
Dunia belahan Timur Tengah terlihat tenang
tapi mencekam. Jika mata kita mengarah kepada Arab Saudi, terlihat jutaan umat
Islam berbondong-bondong menjalankan ibadah umrah dari seluruh penjuru dunia.
Namun jika mata kita melihat di Teluk Persia, ada negara seperti sebuah ranjau
raksasa. Dari luar terlihat biasa-biasa saja, tapi dari dalam sudah
mempersiapkan perang besar melawan Amerika Serikat dan Israel. Negara tersebut adalah
Iran.
Beberapa media massa telah memberitakan
langkah diplomasi AS dan Iran di Oman. AS ingin Iran menghentikan pengayaan
nuklir. Iran menolaknya. Bagi iran sikap AS tidak adil. Satu sisi ia
menginginkan perdamaian tanpa nuklir, tapi sisi lain justru membiarkan Israel
memproduksinya. Sikap ganda yang hanya ingin menang sendiri. Jika AS dan Israel
menggunakan produksi nuklir dengan alasan untuk perdamaian, sedangkan Iran
dianggap menolak perdamaian.
Pada ayat sebelumnya betapa alotnya dan
liciknya kaum yahudi bersilat lidah tentang ajaran Tuhan. Mereka merasa sebagai
pengikut Nabi Musa, tapi kenyataannya justru bertolak belakang perilaku mereka
dengan Kitab Taurat. Kaum Yahudi sejak dulu sudah menggunakan standar ganda
dalam menyikapi setiap perintah-perintah atau ajakan-ajakan kebaikan. Allah
telah menjelaskan pada ayat 93 sebagai berikut:
وَاِذْ اَخَذْنَا مِيْثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطُّوْرَۗ خُذُوْا
مَآ اٰتَيْنٰكُمْ بِقُوَّةٍ وَّاسْمَعُوْاۗ قَالُوْا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا
وَاُشْرِبُوْا فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْۗ قُلْ بِئْسَمَا
يَأْمُرُكُمْ بِهٖٓ اِيْمَانُكُمْ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ٩٣
Artinya:
(Ingatlah)
ketika Kami mengambil janjimu dan Kami angkat gunung (Sinai) di atasmu (seraya
berfirman), “Pegang teguhlah apa yang Kami berikan kepadamu dan dengarkanlah!”
Mereka menjawab, “Kami mendengarkannya, tetapi kami tidak menaatinya.”
Diresapkanlah ke dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah patung) anak sapi
karena kekufuran mereka. Katakanlah, “Sangat buruk apa yang diperintahkan oleh
keimananmu kepadamu jika kamu orang-orang mukmin!”
Ayat tersebut
merupakan bukti perang terbuka kaum yahudi terhadap Nabi Musa. Kecintaan yang
mendalam terhadap keajaiban patung anak sapi telah membutakan
kebenaran-kebenaran ajaran Tuhan. Mereka memilih sesuatu yang terlihat jelas di
depan mata dan lebih logis menarik perhatian daripada janji-janji Tuhan yang
terkadang bersifat abstrak dan hanya dibuktikan di masa datang-akherat. Kaum
yahudi berfikir realistis. Segala sesuatu harus mendatangkan hasil dan manfaat
yang bersifat duniawi. Mereka terlalu mudah bosan terhadap janji-janji Tuhan
dengan selalu menentang firman-firman-Nya. Seperti larangan mencari ikan di
hari sabtu. Tuhan telah memerintahkan kepada mereka untuk beribadah di hari
tersebut. Namun selalu saja di antara mereka yang melawan perintah tersebut.
Sebagian mereka tetap pergi mencari ikan di laut di hari sabtu. Mereka pun mendapatkan
keuntungan yang sangat besar. Lalu mereka berpikir bahwa perintah Tuhan agar
tidak mencari ikan di laut agar mereka tidak menjadi orang kaya. Itu sebabnya,
mereka pun meninggalkan ibadah di hari sabtu. Mereka memilih mendapatkan
kenikmatan secara langsung dengan pergi bernelayan.
Kisah tersebut
merupakan sekelumit dari fakta kaum yahudi yang senantiasa melakukan perlawanan
terhadap segala aturan baik aturan berasal dari Tuhan maupun aturan-aturan
kehidupan sosial. Kebiasaan mereka melawan dan berperang merupakan tabiat yang
tidak bisa dilepaskan dari watak dasar mereka. Istilah perdamaian dan
perlindungan terhadap hak-hak manusia hanya sebatas kamulfase etika
sosial untuk menarik perhatian kepada kelompok-kelompok manusia yang lemah,
baik secara ekonomi, pendidikan maupun politik. Mereka sering tampil sebagai dewa
penyelamat peradaban. Padahal mereka sebenarnya sedang menyiapkan bara api untuk
membakar siapa saja yang menentang dan menantang cita-cita nya. Tidak peduli dengan
istilah moral, etika dan ajaran-ajaran agama. Semua hanya dokumen tanpa makna. Kaum
yahudi mempunyai aturan moral atau etika menurut versi dan cita-citanya. Tafsir
kemanusiaa, HAM, perdamaian dan sejenisnya merupakan tafsir ganda yang tidak
sama dengan tafsir-tafsir kebanyakan manusia atau bangsa di dunia. Maka sistem negosiasi
dan perjanjian-perjanjian sebenarnya upaya untuk memperkuat posisi kaum yahudi.
Namun sering sebagian kelompok atau bangsa tidak menyadari hal tersebut. Akhirnya,
apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad benar adanya sebagaimana hadist nabi
sebagai berikut:
عَنْ أَبِي
سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
«لَتَتَّبِعُنَّ
سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ، شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ،
حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِي جُحْرِ ضَبٍّ لَاتَّبَعْتُمُوهُمْ» قُلْنَا: يَا رَسُولَ
اللهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: «فَمَنْ؟».
[صحيح]
- [متفق عليه] - [صحيح مسلم: 2669]
Artinya:
Abu Sa’id
Al-Khudriy-Radiyalahu ‘Anhu-Meriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda,”Sungguh,
kalian akan mengikuti tradisi orang-orang sebelum kalian sejengkal demi
sejengkal dan sehasta demi sehasta. Bahkan seandainya mereka masuk lubang kadal
guru, kalian pasti akan mengikuti mereka. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah,
apakah mereka adalah orang-orang yahudi dan nasrani?”. Beliau menjawab,”lalu
siapa lagi”
Hadist tersebut
merupakan cermin psikologis umat Islam kalah dalam merealisasikan pesan-pesan Al-Qur’an
dalam peradaban manusia. Makna “iqra” sebagai pengejawantahan dari
cita-cita peradaban yang “al-munawarah” dalam bidang ilmu pengetahuan, saint
dan teknologi mengalami kemandegan secara sistematis. Hal ini berdampak
pada sektor-sektor sumber daya alam lepas dari tangan umat Islam dan dikuasi
oleh bangsa-bangsa yang secara geneologis mempunyai darah kaum yahudi.
Hari ini adalah
suatu bukti kebenaran realita kehidupan umat manusia. Ketegangan konflik
geopolitik sebagaimana yang saya tulis dalam pembukaan artikel ini menandakan
bahwa visi kaum yahudi sangat jelas yaitu menguasai seluruh Sumber Daya Alam-SDA-dan
sekaligus Sumber Daya Manusia-SDM. Siapapun yang tidak tunduk kepadanya akan terus
diserang dengan berbagam cara, termasuk dengan perang atau pola devide et
impera. Saling serang sesama saudara seiman dan sebangsa, sedangkan kaum
yahudi duduk manis sambil menyeruput kopi panas starbuck dan kepulan asap cerutu
gurkha royal courtesan cigar.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   43
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   68
Kisah Kaum Yahudi Meninggalkan Kalimat Tauhid
06 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   186
Keimanan Yang Tersandera
03 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227
Iri Dengki Kaum Yahudi
31 Januari 2026   Oleh : Imam Ghozali   192
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355