
Malam Jum’at saya mendapatkan kiriman jadwal mengisi materi Diklat
GP Ansor Kep. Meranti. Jadwal tertera yaitu tentang keaswajaan. Hati saya
bertanya-tanya tentang kesanggupan mengisi kegiatan tersebut. bukan
ketidakmampuan mengisi materi, tapi kesehatan yang belum maksimal. Sudah beberapa
hari badan terasa lemas, gringgingen, dan puyeng. Mungkin darah
rendah. Jika iya, obatnya mudah dan enak; sate daging kambing. Cuma sayangnya,
sate nya tidak ada. Yang ada Ikan Asin atau kalau orang Jawa mungkin ini yang
disebut “Iwak Juwi”.
Pagi hari masih gleyer. Namun saya nekad pulang. Bagi saya
mengisi kegiatan di Ansor, NU walaupun sering mengeluarkan pemikiran, tenaga
dan biaya mandiri, saya tetap bahagia. Saya di Dumai Line, menelpon Kiai
keramat [sebutan Kiai Mardio] untuk menjemput saya di Pelabuhan. Tapi kelihatanya
saya kalah cepat. Dia sudah dibooking oleh Pak Andi Yul Kapolres Kepulauan
Meranti. Akhirnya, saya menunggu jemputan anggota Ansor. Alhamdulillah sahabat Khairul
Zaman datang dan jemput saya.
Saya sudah menduga kalau terlambat di acara tersebut. Benar juga,
rombongan Pak Andi Yul sudah duduk dan tidak lama lagi mengisi sambutan. Begitu
juga para pembesar GP Ansor wilayah antara lain: Gus Purwaji, Ndan Ulum, Ndan
Huda, Ndan Yono, dan Ndan Tarom . para penggende PC GP Ansor kepulauan meranti antara lain: Ketua PC Ansor, Gus Muhammad Shodiq, dan Gus Chanifuddin. Kepala Kemenag, H. Sulman, dan ketua LPTQ, Agusafri, s.pd.i. Saya melihat dari kejauhan sepertinya sangat serius mendengarkan sambutan dari Kapolres Kepulauan Meranti.
Alhamdulillah saya pun bisa mengisi materi bersama para pemateri hebat antara lain: Pak Yudi, pembesar nomor tiga di Kapolres, Gus Purwaji yang pidatonya agak mirip-mirip Gus Yaqut, tegas, terstruktur, jelas dan sangat membakar semangat ber-Ansor bagi yang mendengarnya. Ada juga Ndan Huda yang penampilannya mulai berbau-bau model kiai. Tidak lepas memaki sarung terus. Jika dipoles sedikit saja, dan disuruh memakai Serban, saya kira sudah persis kiai[ walaupun belum jadi kiai]. Ada juga Ndan Yono dan Ndan Tarom yang kalau berjalan sudah mirip Juragan Sawit.
saya lihat acara diklatsar GP Ansor ini dihadiri para ulama, kiai-kiai seperti Kiai Muhammad Dalhar [Rois Syuria PCNU], Kiai Mardio Hasan, S.Pd.I[Bendahara PCNU], Kiai Mungidan Al-Hafidz, M.Sy, Dr. Chanifudin Sekretaris PCNU, dan para kiai lainya dari Pulau Merbau yang masuk pada jajaran kepengurusan di MWC NU.
Saya berdoa dalam kondisi yang kurang sehat, semoga kegiatan ini
mendapdatkan keberkahan dan termasuk orang-orang yang dicacat sebagai santri Mbah
Kyai Hasyim Asy’ari. Itulah salah satu kado terindah bagi orang-orang yang
tulus menghidupkan ajaran-ajaran nya.
Penulis : Gus Ansor
Persaudaraan Tanpa Batas
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   131
Menggali Tradisi Menulis Dari Seorang Guru Besar Plus Kyai
30 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   300
Menampung Aspirasi, Mewujudkan Mimpi
28 April 2026   Oleh : NEWS   105
Pilih Prodi Yang Kamu Suka!, Yuk Kuliah di FSEI !
13 April 2026   Oleh : NEWS   251
Prospek prodi Hukum Keluarga Islam
06 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   295
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13793
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4839
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3839
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3497
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3225