
DALIL-DALIL DALAM AL-QUR’AN BERKAITAN
DENGAN KEUTAMAAN ILMU
Berikut ini beberapa dalil tentang ilmu,
sangat bermanfaat untuk persiapan ketika anda diminta untuk mengisi pengajian
singkat atau kultum.
1.
Q.S.
Al-Fathir ([ 35 ]: 28) sebagai berikut:
وَمِنَ
النَّاسِ وَالدَّوَاۤبِّ وَالْاَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗ كَذٰلِكَۗ
اِنَّمَا يَخْشَى اللّٰهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰۤؤُاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ
غَفُوْرٌ ٢٨
Artinya:
(Demikian pula) di antara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa,
dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Di
antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama.
Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
2.
Q.S.
Az-Zumar ([39]: 9) sebagai berikut:
Mm
اَمَّنْ هُوَ
قَانِتٌ اٰنَاۤءَ الَّيْلِ سَاجِدًا وَّقَاۤىِٕمًا يَّحْذَرُ الْاٰخِرَةَ
وَيَرْجُوْا رَحْمَةَ رَبِّهٖۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الَّذِيْنَ يَعْلَمُوْنَ
وَالَّذِيْنَ لَا يَعْلَمُوْنَۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِࣖ ٩
Artinya:
(Apakah orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang
beribadah pada waktu malam dalam keadaan bersujud, berdiri, takut pada (azab)
akhirat, dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah (Nabi Muhammad), “Apakah
sama orang-orang yang mengetahui (hak-hak Allah) dengan orang-orang yang tidak
mengetahui (hak-hak Allah)?” Sesungguhnya hanya ululalbab (orang yang berakal
sehat) yang dapat menerima pelajaran.
3.
Q.S.
Ar-Rad ([13 ]: 16) sebagai berikut:
قُلْ مَنْ
رَّبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلِ اللّٰهُۗ قُلْ اَفَاتَّخَذْتُمْ مِّنْ
دُوْنِهٖٓ اَوْلِيَاۤءَ لَا يَمْلِكُوْنَ لِاَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَّلَا ضَرًّاۗ
قُلْ هَلْ يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُ ەۙ اَمْ هَلْ تَسْتَوِى الظُّلُمٰتُ
وَالنُّوْرُ ەۚ اَمْ جَعَلُوْا لِلّٰهِ شُرَكَاۤءَ خَلَقُوْا كَخَلْقِهٖ
فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْۗ قُلِ اللّٰهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَّهُوَ
الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ ١٦
Artinya:
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?”
Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu menjadikan selain Dia sebagai
pelindung, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak
mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Apakah sama orang yang buta dengan
orang yang dapat melihat? Atau, samakah kegelapan dengan cahaya? Atau, apakah
mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang (diyakini) dapat menciptakan
seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan
mereka?” Katakanlah, “Allah pencipta segala sesuatu dan Dialah Yang Maha Esa
lagi Mahaperkasa.”
4.
Q.S.
Hud ([11 ]: 22) sebagai berikut:
۞
مَثَلُ الْفَرِيْقَيْنِ كَالْاَعْمٰى وَالْاَصَمِّ وَالْبَصِيْرِ وَالسَّمِيْعِۗ
هَلْ يَسْتَوِيٰنِ مَثَلًاۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَࣖ ٢٤
Artinya:
Perumpamaan kedua golongan (kafir dan mukmin) seperti orang buta
dan orang tuli dengan orang yang dapat melihat dan yang dapat mendengar.
Samakah kedua golongan itu? Apakah kamu tidak mengambil pelajaran?
5.
Q.S.
Al-Mulk ([67]: 22) sebagai berikut:
اَفَمَنْ
يَّمْشِيْ مُكِبًّا عَلٰى وَجْهِهٖٓ اَهْدٰىٓ اَمَّنْ يَّمْشِيْ سَوِيًّا عَلٰى
صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ ٢
Artinya:
Apakah orang yang berjalan dengan wajah tertelungkup itu lebih
mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang
lurus?
6.
Q.S.
Al-Fathir ( [35 ]: 19-22) sebagai berikut:
وَمَا
يَسْتَوِى الْاَعْمٰى وَالْبَصِيْرُۙ ١
وَلَا
الظُّلُمٰتُ وَلَا النُّوْرُۙ ٢
وَلَا الظِّلُّ
وَلَا الْحَرُوْرُۚ ٢
وَلَا الظِّلُّ
وَلَا الْحَرُوْرُۚ ٢
وَمَا
يَسْتَوِى الْاَحْيَاۤءُ وَلَا الْاَمْوَاتُۗ اِنَّ اللّٰهَ يُسْمِعُ مَنْ
يَّشَاۤءُۚ وَمَآ اَنْتَ بِمُسْمِعٍ مَّنْ فِى الْقُبُوْرِ ٢٢
Artinya:
Tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. Tidak (sama) pula yang teduh dengan yang panas. Tidak (pula) sama orang yang hidup dengan orang yang mati.
Sesungguhnya Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki dan
engkau (Nabi Muhammad) tidak akan sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur
dapat mendengar.
7.
Q.S.
Al-Mujadillah ([ 58 ]:11) sebagai berikut:
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ
فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ
دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu “Berilah
kelapangan di dalam majelis-majelis,” lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi
kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, “Berdirilah,” (kamu) berdirilah. Allah
niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu
kerjakan.
8.
Q.S.
Ar-Ra’d ([13 ]: 19) sebagai berikut:
۞
اَفَمَنْ يَّعْلَمُ اَنَّمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ
هُوَ اَعْمٰىۗ اِنَّمَا يَتَذَكَّرُ اُولُوا الْاَلْبَابِۙ ١٩
Artinya:
Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan kepadamu
(Nabi Muhammad) dari Tuhanmu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta?
Hanya orang yang berakal sehat sajalah yang dapat mengambil pelajaran.
9.
Q.S.
Al-Ankabut ([ 29 ]: 43) sebagai berikut:
وَتِلْكَ
الْاَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِۚ وَمَا يَعْقِلُهَآ اِلَّا الْعٰلِمُوْنَ ٤٣
Artinya:
Perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia. Namun, tidak
ada yang memahaminya, kecuali orang-orang yang berilmu.
Penulis : Muhammad Faiz Artanabil
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   88
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046