Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

352 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya



Sabtu , 30 Mei 2026



Telah dibaca :  139

Sekali lagi, Allah memperkuat statusnya sebagai Sang Khaliq dan penentu segala urusan di dunia, bahkan penentu Surga dan Neraka di masa yang akan datang-Hari Akhirat. Pada ayat sebelumnya([2]:115) , Allah telah menjelaskan kedudukan - وَلِلّٰهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ-, dan ayat ([2]:116) - بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ- merupakan deklarasi secara terbuka kepada umat manusia bahwa allah mempunyai otoritas tanpa batas yang tidak dipunyai oleh makhluk, termasuk Kaum Yahudi yang sombong.

Pada ayat selanjutnya, Allah lebih ekstrem tentang kekuasaan otoriternya. Bukan hanya mempunyai seluruh isi jagat raya, bahkan dengan melakukan ciptaan-ciptaan baru baginya sangat mudah sekali. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 117 sebagai berikut:

بَدِيْعُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ فَيَكُوْنُ ۝١١٧

Artinya:

(Allah) pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.

Para mufasirin memaknai beragam arti dari kata - كُنْ فَيَكُوْنُ- yang menunjukan keagungan dan kekuasaan-Nya. Disisi lain, ayat tersebut dan beberapa ayat sebelum nya tentang penciptaan alam semesta ini bagian dari proses. Makna potongan ayat tersebut bukan sebatas apa yang kita gambarkan seperti Lampu Aladin-meskipun juga Allah lebih kuasa dari semuanya. Allah telah mengajarkan segala ciptaan-Nya melalui proses- فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ – sebagai bagian dari pembelajaran kepada manusia yang berstatus sebagai khalifah di dunia. Bahwa untuk melakukan suatu perubahan ada proses yang beragam dan secara terus menerus tanpa henti.

Seperti kisah doa Nabi Musa. Ketika dia mendapatkan perintah untuk dakwah di hadapan Raja Fir’aun dan kaum nya. Ancaman pembunuhan dan berbagai teror sering membahayakan keselamatan nya, keluarga dan kaum nya. Dia terus berdoa kepada Allah untuk menghancurkan otoritarian Raja Fir’aun. Walhasil, setelah berdoa selama 40 tahun, Allah pun mengabulkan doa nya.

Kisah perjuangan Nabi Muhammad pun tidak kalah beratnya. Bahkan jika dibandingkan dengan nabi-nabi sebelumnya, kiranya perjuangan Sang Nabi akhiruzzaman sangat berat luarbiasa.

Jika para Nabi sebelumnya dianugerahi mukjizat berupa kekuatan besar yang bisa menghancurkan seluruh kaum nya, maka Nabi Muhammad dianugerahi berupa Al-Qur’an yang membuka ruang diskusi-diskusi publik untuk meruntuhkan logika-logika kaum atheis. Apakah efektif atau tidak ruang-ruang diskusi tidak lepas dari kemampuan-kemampuan umat Rasulullah menguasai esensi-esensi ayat-ayat dalam Al-Qur’an.

Dari sini bahwa tugas perjuangan umat Islam sama seperti umat sebelumnya, yaitu memperjuangkan kalimat tauhid sebagai jalan kesadaran masyarakat dunia. Tugas tersebut tidak sesederhana memberi pengertian dengan dalil dan logika tentang ke-esa-an Allah, tetapi juga umat Islam mampu meramu nilai-nilai tauhid dalam gerak peradaban yang maha luas. Setiap waktu tantangan peradaban terus tumbuh dan berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus menjadi ancaman serius dalam membumikan firman Allah sebagai sumber kebenaran dan kebahagiaan. Tantangan-tantangan yang lebih berat dalam umat Islam sebagai pembawa panji kebenaran tertinggi ajaran Islam. Tantangan tersebut tidak lain pada kemampuan meramu kebenaran ilahiah dengan kebenaran akal dalam menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan kehidupan.

Dari sini penulis bisa mengambil pelajaran bahwa proses untuk mendapatkan suatu kesuksesan atau kemuliaan tidak bisa lepas dari semangat untuk melakukan perubahan secara terus-menerus dengan senantiasa bersandar mencari ridha Allah SWT. Ketika bekerja, belajar dan berkarya dengan kesadaran penuh sebagai bagian pengabdian kepada-Nya, Maka segala sesuatu yang berat akan terasa lebih ringan. Sebab semua yang berat tersebut mendapatkan kebaikan dari-Nya.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   82

Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   129

Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   219

Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   265

Perang Mulut para Penganut Ahli Kitab, Kenapa kita ikut-ikutan?
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   210

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4866


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3255