
Berikut ini beberapa dalil tentang Ikhlas sebagai
bahan untuk mengisi kegiatan-kegiatan keagamaan seperti kultum atau pengajian
singkat.
1.
Q.S.
A-Zumar ([39]: 11) :
قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ
مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ ١١
Artinya:
Katakanlah, “Sesungguhnya aku
diperintahkan untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.
2. Q.S. Al-Bayyinah ([ 98 ]: 5 ):
وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ
مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا
الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ ٥
Artinya:
Mereka tidak diperintah, kecuali
untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif
(istikamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus
(benar).
3. Q.S. An-Nisa ([ 4 ]: 146):
اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا
وَاعْتَصَمُوْا بِاللّٰهِ وَاَخْلَصُوْا دِيْنَهُمْ لِلّٰهِ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ
الْمُؤْمِنِيْنَۗ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّٰهُ الْمُؤْمِنِيْنَ اَجْرًا عَظِيْمًا ١٤٦
Artinya:
Kecuali, orang-orang yang bertobat,
memperbaiki diri, berpegang teguh pada (agama) Allah, dan dengan ikhlas
(menjalankan) agama mereka karena Allah, mereka itu bersama orang-orang mukmin.
Kelak Allah akan memberikan pahala yang besar kepada orang-orang mukmin.
4. Q.S. Az-Zumar ( [ 39 ]: 2):
اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ
بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَۗ ٢
Artinya:
Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab
(Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka, sembahlah Allah dengan
mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.
5. Q.S. Yusuf ([ 12 ]: 24):
وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهٖۙ وَهَمَّ بِهَاۚ لَوْلَآ
اَنْ رَّاٰ بُرْهَانَ رَبِّهٖۗ كَذٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوْۤءَ
وَالْفَحْشَاۤءَۗ اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِيْنَ ٢٤
Artinya:
Sungguh, perempuan itu benar-benar
telah berkehendak kepadanya (Yusuf). Yusuf pun berkehendak kepadanya sekiranya
dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, Kami memalingkan darinya
keburukan dan kekejian. Sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami yang
terpilih.
6. Q.S. Maryam ([19]: 51):
وَاذْكُرْ فِى الْكِتٰبِ مُوْسٰٓىۖ اِنَّهٗ
كَانَ مُخْلَصًا وَّكَانَ رَسُوْلًا نَّبِيًّا ٥١
Artinya:
Ceritakanlah (Nabi Muhammad, kisah)
Musa di dalam Kitab (Al-Qur’an). Sesungguhnya dia adalah orang yang terpilih,
rasul, dan nabi.
7. Q.S. Asy-Syuu’araa’( [26 ] : 88-89):
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ ٨٨
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ
٨
Artinya:
(Yaitu) pada hari ketika tidak
berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali
orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yang selamat dari
noda dan dosa.
8. Q.s. al-baqarah ([2]:265):
وَمَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمُ
ابْتِغَاۤءَ مَرْضَاتِ اللّٰهِ وَتَثْبِيْتًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ كَمَثَلِ جَنَّةٍ
ۢ بِرَبْوَةٍ اَصَابَهَا وَابِلٌ فَاٰتَتْ اُكُلَهَا ضِعْفَيْنِۚ فَاِنْ لَّمْ
يُصِبْهَا وَابِلٌ فَطَلٌّۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ٢٦٥
Artinya:
Perumpamaan orang-orang yang
menginfakkan harta mereka untuk mencari rida Allah dan memperteguh jiwa mereka
adalah seperti sebuah kebun di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat,
lalu ia (kebun itu) menghasilkan buah-buahan dua kali lipat. Jika hujan lebat
tidak menyiraminya, hujan gerimis (pun memadai). Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan.
9. Q.S. Al-Insan ([ 76 ] :8-9)
وَيُطْعِمُوْنَ الطَّعَامَ عَلٰى حُبِّهٖ
مِسْكِيْنًا وَّيَتِيْمًا وَّاَسِيْرًا ٨
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا
نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا ٩
Artinya:
Mereka memberikan makanan yang
disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan. (Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya
demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.
10. Q.S. Al-A’raaf ([7 ]: 29 )
قُلْ اَمَرَ رَبِّيْ بِالْقِسْطِۗ وَاَقِيْمُوْا
وُجُوْهَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّادْعُوْهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۗ
كَمَا بَدَاَكُمْ تَعُوْدُوْنَۗ ٢٩
Artinya:
Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tuhanku
memerintahkan aku berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) di setiap
masjid dan berdoalah kepada-Nya dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya. Kamu
akan kembali kepada-Nya sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan.”
Penulis : Muhammad Faiz Artanabil
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   88
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   124
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   175
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   194
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5548
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046