
Sejak pagi-sebelum subuh-hujan deras
membasahi bumi. Terdengar nyanyian suara Katak tanpa henti. Penuh kebahagiaan.
Tidak peduli seperti apa situasinya. Tidak peduli pagi ini rupiah telah tembus
Rp. 17.500. kawanan Katak terus saja dzikrullah-dzikir kepada Allah-
sebagaimana firman-Nya pada Q.S. Al-Isra ([17]::44) sebagai berikut: “Langit
yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak
ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak
mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha
Pengampun”.
Bisakah kita sumeleh dengan segala
fenomena alam semesta ini yang terkadang menyesakan dada. Bisakah kita hidup dengan
menghadapi segala problematika yang sangat komplek dengan penuh kesadaran bahwa
semua merupakan jalan untuk semakin dewasa. Bisakah kita menjadikan semua
kejadian yang kita rasakan saat sekarang ini menjadi bagian kita semakin
mengenal Allah dan hati semakin jembar-lapang dada.
Alam semesta telah mengajarkan kesiapan diri tentang pentingnya menghindari tipu daya dunia yang menyebabkan kita terpecah
belah. Allah tidak menghendaki kita seperti umat yahudi yang telah bertengkar
terus-menerus karena persoalan dunia dengan segala macam jenis dan namanya.
Tuhan telah mengajarkan melalui firman-firman-Nya kepada Nabi
Muhammad SAW dan umatnya tentang tipu daya permainan dari Kaum Yahudi. Permainan
kata dan perbuatan. Terlalu banyak janji tentang hal-hal yang menggiurkan
kepada-nya tentang indah nya kehidupan. Namun kanjeng Nabi sangat istiqomah
berada dalam jalan-jalan Tuhan-Syariat Islam. Ia tenang menghadapi persoalan.
Ketenangan pun ditularkan kepada para sahabat-sahabatnya. Saat mereka
mendapatkan sanksi dari kaum kafirin dan yahudi tentang pemutusan kehidupan,
tentang sulitnya ekonomi. Nabi dan sahabat-sahabat nya senantiasa ikhtiar menyelesaikan berbagai problematika kehidupan dengan senantiasa memperkuat hubungan
dengan Allah SWT.
Allah telah berfiman dalam Q.S. Al-Baqarah
ayat 108 sebagai berikut:
اَمْ تُرِيْدُوْنَ اَنْ تَسْـَٔلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُىِٕلَ مُوْسٰى
مِنْ قَبْلُۗ وَمَنْ يَّتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْاِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاۤءَ
السَّبِيْلِ ١
Artinya:
Ataukah kamu menghendaki untuk meminta
Rasulmu (Nabi Muhammad) seperti halnya Musa (pernah) diminta (Bani Israil)
dahulu? Siapa yang mengganti iman dengan kekufuran, sungguh, dia telah tersesat
dari jalan yang lurus.
Ayat tersebut
menunjukan kesalahan berulang-ulang dilakukan oleh Kaum Yahudi-Bani Israel-
dari dulu hingga saat sekarang ini. Selalu saja memberi kabar gembira, tapi
selalu saja yang hadir adalah penderitaan. Mereka selalu membawa berita angin
surga, tapi faktanya hembusan api neraka. Mereka selalu memberikan janji-janji
tentang hijau nya ladang kurma, perkebunan yang luas dan peradaban yang
memuncak, tapi yang diberikan kepada kita adalah kota-kota yang gersang, panas
dan perkebunan yang kering tidak ada hasil yang memuaskan.
Dalam konteks
yang lebih luas, kaum yahudi telah menancapkan kuku kekuasaan di hampir seluruh
belahan dunia. Mereka sangat mudah memberikan kabar gembira kepada setiap
bangsa dan negara. Mereka juga sangat mudah memutarbalikan fakta kabar gembira
menjadi jurang neraka yang sangat mengerikan kepada negara-negara yang ada
dalam pelukan kekuasaan. Negara-negara tersebut seperti terkena candu narkoba.
Saat mengkonsumsinya terasa indah isi dunia. Saat tidak mengkonsuminya, seluruh
tubuh terasa sakit. Nafsu dan pikiran ingin terus merasakan narkoba. Bahkan
menjual seluruh apa yang ia punya pun rela hanya sekadar untuk menuruti
nafsunya, yaitu mendapatkan segenggam narkoba.
Allah mengajarkan
kepada umat Islam agar tidak mudah tergiur oleh bujuk rayu mereka-kaum yahudi-sebagaimana
mereka telah lakukan pada masa Nabi Musa. Mereka mencoba membuat rekayasa
kehidupan untuk menukar keimanan dengan kebahagiaan dunia-yang sebenarnya hanya
sebatas fatamorgana.
Hidup, dalam
kondisi apapun harus tetap berpegang pada kalimat tauhid. Semua pekerjaan yang
kita lakukan tidak boleh menjadikan diri semakin jauh dari-Nya. Justru sebaliknya,
harus semakin dekat dengan-Nya. Kesulitan ekonomi, pendidikan, lapangan kerja,
mengelola organisasi, lembaga dan sebagainya adalah bagian dari operasional
kemampuan kita masing-masing. Semakin banyak belajar tentang kehidupan, semakin
bisa mengurangi berbagai persoalan. Tentu saja, ruh penyelesai semua itu adalah
kesadaran bersama untuk sama-sama kembali kepada ajaran yang teragung yaitu
agama Islam.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Rencana-Rencana Tuhan
12 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   161
Stabilitas Cinta
12 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   151
Kedengkian yang Menular
04 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   142
Pembunuhan Karakter Kaum Yahudi terhadap Nabi
28 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   97
Menumbuhkan Optimisme dalam Setiap Aktivitas
22 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13729
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4760
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3727
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3391
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3097