Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

306 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia



Senin , 09 Februari 2026



Telah dibaca :  96

Dunia belahan Timur Tengah terlihat tenang tapi mencekam. Jika mata kita mengarah kepada Arab Saudi, terlihat jutaan umat Islam berbondong-bondong menjalankan ibadah umrah dari seluruh penjuru dunia. Namun jika mata kita melihat di Teluk Persia, ada negara seperti sebuah ranjau raksasa. Dari luar terlihat biasa-biasa saja, tapi dari dalam sudah mempersiapkan perang besar melawan Amerika Serikat dan Israel. Negara tersebut adalah Iran.

Beberapa media massa telah memberitakan langkah diplomasi AS dan Iran di Oman. AS ingin Iran menghentikan pengayaan nuklir. Iran menolaknya. Bagi iran sikap AS tidak adil. Satu sisi ia menginginkan perdamaian tanpa nuklir, tapi sisi lain justru membiarkan Israel memproduksinya. Sikap ganda yang hanya ingin menang sendiri. Jika AS dan Israel menggunakan produksi nuklir dengan alasan untuk perdamaian, sedangkan Iran dianggap menolak perdamaian.

Pada ayat sebelumnya betapa alotnya dan liciknya kaum yahudi bersilat lidah tentang ajaran Tuhan. Mereka merasa sebagai pengikut Nabi Musa, tapi kenyataannya justru bertolak belakang perilaku mereka dengan Kitab Taurat. Kaum Yahudi sejak dulu sudah menggunakan standar ganda dalam menyikapi setiap perintah-perintah atau ajakan-ajakan kebaikan. Allah telah menjelaskan pada ayat 93 sebagai berikut:

وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاسْمَعُوْاۗ قَالُوْا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَاُشْرِبُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْۗ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهٖٓ اِيْمَانُكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ۝٩٣

Artinya:

(Ingatlah) ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!” Mereka menjawab, “Kami mendengarkannya, tetapi kami tidak menaatinya.” Diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi karena kekufuran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh keimananmu kepadamu jika kamu orang-orang mukmin!”

Ayat tersebut merupakan bukti perang terbuka kaum yahudi terhadap Nabi Musa. Kecintaan yang mendalam terhadap keajaiban patung anak sapi telah membutakan kebenaran-kebenaran ajaran Tuhan. Mereka memilih sesuatu yang terlihat jelas di depan mata dan lebih logis menarik perhatian daripada janji-janji Tuhan yang terkadang bersifat abstrak dan hanya dibuktikan di masa datang-akherat. Kaum yahudi berfikir realistis. Segala sesuatu harus mendatangkan hasil dan manfaat yang bersifat duniawi. Mereka terlalu mudah bosan terhadap janji-janji Tuhan dengan selalu menentang firman-firman-Nya. Seperti larangan mencari ikan di hari sabtu. Tuhan telah memerintahkan kepada mereka untuk beribadah di hari tersebut. Namun selalu saja di antara mereka yang melawan perintah tersebut. Sebagian mereka tetap pergi mencari ikan di laut di hari sabtu. Mereka pun mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Lalu mereka berpikir bahwa perintah Tuhan agar tidak mencari ikan di laut agar mereka tidak menjadi orang kaya. Itu sebabnya, mereka pun meninggalkan ibadah di hari sabtu. Mereka memilih mendapatkan kenikmatan secara langsung dengan pergi bernelayan.

Kisah tersebut merupakan sekelumit dari fakta kaum yahudi yang senantiasa melakukan perlawanan terhadap segala aturan baik aturan berasal dari Tuhan maupun aturan-aturan kehidupan sosial. Kebiasaan mereka melawan dan berperang merupakan tabiat yang tidak bisa dilepaskan dari watak dasar mereka. Istilah perdamaian dan perlindungan terhadap hak-hak manusia hanya sebatas kamulfase etika sosial untuk menarik perhatian kepada kelompok-kelompok manusia yang lemah, baik secara ekonomi, pendidikan maupun politik. Mereka sering tampil sebagai dewa penyelamat peradaban. Padahal mereka sebenarnya sedang menyiapkan bara api untuk membakar siapa saja yang menentang dan menantang cita-cita nya. Tidak peduli dengan istilah moral, etika dan ajaran-ajaran agama. Semua hanya dokumen tanpa makna. Kaum yahudi mempunyai aturan moral atau etika menurut versi dan cita-citanya. Tafsir kemanusiaa, HAM, perdamaian dan sejenisnya merupakan tafsir ganda yang tidak sama dengan tafsir-tafsir kebanyakan manusia atau bangsa di dunia. Maka sistem negosiasi dan perjanjian-perjanjian sebenarnya upaya untuk memperkuat posisi kaum yahudi. Namun sering sebagian kelompok atau bangsa tidak menyadari hal tersebut. Akhirnya, apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad benar adanya sebagaimana hadist nabi sebagai berikut:

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

«لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ» قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: «فَمَنْ؟». 

[صحيح] - [متفق عليه] - [صحيح مسلم: 2669]

Artinya:

Abu Sa’id Al-Khudriy-Radiyalahu ‘Anhu-Meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,”Sungguh, kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan seandainya mereka masuk lubang kadal guru, kalian pasti akan mengikuti mereka. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah mereka adalah orang-orang yahudi dan nasrani?”. Beliau menjawab,”lalu siapa lagi”

Hadist tersebut merupakan cermin psikologis umat Islam kalah dalam merealisasikan pesan-pesan Al-Qur’an dalam peradaban manusia. Makna “iqra” sebagai pengejawantahan dari cita-cita peradaban yang “al-munawarah” dalam bidang ilmu pengetahuan, saint dan teknologi mengalami kemandegan secara sistematis. Hal ini berdampak pada sektor-sektor sumber daya alam lepas dari tangan umat Islam dan dikuasi oleh bangsa-bangsa yang secara geneologis mempunyai darah kaum yahudi.

Hari ini adalah suatu bukti kebenaran realita kehidupan umat manusia. Ketegangan konflik geopolitik sebagaimana yang saya tulis dalam pembukaan artikel ini menandakan bahwa visi kaum yahudi sangat jelas yaitu menguasai seluruh Sumber Daya Alam-SDA-dan sekaligus Sumber Daya Manusia-SDM. Siapapun yang tidak tunduk kepadanya akan terus diserang dengan berbagam cara, termasuk dengan perang atau pola devide et impera. Saling serang sesama saudara seiman dan sebangsa, sedangkan kaum yahudi duduk manis sambil menyeruput kopi panas starbuck dan kepulan asap cerutu gurkha royal courtesan cigar.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   43

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   68

Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   186

Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227

Iri Dengki Kaum Yahudi
31 Januari 2026   Oleh : Imam Ghozali   192

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355