
Tulisan yang lalu tentang rahasia kekuatan
umat Islam pada masa Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan pada masa keemasan luarbiasa:
masa Dinasti Umayyah dan Abassiyah. Rembesan energi tauhid benar-benar menjadi
urat nadi penggerak peradaban mencapai puncak kejayaan pada zaman
masing-masing.
Tentu saja suatu rembesan energi tauhid
jangan dimaknai seperti seseorang yang sedang baris berbaris. apa yang
dikatakan oleh penguasa akan diterima apa adanya tanpa koreksi. Bukan. Bukan seperti
itu makna rembesan tauhid dalam kontek keberagaman masyarakat.
Rembesan energi tauhid harus dimaknai
sebagai kebebasan dan kemerdekaan warga negara untuk berkreasi, berkarya dan
membangun cita-cita nya dengan sekuat tenaga. Sedangkan penguasa pada waktu itu
memberikan jaminan kehidupan kepada warga negara nya. termasuk rembesan energi
tauhid juga adanya kemampuan pemerintah menerima masukan-masukan atau kritik
produktif Masyarakat. Sebab hakikat energi positif dari kalimat tauhid yaitu
meniadakan kekuatan atau kekuasaan pada dirinya sendiri dan mengakui sepenuhnya
bahwa Allah mempunyai kekuatan dan kekuasaan Yang Maha Sempurna.
Karena itu, semua harus bisa menempatkan
diri sendiri pada wilayah masing-masing. Semua harus bisa bercermin terhadap
perintah-perintah Allah yang terekam dalam kitab suci Al-Qur’an sebagaimana
yang telah dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 121 sebagai berikut:
اَلَّذِيْنَ
اٰتَيْنٰهُمُ الْكِتٰبَ يَتْلُوْنَهٗ حَقَّ تِلَاوَتِهٖۗ اُولٰۤىِٕكَ يُؤْمِنُوْنَ
بِهٖۗ وَمَنْ يَّكْفُرْ بِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَࣖ ١
Artinya:
Orang-orang
yang telah Kami beri kitab suci, mereka membacanya sebagaimana mestinya, itulah
orang-orang yang beriman padanya. Siapa yang ingkar padanya, merekalah
orang-orang yang rugi.
Ayat tersebut
masih berkaitan dengan kaum Bani Israel yang mempunyai tabiat buruk yaitu
melakukan pengubahan teks atau isi dari kitab suci nya. Perbuatan yang sangat
berani dan radikal sekali. Sebab mereka berani merubah ayat-ayat Allah untuk kepentingan
agenda mereka.
Ayat tersebut
memang terlalu luas. Biarkan para mufasirin untuk mengartikan yang lebih baik
lagi makna yang sebenarnya tentang pesan-pesan yang terkandung di dalam nya.
Penulis dan
-mungkin- anda senantiasa membaca Kitab Suci. Bahkan sampai pada tingkat menghafal,
dan sedikit pada memahami isinya. Dari sini, penulis bisa memahami bahwa proses
membaca Al-Qur’an tidak sebatas membacanya secara tekstual, tetapi juga mampu
membaca pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.
Dari sini,
kita harus bisa bercermin diri. Apakah kita membaca Kitab Suci sebatas sebagai
wiridan, ritual atau sebagai bagian dari jalan untuk melakukan
perubahan-perubahan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan keluarga, kehidupan
di institusi maupun dalam kehidupan yang lebih luas.
Kita sadar
bahwa berdiri di depan cermin sangat mudah. Itu hampir menjadi aktivitas
harian. Tapi sangat sulit sekali menerima ketika pada wajah kita ada Panu dan Kutil
di wajahnya. Padahal cermin adalah benda yang sangat jujur untuk melihat
kekurangan dirinya sendiri.
Saya kira,
membuat program untuk kemajuan umat manusia sangat mulia sebagai bentuk
tanggungjawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Namun
ada yang sering lupa yaitu budaya bercermin diri untuk memperbaiki kualitas
diri. Padahal bercermin diri jalan untuk lebih cepat untuk mencapai tangga
kesuksesan dalam pengertian luas. Jika bercermin diri ditinggalkan, maka
konflik sangat mudah terjadi dan sangat sulit untuk untuk disatukan. Sebab kemauan
bercermin diri bagian dari kesadaran terhadap kekurangan diri dan keikhlasan
menerima masukan dari orang lain.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efek Melupakan Nikmat dari Tuhan
10 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   118
Ketika Orang Lain Tidak Ridha, Kenapa Kamu Ikut-Ikutan?
07 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   141
Kisah Keajaiban pada Cermin yang Retak
06 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   170
Ketika Kaum Musryikin Menantang Tuhan
31 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131
Kesuksesan di Antara Ujian, Keterbatasan dan Konsisten Terus Berkarya
30 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   173
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13875
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4906
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3904
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3562
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3458