
DALIL-DALIL DALAM AL-QUR’AN BERKAITAN
DENGAN RIYA
Berikut ini beberapa dalil tentang riya, sangat
bermanfaat untuk persiapan ketika anda diminta untuk mengisi pengajian singkat
atau kultum.
1.
Q.S.
Al-Baqarah ([2]:264):
يٰٓاَيُّهَا
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ
كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ
وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ
فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا
كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ٢٦٤
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala)
sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti
orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan
dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu)
seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat
sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu
pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum
kafir.
2.
Q.S.
An-Nisa ([ 4] :142):
اِنَّ
الْمُنٰفِقِيْنَ يُخٰدِعُوْنَ اللّٰهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْۚ وَاِذَا قَامُوْٓا
اِلَى الصَّلٰوةِ قَامُوْا كُسَالٰىۙ يُرَاۤءُوْنَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُوْنَ
اللّٰهَ اِلَّا قَلِيْلًاۖ ١٤٢
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi
Allah membalas tipuan mereka (dengan membiarkan mereka larut dalam kesesatan
dan penipuan mereka). Apabila berdiri untuk salat, mereka melakukannya dengan
malas dan bermaksud riya di hadapan manusia. Mereka pun tidak mengingat Allah,
kecuali sedikit sekali.
3.
Q.S.
Al-Ma’uun ([ 107 ]: 4-7) :
فَوَيْلٌ
لِّلْمُصَلِّيْنَۙ (٤) الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَۙ (٥)
الَّذِيْنَ هُمْ يُرَاۤءُوْنَۙ (٦) وَيَمْنَعُوْنَ الْمَاعُوْنَ (٧)
Artinya:
Celakalah orang-orang yang melaksanakan salat, (5) (yaitu) yang
lalai terhadap salatnya, (6) yang berbuat riya, (7) dan enggan (memberi)
bantuan."
4.
Q.S.
An-Nisa ([ 4 ]: 38):
وَالَّذِيْنَ
يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ وَلَا
بِالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ وَمَنْ يَّكُنِ الشَّيْطٰنُ لَهٗ قَرِيْنًا فَسَاۤءَ
قَرِيْنًا ٣٨
Artinya:
(Allah juga tidak menyukai) orang-orang yang menginfakkan hartanya
karena riya kepada orang (lain) dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah
dan tidak (pula) kepada hari Akhir. Siapa yang menjadikan setan sebagai
temannya, (ketahuilah bahwa) dia adalah seburuk-buruk teman.
Penulis : Muhammad Faiz Artanabil
Abdoel Karim
Terimakasih pak guru
Admin
sama-sama, semoga bermanfaat
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   88
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046