
DALIL-DALIL AL-QUR’AN BERKAITAN AMAR MA’RUF NAHI MUNGKAR
Berikut ini beberapa dalil tentang amar ma’ruf
nahi mungkar, sangat bermanfaat untuk persiapan ketika anda diminta untuk
mengisi pengajian singkat atau kultum.
1.
Q.S.
Ali- Imran ([3 ] : 104)
وَلْتَكُنْ
مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ١
Artinya:
Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada
kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar.
Mereka itulah orang-orang yang beruntung.
2.
Q.S.
At-Taubah ([9]:71):
وَالْمُؤْمِنُوْنَ
وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ
وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ
وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗۗ اُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُۗ اِنَّ اللّٰهَ
عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ٧١
Artinya:
Orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka
menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan
mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan salat, menunaikan zakat, dan taat kepada
Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah
Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
3.
Q.S.
At-Thaha ([20 ]: 132):
وَأْمُرْ
اَهْلَكَ بِالصَّلٰوةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَاۗ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًاۗ نَحْنُ
نَرْزُقُكَۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوٰى ١٣٢
Artinya:
Perintahkanlah keluargamu melaksanakan salat dan bersabarlah dengan
sungguh-sungguh dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu.
Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Kesudahan (yang baik di dunia dan
akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
4.
Q.S.
Fushilat ([41]: 33):
وَمَنْ
اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ
اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ ٣٣
Artinya:
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru
kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk
orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
5.
Q.S.
Yusuf ( [12 ]: 108):
قُلْ هٰذِهٖ
سَبِيْلِيْٓ اَدْعُوْٓا اِلَى اللّٰهِۗ عَلٰى بَصِيْرَةٍ اَنَا۠ وَمَنِ
اتَّبَعَنِيْۗ وَسُبْحٰنَ اللّٰهِ وَمَآ اَنَا۠ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ١٠٨
Artinya:
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Inilah jalanku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku mengajak (seluruh manusia) kepada Allah dengan bukti yang
nyata. Mahasuci Allah dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik.”
6.
Q.S.
An-Nahl: ([ 16 ]:125):
اُدْعُ اِلٰى
سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ
بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ
سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ
Artinya:
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran
yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan
Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
7.
Q.S.
At-Taubah ([9 ]: 122):
۞
وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةًۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ
كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ
وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ
يَحْذَرُوْنَࣖ ١٢٢
Artinya:
Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan
perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi
(tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan
memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka
dapat menjaga dirinya?
8.
Q.S.
Asy-Syu’arra ([26 ]: 214-215):
وَاَنْذِرْ
عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَۙ ٢١٤
وَاخْفِضْ
جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ ٢١٥
Artinya:
Berilah peringatan kepada keluargamu yang terdekat. Rendahkanlah hatimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu
orang-orang mukmin.
9.
Q.S.
Al-Maidah ([5 ]: 78-79):
لُعِنَ
الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْۢ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ عَلٰى لِسَانِ دَاوٗدَ
وَعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَۗ ذٰلِكَ بِمَا عَصَوْا وَّكَانُوْا يَعْتَدُوْنَ ٧٨
كَانُوْا لَا
يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُّنْكَرٍ فَعَلُوْهُۗ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَفْعَلُوْنَ ٧
Artinya:
Orang-orang
yang kufur dari Bani Israil telah dilaknat (oleh Allah) melalui lisan (ucapan)
Daud dan Isa putra Maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui
batas. Mereka tidak
saling mencegah perbuatan mungkar yang mereka lakukan. Sungguh, itulah
seburuk-buruk apa yang selalu mereka lakukan.
Penulis : Muhammad Faiz Artanabil
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   88
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046