
Ketika
sebuah pertanyaan meluncur, apakah Anda ingin masuk Surga? Saya yakin kalau
umat Muslim pasti akan menjawab ya ingin! Pertanyaan selanjutnya apakah Anda
ingin dirindukan Surga? Jawabannya pasti iya. Lalu memang ada Surga merindukan
orang? Untuk mengetahui jawaban tersebut maka pembaca artikel ini sampai
tuntas, Anda pasti akan tersenyum dan melaksanakannya. Insya Allah Anda para
pembaca akan masuk ke Surganya Alah Aamiin.
Masuk
Surga itu merupakan sebuah dambaan setiap umat Muslim, merupakan impian dan
sekaligus tujuan umat Muslim yang ada di dunia ini. Surga merupakan tempat
terindah dan ternyaman bagi umat Muslim setelah kematiannya nantinya. Namun
tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk masuk Surga itu. Banyak
rintangan dan cobaan yang harus dilalui, selain itu sebagai umat Muslim, untuk
masuk Surga juga harus taat beribadah dan juga menjauhi segala larangan Allah,
dan menjalankan segala apa yang diperintahkan oleh Allah swt.
Allah
menciptakan Surga dengan tangan-Nya sendiri. Ibnul Qayyim Al-Jauziah mengatakan
bahwa: Allah swt telah memilih salah satu Surga sebagai tempat-Nya yang
diistimewakan. Letaknya berdekatan dengan singgasana Allah. Abdullah ibn Umar
berkata: “Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya sendiri, yakni”
Singgasana (‘Arsy), pena (qalam), Surga And, Adam, lantas Allah mengatakan kepada semua makhluk jadilah,
maka semua itu jadi (baca dalam Kitab Al-Uzhmah yang ditulis oleh Abu Syeikh,
halaman 215).
Apa
itu Surga? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa Surga adalah
alam akhirat yang membahagiakan roh manusia yang hendak tinggal di dalamnya.
Maksudnya bahwa Surga memang menjamin kehidupan siapapun yang tinggal di
dalamnya untuk mendapat kebahagiaan yang kekal. Surga itu merupakan imbalan
bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa.
Di
dalam Surga berisi kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak pernah terbayangkan
sebelumnya. Allah berfirman yang artinya: “maka
tidak seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu
bermacam-macam kenikmatan yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa
yang mereka kerjakan. (QS. As-sajadah: 17). Ada banyak riwayat yang
membahas tenatng Surga, diantaranya jenis-jenis Surga, isi Surga, hingga
golongan yang dapat masuk Surga. Namun ternyata yang lebih utama, ada empat
golongan yang dirindukan Surga. Hal ini berdasarkan sebuah hadis Nabi yang
diriwayatkan Ibnu Abbas RA. Yang artinya: “Surga
merindukan empat golongan; orang yang membaca Al-Qur’an, menjaga lisan, memberi
makan orang lapar, dan puasa di bulan Ramadhan”. (HR. Abu Daud dan
Tirmidzi). Dengan hadis ini ada empat gologan yang dirindukan Surga yakni:
Pertama, Orang yang gemar membaca Al-Qur’an (Taalil Qur’an) golongan pertama adalah
orang-orang yang lisannya digunakan untuk membaca kalam Allah swt setiap waktu
dan kesempatan yang ada, bai saat lapang maupun saat semmpit. Selain dirindukan
Surga orang yang rajin membaca Qur’an itu hatinya akan menjadi tenang, seperti
disebutkan dalam Al_qur’an yang artinya: yaitu
orang-orang yang beriman dan hatimereka menjadi tenteram dengan mengingat
Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi teneram
(Ar-Rad:28).
Kedua, orang yang selalu menjaga lisannya dari
berkata kotor, mencaci maki, dan menghujat (Wa
haafidzi lisan). Golongan ini termasuk orang-orang yang beriman. Disebutkan
dalam sebuah hadis yang artinya: “Barang
siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir hendaklah dia berkata yang
baik, atau diam. Barang siapa yang beriman kepada Allah dari akhir menghormati
tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dari hari akhir, maka
hendaklah dia memuliakan tamunya”. (HR. Bukhari dan Muslim). Imam Ghazali
menjelaskan dalam kitab Ihya Ulumuddin
ada 14 macam bahaya lidah, salah satunya adalah perkataan yang dapat membuat
hati kasar.
Ketiga, orang yang memberi makan terhadap
orang yang kelaparan ( Wa Muth’ngimil
jii”an). Golongan ini adalah orang yang senantiasa membantu orang yang
membutuhkan. Bahkan kelak di hari kiamat Allah swt akan memberikan makan dari
buah-buahan surga. Rasulullah bersabda, yang artinya: “Siapa pun mukmin memberikan makan mukmin yang kelaparan, pada harti
kiamat nanti Allah akan memberinya makan dari buah-buahan Surga. Siapa pun
mukmin yang memberi minum mukmin yang kehausan, pada hari kiamat nanti Allah
akan memberi minun dari minuman Surga. Siapa pun mukmin yang memberikan pakaian
kepada mukmin lainnya supaya tidak telanjang. Pada hari nanti Allah akan
memberinya pakaian dari perhiasan Surga (HR. Tirmizi).
Keempat, orang yang berpuasa di bualan Ramadhan
(Washooimiina Fi Syahri Ramadhan).
Golongan keempat adalah orang yang senantiasa menjalankan ibabadah puasa di
bulan suci Ramadhan. Maka bersyukurlah bagi kita yang senantiasa melaksanakan
puasa Ramadhan, kehadiran mereka dirindukan oleh Surga. Allah menyediakan pintu
Surga bagi orang yang melaksanakan ibadah puasa, hal ini dijelaskan dalam
sebuah hadis: “Sesumgguhnya di Surga ada
pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk
dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang punmemasukinya selain mereka. Lalu
dikatakan, Dimana orang-orang yang berpuasa?Mereka pun bangkit, tidak ada
seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk
(pintunya) ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Bukhari dan
Muslim).
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045