
Naluri manusia selalu ingin hidup damai.
Tidak ada perang, tidak ada perkelahian, tidak ada kebencian satu dengan lain. Setiap
masyarakat, bangsa dan negara menginginkan untuk mewujudkan kedamaian agar
tercipta kebahagiaan hakiki di dunia.
Naluri manusia juga ada keinginan untuk
memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan dan papan. Keinginan yang
tidak hanya standar kebutuhan dasar saja. Watak manusia selalu merasa tidak
puas. Meskipun sudah mempunyai sebidang ladang kurma, maka ingin membeli lagi.
Sudah mempunyai dua hektar kebun sawit, ingin membeli lagi hingga harus pinjam
uang di bank. Sudah mempunyai istri satu, ingin bertambah lagi hingga kadang
harus menipu istri pertama. Begitu seterusnya. Ekspetasi manusia sangat tinggi.
Dari sini, mulai muncul naluri yang sebenarnya “suci” jebol oleh nafsu-nafsu
ingin menindas orang lain demi memenuhi kebutuhannya.
Naluri manusia hakikatnya ingin damai.
Penulis bisa melihat betapa antusias manusia di permukaan bumi saat sekarang
ini untuk mewujudkan keinginan tersebut. Perang Iran vs AS dan Israel sangat
melelahkan. Ada bayang-bayang ancaman peradaban yang sangat mengerikan.
Masyarakat biasa ingin hidup damai dan tenang menjalankan aktivitas
sehari-hari. Apalagi masyarakat yang negara nya terlibat langsung dengan
peperangan. Mereka stress dan mengalami goncangan jiwa. Demonstrasi
besar-besaran di AS, Israel merupakan perlawanan serius dari hati nurani
masyarakat dunia. Apa artinya jika ada negara, jika ada bangsa tapi hidup penuh
dengan ketakutan. Tidak bisa tidur karena ada bayang-bayang rudal menghuncam
rumah-rumah nya, atau bunker-bunkernya.
Namun naluri masyarakat biasa tidak sama
dengan nafsu para pemimpinnya. Donald Trump dan Netanyahu adalah tipe manusia
yang lebih mendahulukan memenuhi kebutuhan mereka daripada tangisan masyarakat
dan jeritan anak-anak kecil yang tidak berdosa. Terjadilah pertarungan hebat
antara keinginan hidup damai dan keinginan syahwat untuk menjadi penguasa
tunggal di dunia.
Walhasil, AS dan Israel sedikit melunak.
Mereka ingin melakukan gencatan senjata dengan Iran. Ketiga negara sepakat.
Semua masyarakat dunia pun menyambut dengan suka cita. Ada secercah harapan
perdamaian di tengah kepulan asap mesiu, dan reruntuhan Gedung-Gedung Sekolah
dan Rumah Sakit.
Penulis senang mendengarnya. Tapi ragu
komitmen terhadap pemimpin AS dan Israel. Dua pemimpin yang secara geneologis
mengalir darah Bani Israel. Suatu etnis yang sepanjang Sejarah selalu melakukan
ingkar janji terhadap apa yang mereka ucapkan. Mereka begitu mudah bicara
perdamaian. Mereka juga begitu mudah menyerang bangsa lain atas nama
perdamaian. Mereka sudah biasa bermain kata-kata yang sering bertolak belakang
dengan apa yang diucapkannya. Mereka telah menuruti nafsu dan bisikan-bisikan
setan sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Baqarah ayat 102 sebagai berikut:
وَاتَّبَعُوْا مَا تَتْلُوا الشَّيٰطِيْنُ
عَلٰى مُلْكِ سُلَيْمٰنَۚ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمٰنُ وَلٰكِنَّ الشَّيٰطِيْنَ
كَفَرُوْا يُعَلِّمُوْنَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَآ اُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ
بِبَابِلَ هَارُوْتَ وَمَارُوْتَۗ وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ حَتّٰى
يَقُوْلَآ اِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْۗ فَيَتَعَلَّمُوْنَ مِنْهُمَا
مَا يُفَرِّقُوْنَ بِهٖ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهٖۗ وَمَا هُمْ بِضَاۤرِّيْنَ
بِهٖ مِنْ اَحَدٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَيَتَعَلَّمُوْنَ مَا يَضُرُّهُمْ
وَلَا يَنْفَعُهُمْۗ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرٰىهُ مَا لَهٗ فِى
الْاٰخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍۗ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهٖٓ اَنْفُسَهُمْۗ لَوْ
كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ ١٠٢
Artinya:
Mereka mengikuti apa yang dibaca oleh setan-setan pada masa
Kerajaan Sulaiman. Sulaiman itu tidak kufur, tetapi setan-setan itulah yang
kufur. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada
dua malaikat di negeri Babilonia, yaitu Harut dan Marut. Padahal, keduanya
tidak mengajarkan sesuatu kepada seseorang sebelum mengatakan, “Sesungguhnya
kami hanyalah fitnah (cobaan bagimu) oleh sebab itu janganlah kufur!” Maka,
mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang (dapat) memisahkan
antara seorang (suami) dan istrinya. Mereka tidak akan dapat mencelakakan
seseorang dengan (sihir)-nya, kecuali dengan izin Allah. Mereka mempelajari
sesuatu yang mencelakakan dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Sungguh,
mereka benar-benar sudah mengetahui bahwa siapa yang membeli (menggunakan
sihir) itu niscaya tidak akan mendapat keuntungan di akhirat. Sungguh, buruk
sekali perbuatan mereka yang menjual dirinya dengan sihir jika mereka
mengetahui(-nya).
Ayat tersebut terlihat betapa bisikan setan yang menyebabkan mereka
kufur atas segala nikmat Tuhan. Mereka telah diberikan oleh Allah berupa
kenikmatan kecerdasan akalnya, kehebatan bisnisnya, dan keahlian dalam bidang
teknologi. Mereka juga telah diberikan anugerah hamba-hamba yang mulia dari
para nabi dan rasul dari golongan mereka. Namun sayangnya, mereka lebih senang
menjauhi pola hidup Islami dan memilih hidup yang bebas tanpa aturan dan hanya
menuruti nafsu belaka.
Kaum Bani Israel tidak peduli dimanapun mereka berada. Meskipun
mereka dalam cengkraman kekuasaan negara lain, mereka akan terus berusaha
melakukan tipu daya agar kekuasaan tersebut bisa hancur. Mereka akan terus
melakukan gerakan-gerakan politik sehingga negara tersebut akan selalu tidak
tenang. Tujuannya yaitu mereka ingin mengambil alih kekuasaan dan menjadi
penguasa.
Contoh kecil, saat kaum Bani Israel telah hidup tenang di masa
pemerintahan Nabi Muhammad SAW, mereka pun diam-diam melakukan konsolidasi dan memprovokasi
untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahannya. Rencana tersebut ketahuan oleh
Nabi Muhammad. Lalu ia mengusirnya dari Madinah.
Kini kaum Bani Israel sudah mempunyai negara sendiri dan mempunyai
negara sekutu yang sangat kuat. Mereka sudah bebas melakukan apa saja. Termasuk
perang dan genjatan senjata.
Kita saat sekarang ini sama-sama melihat drama baru dalam Perang
Iran vs AS dan Israel. Apakah genjatan senjata sebagai tanda berakhir perang
atau taktik baru untuk Menyusun kekuatan untuk menuruti hawa nafsu mereka. Kita
masih sama-sama “wait and see”. Tentu saja, penulis berharap semoga
Allah memberikan jalan terbaik terhadap kondisi politik global yang tidak
menentu. Begitu mudah bagi Allah memberikan jawaban. Termasuk jawaban kondisi
dunia saat sekarang ini. Tentu saja Allah telah dan akan memberikan jawaban
terbaik untuk umat manusia.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   79
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   95
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   126
Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   233
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4544
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3560
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2938
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870