Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

364 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Islam dan Muslim



Jumat , 03 Juli 2026



Telah dibaca :  145

Dalam konteks sosial-politik, kelompok manusia dengan jumlah yang sangat besar yang mengacu kepada persamaan ideologi atau agama sering disebut umat. Seperti umat Yahudi dan Nasrani. Pada sisi lain, kata umat juga mencakup makna universal. Ini juga yang dijelaskan dalam Piagam Madinah. Kata umat mengacu kepada kelompok tertentu pada penganut agama, juga kelompok seluruh manusia dimana mereka tinggal dengan batas-batas geografis. Seperti Penduduk Yasrib secara general menggunakan kata umat.


Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 128 menggunakan kata umat dengan redaksi sebagai berikut:

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ ۝١٢٨

Artinya:

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

Allah menggunakan kata umat secara khusus  “ اُمَّةً مُّسْلِمَةً “  yang mempunyai makna ‘umat Islam’ secara bahasa mempunyai arti umat yang berserah diri kepada Allah SWT. Umat Islam berarti punya makna umat yang secara totalitas mengabdi kepada-Nya.

Kata ‘umatan muslimatan‘ bukan sebatas identifas formalitas sebagai seorang penganut agama Islam. Juga, ia bagian dari pengejawantahan dari makna tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berkaitan dengan status agama, ia juga sebagai wujud pengabdian secara total kepada-Nya, juga berkaitan dengan penjelmaan ajaran-ajaran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai pengejawantahan dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim telah dididik oleh Tuhan agar bisa melihat kemahakuasaan semata-mata milik Allah SWT. Otoritas Tunggal hanya ada pada-Nya. Manusia yang muslim, adalah manusia yang taat terhadap otoritas-nya dalam wujud taat, tunduk melaksanakan aturan dan meninggalkan larangan-larangan-Nya.


Tuhan sebagai Dzat Yang Maha Kuasa, artinya bahwa manusia tidak mempunyai otoritas melakukan penindasan, penghinaan, dan penganiayaan atas nama agama ataupun atas nama Tuhan. Bagaimana mungkin seorang manusia yang dhoif memposisikan diri sebagai pribadi yang eklusif tanpa cacat. Siapapun orangnya, pasti mempunyai berbagai kekurangan-kekurangan yang memungkinkan untuk bisa dikritisi. Tujuannya bukan untuk menjatuhkan, tetapi sebagai jalan untuk melaksanakan fungsi manusia untuk saling mengingatkan. Tanpa menjalankan fungsi tersebut justru manusia telah melakukan kesesatan secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan rakyat Mesir kepada Raja Fir’aun.

Karena itu kata ‘umatan muslimatan’ sebenarnya mempunyai makna keteraturan hidup umat Islam dalam kehidupan sosial. Jika hubungan manusia dengan Tuhan saja mempunyai aturan-aturan yang harus dilakukan dan ditaati, maka hubungan antara manusia dengan manusia lebih banyak lagi aturan-aturan administrasi sebaagai wujud komplektifitas dari aktivitas manusia yang sangat super dinamis.

Aturan-aturan buatan manusia bagian dari pengejawantahan ketundukan manusia kepada Tuhan nya. Jika manusia bisa menjalankan ibadah dengan baik ketika kondisi sosial politik juga keadaan baik. Jika kacau dan terjadi huru hara, maka ketaatan terhadap aturan ibadah kepada Allah pun terkendala.

Dari sini, kenapa keteraturan dan ketaatan terhadap administrasi kehidupan sosial itu penting tiada lain agar terjadi keselarasan hubungan manusia dengan Allah berhasil dengan baik dan keselaraan serta cita-cita manusia dalam kehidupan sosial bisa diraih dengan kesuksesan dan kebahagiaan. Bisa jadi ini yang menjadi istilah yang ada dalam al-Qur’an ‘baldatun toyibatun warrabul ghafur’.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ka’bah dan Piramida
29 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   178

Shooting Film Karbala
26 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   209

Iman dan Traffic Light
26 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   145

Melupakan Kenikmatan Dasar , Mengejar Kenikmatan Sekunder
20 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   308

Doa Nabi Ibrahim dan Rencana Damai AS vs Iran
17 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13968


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4988


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      3873


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3664