Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

343 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Gara-Gara Kursi Xi Jinping dan Trump



Selasa , 19 Mei 2026



Telah dibaca :  163

Kaum Yahudi sudah terbiasa melakukan framing rasis terhadap orang-orang yang tidak disukainya. Bukan hanya kepada orang-orang di luar kelompoknya, bahkan kepada para Nabi sendiri mereka terlalu percaya diri merendahkan derajat para Nabi-Nabi Allah-mulai dari Nabi-Nabi mereka hingga Nabi Muhammad SAW.

Ketika Nabi Muhammad SAW berdakwah tentang tauhid dan Islam sebagai agama penutup, tentang orang-orang yang masuk surga dan neraka bagi yang mengikutinya dan menolak ajaranya. Ketika itu juga, para pendeta Kaum Yahudi pun dengan tegas menolak klaim tersebut. Mereka mengatakan bahwa Surga adalah miliknya sebagaimana firman Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 111 sebagai berikut:

وَقَالُوْا لَنْ يَّدْخُلَ الْجَنَّةَ اِلَّا مَنْ كَانَ هُوْدًا اَوْ نَصٰرٰىۗ تِلْكَ اَمَانِيُّهُمْۗ قُلْ هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۝١١١

Artinya:

Mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata, “Tidak akan masuk surga kecuali orang Yahudi atau Nasrani.” Itu (hanya) angan-angan mereka. Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tunjukkan bukti kebenaranmu jika kamu orang-orang yang benar.”

Sejarah pun terus berulang. Memang hukum sejarah demikian, selalu saja ada pengulangan peristiwa dengan pola yang sama, yaitu sama-sama merasa sebagai juru selamat kehidupan manusia di dunia ini.

Konsep Juru Selamat bagi Kaum Yahudi ketika sudah mampu menguasai seluruh kekuatan politik dan sumber daya alam. Branding tentang ya’ulu wala yu’la ‘alaihi-lebih tinggi dari yang tinggi- merupakan doktrin ideologi nya, yang mengantarkan kaum yahudi -dari dulu hingga saat sekarang ini-selalu sombong tidak ketulungan. Sombong di atas ambang batas kewajaran.

Jika pada sejarah nubuwah, kaum yahudi merendahkan umat Islam, maka saat sekarang ini merendahkan seluruh umat manusia dan agama-agama selain yahudi. Pola merendahkan manusia dengan beragam cara baik secara terang-terangan maupun dengan penekanan psikologis disebarkan rasa takut terhadap kondisi ekonomi, politik, Pendidikan dan rasa aman di seluruh dunia. Pola ini yang kemudian melahirkan rasa takut bagi bangsa-bangsa yang kurang percaya diri dan kemudian mengalami ketergantungan sangat mendalam terhadap kebaikan-kebaikan dari kaum yahudi.

Tidak ada bangsa dan negara yang bisa melawan negara kaum yahudi. Kini negara-negara seperti Negara Israel dan Amerika Serikat yang mempunyai diaspora kaum yahudi melimpah, kecuali bagi bangsa dan negara tersebut mempunyai keberanian setara dengan nya.

Di dalam sejarah panjang, ras yang bisa melawan kaum yahudi yaitu ras Persia-Iran. Perang antara mereka silih berganti hingga saat sekarang ini.

Selain Iran ada ras China-Mongoloid. Mereka perang, damai, kerjasama dan selalu berupaya menjatuhkan satu dengan lainnya. Mereka sama-sama ingin menunjukan sebagai kekuatan tunggal di dunia.

Hari ini kekuatan tunggal dunia sepertinya semakin mengalami pergeseran pasca perang Iran vs AS dan Israel.  Kini jagat raya ramai-ramai memberitakan tentang Kursi Trump terlihat lebih rendah dari Xi Jinping. Media-media kredibel nasional dan internasional juga telah memberitakan sikap tegas Staf Trump membuang  cenderamata dari pemerintah China. Semua itu bagian dari perang dunia maya-crime cyber- untuk melemahkan psikologi lawan politik di kancah dunia internasional. Hanya negara-negara kuat yang bisa melakukan semua itu.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Menanamkan Keyakinan Akan Pertolongan Allah
21 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   87

Sholat, Zakat dan Pendidikan
18 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   123

Rayuan Maut
16 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   140

Mengelola Taman Surga
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   224

Rencana-Rencana Tuhan
12 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   226

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13762


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4817


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3165