Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

358 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Doa Nabi Ibrahim dan Rencana Damai AS vs Iran



Rabu , 17 Juni 2026



Telah dibaca :  86

Kelihatannya Iran dan Amerika Serikat akan melakukan Memorandum Of Understanding-MoU- yang akan ditandatangani di Swiss. Perang yang telah berlangsung sekitar 100 hari benar-benar menguras energi dan nutrisi. Keduanya nampaknya lelah dan ingin memulihkan energi yang terkuras sangat ekstrem. Apakah setelah energinya normal akan perang lagi. Hanya Allah dan mereka yang tahu.

Hari ini Netanyahu lagi ngambek sama Donald Trump. Netanyahu berusaha menggagalkan kesepakatan dengan memborbardir Lebanon. Justru Trump marah besar. Trump benar-benar meninggalkan Netanyahu. Kesepakatan Kerjasama AS dan Israel benar-benar dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan kedua belah pihak. Hari ini, Iran benar-benar tampil bak seorang pahlawan.

Iran mirip-mirip cerita Drama China-Dramcin. Seorang CEO yang menyamar gembel yang mempunyai kultivasi tingkat dewa. Ia tampil dengan segala kemampuannya dan membungkam konglomerat atau kaum Aristokrat kedua negara tersebut-AS dan Israel.

Perdamaian AS vs Iran merupakan kabar baik. Harga minya bisa turun. Manfaat dalam negeri positif. APBN bisa naik, harga-harga kebutuhan pokok turun, dan rupiah bisa semakin menguat.

Apakah kabar baik perdamaian kedua negara -yang sudah menjadi musuh bebuyutan- akan  happy end?. Jawabannya: may be yes, may be no. Dalam politik selalu saja serba mungkin. Kata para politikus: tidak ada musuh yang abadi.

Peristiwa tersebut mengingatkan penulis firman Allah telah menggambarkan besarnya kenikmatan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 124 sebagai berikut:

۞ وَاِذِ ابْتَلٰٓى اِبْرٰهٖمَ رَبُّهٗ بِكَلِمٰتٍ فَاَتَمَّهُنَّۗ قَالَ اِنِّيْ جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ اِمَامًاۗ قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۗ قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِى الظّٰلِمِيْنَ ۝١٢٤

Artinya:

(Ingatlah) ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.” Dia (Ibrahim) berkata, “(Aku mohon juga) dari sebagian keturunanku.” Allah berfirman, “(Doamu Aku kabulkan, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.”

Ayat tersebut menjelaskan tentang sifat kasih sayang Allah kepada Nabi Ibrahim, yaitu terkabulnya doa-doanya. Salah satu nya yaitu Sebagian keturunan Nabi Ibrahim.

Dalam sejarah Nabi Ibrahim mempunyai dua istri. Istri pertama Sarah melahirkan anak bernama Ishak. Istri kedua hajar melahirkan anak bernama Ismail. Dari dua anak ini melahirkan tiga agama besar: Yahudi, Nasrani dan Islam. Garis keturunan Nabi Ishak mengembangkan agama Yahudi dan Nasrani. Sedangkan keturunan Nabi Ismail kemudian hari menurunkan Nabi Muhammad dengan membawa Risalah Islam.

Kedua garis keturunan ini kemudian melahirkan kelompok, suku, etnis dan bangsa. Ketika Allah mengutuk kaum Bani Israel dan kemudian hari kehilangan negara, maka mereka pergi ke seluruh penjuru dunia. Sebagian besar ke daerah barat atau sekarang disebut negara barat. Mereka berdiaspora. Hingga kini populasi terbesar Kaum Yahudi selain di Negara Israel yaitu: AS, Prancis, Inggris, Kanada, Rusia, Jerman, dan Argentina.

Perang AS vs Iran sebenarnya perang di antara dua agama yaitu Yahudi dan Islam-Syiah. AS bukan negara Yahudi. Namun kunci utama penggerak ekonomi dan politik adalah Kaum Yahudi. Kebijakan-kebijakan lebih condong kepada tujuan kepentingan transnasional Kaum Yahudi.  Sedangkan Iran adalah representasi dari Islam Syiah. Secara ideologi atau aliran, ia tidak mewakili seluruh aliran Islam di dunia-Sunni, Mu’tazilah dan Khawarij. Sama seperti Negara Israel-mengklaim sebagai penyelamat dunia-, Negara Iran juga mengklaim diri sebagai penyelamat umat Islam secara keseluruhan-tanpa melihat ideologinya.

Kini perwakilan dua agama besar -AS dan Iran- akan mengadakan MoU di Swis. Mereka sepakat ingin menciptakan perdamaian dan hidup berdampingan tanpa adanya rasa saling curiga. Secara teoritis, memang kesepakatan tersebut masih rapuh. Di internal pemerintah Donald Trump masih silang pendapat. Hal ini merupakan kewajaran dari watak politik AS yang sudah terbiasa menerapkan politik dua kaki.

Apakah politik dua kaki model Donald Trump bagian dari pola Kaum Yahudi?. Wallahu a’lam. Ketika penulis membaca akhir firman allah ayat 124 di atas, ada kalimat: “(Doamu Aku kabulkan, tetapi) janji-Ku tidak berlaku bagi orang-orang zalim.” Kalimat pendek tersebut mengisyaratkan bahwa ada kelompok manusia yang konsisten menjalankan janji-janji Allah dan ada kelompok yang selalu dzalim dengan melanggar janji-janji-Nya. Dan dalam sejarah, kelompok yang selalu melanggar janji firman-firman Allah adalah Kaum Yahudi.

Meskipun demikian, penulis lagi-lagi berharap janji perdamaian AS dan Iran benar-benar terwujud. Sebab implikasi dari perjanjian tersebut sangat besar untuk kebaikan tatanan kehidupan masyarakat global.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Efek Melupakan Nikmat dari Tuhan
10 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   223

Kitab Suci Di Depan Cermin
08 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   177

Ketika Orang Lain Tidak Ridha, Kenapa Kamu Ikut-Ikutan?
07 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   202

Kisah Keajaiban pada Cermin yang Retak
06 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   250

Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   141

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13903


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4938


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3545