
Sekali lagi, Allah memperkuat statusnya
sebagai Sang Khaliq dan penentu segala urusan di dunia, bahkan penentu Surga
dan Neraka di masa yang akan datang-Hari Akhirat. Pada ayat sebelumnya([2]:115)
, Allah telah menjelaskan kedudukan - وَلِلّٰهِ
الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ-, dan ayat ([2]:116) - بَلْ لَّهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ- merupakan deklarasi
secara terbuka kepada umat manusia bahwa allah mempunyai otoritas tanpa batas
yang tidak dipunyai oleh makhluk, termasuk Kaum Yahudi yang sombong.
Pada ayat selanjutnya, Allah lebih ekstrem
tentang kekuasaan otoriternya. Bukan hanya mempunyai seluruh isi jagat raya,
bahkan dengan melakukan ciptaan-ciptaan baru baginya sangat mudah sekali. Allah
SWT telah berfirman dalam Al-Baqarah ayat 117 sebagai berikut:
بَدِيْعُ
السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاِذَا قَضٰٓى اَمْرًا فَاِنَّمَا يَقُوْلُ لَهٗ كُنْ
فَيَكُوْنُ ١١٧
Artinya:
(Allah)
pencipta langit dan bumi. Apabila Dia hendak menetapkan sesuatu, Dia hanya
berkata kepadanya, “Jadilah!” Maka, jadilah sesuatu itu.
Para mufasirin
memaknai beragam arti dari kata - كُنْ فَيَكُوْنُ- yang menunjukan keagungan dan kekuasaan-Nya. Disisi lain, ayat
tersebut dan beberapa ayat sebelum nya tentang penciptaan alam semesta ini
bagian dari proses. Makna potongan ayat tersebut bukan sebatas apa yang kita
gambarkan seperti Lampu Aladin-meskipun juga Allah lebih kuasa dari semuanya.
Allah telah mengajarkan segala ciptaan-Nya melalui proses- فِيْ سِتَّةِ
اَيَّامٍ – sebagai bagian dari pembelajaran kepada manusia yang
berstatus sebagai khalifah di dunia. Bahwa untuk melakukan suatu perubahan ada
proses yang beragam dan secara terus menerus tanpa henti.
Seperti kisah
doa Nabi Musa. Ketika dia mendapatkan perintah untuk dakwah di hadapan Raja
Fir’aun dan kaum nya. Ancaman pembunuhan dan berbagai teror sering membahayakan
keselamatan nya, keluarga dan kaum nya. Dia terus berdoa kepada Allah untuk
menghancurkan otoritarian Raja Fir’aun. Walhasil, setelah berdoa selama 40
tahun, Allah pun mengabulkan doa nya.
Kisah
perjuangan Nabi Muhammad pun tidak kalah beratnya. Bahkan jika dibandingkan
dengan nabi-nabi sebelumnya, kiranya perjuangan Sang Nabi akhiruzzaman sangat
berat luarbiasa.
Jika para Nabi
sebelumnya dianugerahi mukjizat berupa kekuatan besar yang bisa menghancurkan
seluruh kaum nya, maka Nabi Muhammad dianugerahi berupa Al-Qur’an yang membuka
ruang diskusi-diskusi publik untuk meruntuhkan logika-logika kaum atheis.
Apakah efektif atau tidak ruang-ruang diskusi tidak lepas dari
kemampuan-kemampuan umat Rasulullah menguasai esensi-esensi ayat-ayat dalam
Al-Qur’an.
Dari sini
bahwa tugas perjuangan umat Islam sama seperti umat sebelumnya, yaitu
memperjuangkan kalimat tauhid sebagai jalan kesadaran masyarakat dunia. Tugas
tersebut tidak sesederhana memberi pengertian dengan dalil dan logika tentang
ke-esa-an Allah, tetapi juga umat Islam mampu meramu nilai-nilai tauhid dalam
gerak peradaban yang maha luas. Setiap waktu tantangan peradaban terus tumbuh
dan berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus menjadi
ancaman serius dalam membumikan firman Allah sebagai sumber kebenaran dan
kebahagiaan. Tantangan-tantangan yang lebih berat dalam umat Islam sebagai
pembawa panji kebenaran tertinggi ajaran Islam. Tantangan tersebut tidak lain
pada kemampuan meramu kebenaran ilahiah dengan kebenaran akal dalam
menyelesaikan berbagai persoalan-persoalan kehidupan.
Dari sini
penulis bisa mengambil pelajaran bahwa proses untuk mendapatkan suatu
kesuksesan atau kemuliaan tidak bisa lepas dari semangat untuk melakukan
perubahan secara terus-menerus dengan senantiasa bersandar mencari ridha Allah SWT.
Ketika bekerja, belajar dan berkarya dengan kesadaran penuh sebagai bagian
pengabdian kepada-Nya, Maka segala sesuatu yang berat akan terasa lebih ringan.
Sebab semua yang berat tersebut mendapatkan kebaikan dari-Nya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   82
Materialisme Atas Nama Tuhan
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   129
Dari Kurban Jasmaniah Menuju Kejayaan Ruhaniah
27 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   219
Perseteruan Ahli Dzikir dan Kelompok Penghancur Masjid
25 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   265
Perang Mulut para Penganut Ahli Kitab, Kenapa kita ikut-ikutan?
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   210
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4866
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3857
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3513
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3255