakat Arab jahiliyah.

Ketika berhala-berhala hancur dan pengaruh para tokoh agama mereka mulai berkurang, salah satu yang dilakukan yaitu ingin mengembalikan kekuasaan mereka pada masa-masa sebelum datang agama Islam.

Maka ayat tersebut memperkuat tentang orientasi masjid yang diinginkan oleh Allah yaitu sebagai jalan mempertemukan Allah dengan hamba-hamba-Nya. Masjid benar-benar murni untuk mengabdi kepada-Nya, bukan mengabdi selain-Nya. Sebab dengan jalan tersebut, provokasi yang dilakukan bisa hadapi dengan keteguhan iman.

Jika persoalan tersebut dibawa pada isu-isu saat sekarang ini pada persoalan yang sudah mafhum, yaitu Masjid Al-Aqsha. Kenapa Tentara Israel sangat kejam sekali kepada umat Islam. Salah satu unsur yaitu persoalan ekonomi. Jika Masjid Aqsha dalam kekuasaannya, maka ia bisa menjadi sumber pendapatan dengan memberlakukan masjid tersebut sebagai wisata religius untuk seluruh umat Islam di seluruh penjuru dunia. Itu sebabnya, menguasai Masjid Al-Aqsha berarti menguasai Palestina, menguasai Palestina berarti menguasi sebagain ritual agama Islam. Sebab umat Islam tidak mungkin melupakan masjid aqsha dari hati nya.

Jika persoalan tersebut di bawa lebih luas lagi pada konflik iran vs as dan israel, maka akan menemukan benang merah yang sangat menggelitik yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita, yaitu: iran menginginkan mekah-masjid haram- dan Madinah-masjid Nabawi- di Kelola oleh umat Islam dunia.

Terlihat lucu, tapi nyata. Kedekatan Arab Saudi dengan AS dalam berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan dan pertahanan telah membuat Arab dalam dekapan Paman Sam. Jutaan manusia menyetor uang di sana. Beribadah dan berdzikir kepada Allah SWT.

Bagi umat Islam tidak ada persoalan tersebut. Mereka niat ibadah karena Allah SWT. Namun bagi kaum yahudi justru jauh berfikirnya. Menguasai simpul-simpul ekonomi umat Islam berarti menguasai mereka dalam beragam sektor kehidupan. Dan fakta ini nyata dan tidak terbantahkan.

Jadi filosofis ayat tersebut dalam isu-isu saat sekarang ini semakin nyata, bahwa ada orang-orang yang memang murni beribadah kepada Allah, ada juga yang ingin merobohkan fungsi masjid sebagai tempat dzikir kepada Allah SWT. Salah satu yang merobohkan masjid tersebut jangan-jangan mereka yang sering pergi haji dan umrah tetapi hatinya tidak ada kehadiran Tuhan, dan hanya merasakan keindahan dunia semata. Atau bisa jadi mereka pergi ke masjid sebatas sebagai tempat curhat kepada Allah, bukan benar-benar merasakan lezatnya berjumpa dengan-Nya.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   81

Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   129

Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   219

Perang Mulut para Penganut Ahli Kitab, Kenapa kita ikut-ikutan?
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   210

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4866


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3255