Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

369 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kedengkian yang Menular



Senin , 04 Mei 2026



Telah dibaca :  190

Laksana semut hitam di atas batu hitam di tengah malam, akan terlihat terang bagi para pendengki. Tidak ada kekurangan materi bagi para pendengki untuk membuat alasan, bersilat lidah, menipu, dan memutarbalik fakta. Semua ramuan dan bumbu untuk menyiapkan menu siap saji sudah sangat lengkap. Sangat mudah. Beda rasa, tapi bahan dasar menunya sama yaitu kedengkian dan kebencian.

Dalam sejarah kaum yahudi paling cerdas dan cerdik mencari kesalahan kaum muslimin, sampai-sampai umat Islam sendiri tidak sadar kalau apa yang mereka-kaum yahudi- lakukan sangat merugikan umat Islam sendiri. Mereka dengan segala tipu muslimat dan kecerdasan tingkat tinggi menyerang dari segala arah, termasuk melakukan teori klasik berupa devide et impera. Murah meriah, yaitu membangkitkan kebencian terhadap perbedaan akidah dan ideologi umat Islam yang secara alamiah memang sudah terjadi di seluruh dunia Islam. Perbedaan akidah dan ideologi yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara damai di internal umat Islam, namun karena mereka-kaum yahudi-selalu memprovokasi nya maka hingga sampai detik ini, umat Islam terus disibukan cakar-cakaran ketika dua persoalan tersebut diangkat ke permukaan.

Kedengkian merupakan penyakit tua sama tuanya manusia. Ketika Tuhan akan menurunkan manusia menjadi khalifah, para malaikat telah keberatan akibat perbuatan manusia yang suka mengalirkan darah dan melakukan kerusakan di dunia.

Hal demikian terjadi pada diri Kaum Yahudi. Darah kebencian terus mengalir pada diri nya dari generasi ke generasi berikutnya. Mereka tidak suka melihat orang selainya mendapatkan kemuliaan dan keagungan. Allah telah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 105 sebagai berikut:

مَا يَوَدُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ وَلَا الْمُشْرِكِيْنَ اَنْ يُّنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ خَيْرٍ مِّنْ رَّبِّكُمْۗ وَاللّٰهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهٖ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ ۝١٠٥

Artinya:

Orang-orang kafir dari golongan Ahlulkitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Akan tetapi, secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Allah pemilik karunia yang besar.

Jadi, kebencian dan kedengkian sudah menjadi watak atau karakternya. Apapun modelnya, selalu saja muncul sifat-sifat tersebut. Mereka sudah tidak ada beban lagi tentang makna kebenaran, tentang balasan hari akhir, tentang kemanusiaan dan tentang perdamaian. Hilangnya nilai-nilai tersebut membuat mereka bebas melakukan apa saja, termasuk melakukan segala cara untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan.

Kedengkian kaum yahudi telah menutup makna kebenaran universal. Kebenaran hanya ada pada dirinya dan pendapatnya. Semua apa yang mereka lakukan adalah kebenaran, meskipun berlawanan dengan hati nurani nya dan hati nurani umat manusia.

Masa bodoh tentang kebenaran, tentang kemanusiaan dan tentang hak asasi manusia. Mereka menggunakan segala kekuatan untuk menghancurkan musuh-musuhnya, termasuk menumbuhkan kebencian di antara umat Islam. Sebab pola ini yang sangat efektif membuat umat islam bermusuh-musuhan dan melemahkan energi mereka untuk menjadi kekuatan Tunggal di dunia. Kesadaran potensi umat Islam menjadi kekuatan yang sangat besar membuat kaum yahudi selalu iri dan dengki kepada mereka. Itu sebabnya, salah satu yang paling efektif dilakukan saat sekarang ini yaitu menumbuhkan benih-benih kebencian di internal umat islam.

Sehingga mereka terperangkap oleh keinginan kaum yahudi. Umat Islam akhirnya tidak malu saling menyerang,saling membuka aib di medsos dan saling membunuh satu dengan lainnya. Saat musuh-musuh sudah menyusun agenda-agenda peradaban dengan kemajuan saint dan teknologi serta ilmu pengetahuan, umat Islam energinya dikuras habis-habis dengan terus berseteru, bertengkar, saling memfitnah dan saling berperang demi mempertahankan kebenaran-kebenaranya masing-masing.

Meredakan ketegangan di internal umat Islam memang sangat sulit. Salah satu penyebabnya karena kesadaran ilmu pengetahuan dan pentingnya menyiapkan peradaban masa depan masih sangat lemah. Hanya bangsa yang umat Islam nya mempunyai ketinggian intelektual dan kemajuan teknologi tinggi yang sedikit waktu untuk membuka aib saudaranya sendiri.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   67

Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   86

Ketika Musim Semi Tiba
06 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   173

Ketika Cinta Bertasbih
04 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   226

Islam dan Muslim
03 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   291

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14032


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5074


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      4907


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3725