Avatar

Gus Ansor

Penulis Kolom

10 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Catatan Diklat GP Ansor di Pulau Merbau


 NEWS

Sabtu , 11 Februari 2023



Telah dibaca :  292

Malam Jum’at saya mendapatkan kiriman jadwal mengisi materi Diklat GP Ansor Kep. Meranti. Jadwal tertera yaitu tentang keaswajaan. Hati saya bertanya-tanya tentang kesanggupan mengisi kegiatan tersebut. bukan ketidakmampuan mengisi materi, tapi kesehatan yang belum maksimal. Sudah beberapa hari badan terasa lemas, gringgingen, dan puyeng. Mungkin darah rendah. Jika iya, obatnya mudah dan enak; sate daging kambing. Cuma sayangnya, sate nya tidak ada. Yang ada Ikan Asin atau kalau orang Jawa mungkin ini yang disebut “Iwak Juwi”.

Pagi hari masih gleyer. Namun saya nekad pulang. Bagi saya mengisi kegiatan di Ansor, NU walaupun sering mengeluarkan pemikiran, tenaga dan biaya mandiri, saya tetap bahagia. Saya di Dumai Line, menelpon Kiai keramat [sebutan Kiai Mardio] untuk menjemput saya di Pelabuhan. Tapi kelihatanya saya kalah cepat. Dia sudah dibooking oleh Pak Andi Yul Kapolres Kepulauan Meranti. Akhirnya, saya menunggu jemputan anggota Ansor. Alhamdulillah sahabat Khairul Zaman datang dan jemput saya.

Saya sudah menduga kalau terlambat di acara tersebut. Benar juga, rombongan Pak Andi Yul sudah duduk dan tidak lama lagi mengisi sambutan. Begitu juga para pembesar GP Ansor wilayah antara lain: Gus Purwaji, Ndan Ulum, Ndan Huda, Ndan Yono, dan Ndan Tarom . para penggende PC GP Ansor kepulauan meranti antara lain: Ketua PC Ansor, Gus Muhammad Shodiq, dan Gus Chanifuddin. Kepala Kemenag, H. Sulman, dan ketua LPTQ, Agusafri, s.pd.i. Saya melihat dari kejauhan sepertinya sangat serius mendengarkan sambutan dari Kapolres Kepulauan Meranti.

Alhamdulillah saya pun bisa mengisi materi bersama para pemateri hebat antara lain: Pak Yudi, pembesar nomor tiga di Kapolres, Gus Purwaji yang pidatonya agak mirip-mirip Gus Yaqut, tegas, terstruktur, jelas dan sangat membakar semangat ber-Ansor bagi yang mendengarnya. Ada juga Ndan Huda yang penampilannya mulai berbau-bau model kiai. Tidak lepas memaki sarung terus. Jika dipoles sedikit saja, dan disuruh memakai Serban, saya kira sudah persis kiai[ walaupun belum jadi kiai]. Ada juga Ndan Yono dan Ndan Tarom yang kalau berjalan sudah mirip Juragan Sawit.

saya lihat acara diklatsar GP Ansor ini dihadiri para ulama, kiai-kiai seperti Kiai Muhammad Dalhar [Rois Syuria PCNU], Kiai Mardio Hasan, S.Pd.I[Bendahara PCNU], Kiai Mungidan Al-Hafidz, M.Sy, Dr. Chanifudin Sekretaris PCNU, dan para kiai lainya dari Pulau Merbau yang masuk pada jajaran kepengurusan di MWC NU.

Saya berdoa dalam kondisi yang kurang sehat, semoga kegiatan ini mendapdatkan keberkahan dan termasuk orang-orang yang dicacat sebagai santri Mbah Kyai Hasyim Asy’ari. Itulah salah satu kado terindah bagi orang-orang yang tulus menghidupkan ajaran-ajaran nya. 



Penulis : Gus Ansor


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Persaudaraan Tanpa Batas
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131

Menggali Tradisi Menulis Dari Seorang Guru Besar Plus Kyai
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   300

Menampung Aspirasi, Mewujudkan Mimpi
28 April 2026   Oleh : NEWS   105

Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   251

Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   295

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13793


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4839


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3225