Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

343 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Rayuan Maut



Sabtu , 16 Mei 2026



Telah dibaca :  140

Penganut agama Islam sejak dulu hingga sekarang ini tidak lepas dari berbagai ujian dan tantangan hidup yang tidak ringan dalam mempertahankan hidup nya. Beragam godaan datang dari kaum yang tidak suka terhadap kebenaran ilahiyah. Mereka terus melakukan upaya untuk menghancurkan keimanan dari dalam dada nya. Mereka meniupkan kenikmatan dunia dengan segala fasilitasnya. Tujuannya agar kembali kafir. Dan saat mereka kafir, maka mereka-umat Islam yang kembali kafir-akan ditertawakan dan dibiarkan menderita.

Jika toh tidak menderita, orang-orang seperti ini akan dijadikan agen doktrin kaum kafirin untuk memromosikan sebagai iklan tentang keindahan dunia, dan menceritakan penderitaan mereka saat menganut agama Islam.

Allah SWT telah menjelaskan hal tersebut dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 109 sebagai berikut:

وَدَّ كَثِيْرٌ مِّنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَوْ يَرُدُّوْنَكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ اِيْمَانِكُمْ كُفَّارًاۚ حَسَدًا مِّنْ عِنْدِ اَنْفُسِهِمْ مِّنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّۚ فَاعْفُوْا وَاصْفَحُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝١٠٩

Artinya:

Banyak di antara Ahlulkitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman menjadi kafir kembali karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka, maafkanlah (biarkanlah) dan berlapang dadalah (berpalinglah dari mereka) sehingga Allah memberikan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Penulis teringat ujian Nabi Muhammad SAW ketika menyebarkan kebenaran ilahiyah. Kaum kafirin melakukan berbagai upaya untuk menghentikan dakwah nya. Para tokoh pemuka kaum kafirin berjanji memberikan fasilitas dunia, kekayaan, jabatan dan wanita-wanita yang tercantik di Tanah Arab. Pendek kata, seluruh kenikmatan dunia bisa diperoleh dengan sekejap jika Nabi Muhammad SAW meninggalkan dakwah Ilahiyah.

Nabi Muhammad SAW menolaknya. Ia berkata:

"Demi Allah wahai pamanku! Seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan dakwah ini, aku tidak akan meninggalkannya sampai Allah memenangkannya atau aku binasa karenanya.”

Ketika penulis membuka kisah keteguhan dakwah kanjeng Nabi Muhammad SAW, hati terasa damai terhadap ujian hidup yang sering silih berganti. Kita memang bukan seorang Nabi dan tidak akan menjadi Nabi. Ujian hidup tentu tidak sedahsyat Nabi. Namun keteguhan hati memasrahkan diri kepada Allah dalam melihat kehidupan di dunia ini merupakan suatu pembelajaran yang sangat agung agar kita belajar dari nya.

Era modern telah menjadi babak baru ujian kehidupan yang semakin hebat. Dunia digital telah menampilkan kondisi ekonomi dan politik global semakin kacau, tentang persaingan hidup, tentang sulitnya mencari pekerjaan, tentang semakin sempit wilayah tempat tinggal kita dan tentang bayang-bayang ancaman geopolitik jika tiba-tiba terjadi perang dunia ketiga; perang dengan tenaga nuklir. Kondisi alam seperti ini terkadang menyebabkan hati kita ciut, gelisah dan takut tidak berkesudahan.

Pikiran manusia dan psikologi nya benar-benar dihantam sedemikian hebat. Kondisinya seperti ikan berada dalam timba. Lalu air diputar terus menerus sehingga ikan-ikan tersebut pun akan mengalami stress dan traumatic yang berkepanjangan.

Pada saat kondisi seperti ini, negara-negara adi kuasa tampil seperti pahlawan. Mereka menawarkan berita gembira berupa fasilitas dunia. Orang-orang yang sedang terjepit ekonomi dan membutuhkan ketenangan dan kebahagiaan hidup akan menyambutnya tawaran-tawaran tersebut.

Sebenarnya, semua tawaran-tawaran yang diberikan oleh nya hanya sebatas umpan dalam mata pancing. Kenikmatan yang ditawarkan hanya sebatas seekor cacing di ujung mata pancing. Bagi ikan, seekor cacing adalah kenikmatan besar, tapi bagi pemilik pancing satu ekor cacing tidak ada gunannya sama sekali.

Negara-negara adi kuasa menciptakan hidup hedonisme. Semua kesenangan diukur dengan keindahan dunia: rumah mewah, kendaraan mahal, alat komunikasi bergengsi, dan pekerjaan bergengsi. Semua di desain sebagai gaya hidup ala modern. Padahal semua itu jebakan, tapi kita tidak menyadari hal tersebut.

Lalu, mereka pun membuat rekayasa baru dengan nama-nama yang mengerikan: krisis moneter, bencana covid-19, kekeringan masalah, dan krisis pangan. Pada saat itu, muncul efek domino dari semua krisis yaitu pengangguran dan ekonomi. Terjadilah kekacauan dimana-mana. Tidak lagi mengenal saudara. Semua ingin menyelamatkan diri. Dunia benar-benar didesain seolah-olah sangat menakutkan.

Hanya orang-orang yang benar-benar beriman selalu berpegang teguh terhadap prinsip-prinsip tauhid. Tidak takut dalam menelusuri ketentuan-ketentuan yang Allah berikan kepada nya. Mereka terus berusaha, belajar, bekerja dan terus memperbaiki kualitas diri. Bukan sebagai tujuan hidup, tapi strategi diri mempersembahkan karya terbaik di dunia dalam merealisasikan perintah Allah yaitu melakukan jihad dan ijtihad peradaban.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Menanamkan Keyakinan Akan Pertolongan Allah
21 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   87

Gara-Gara Kursi Xi Jinping dan Trump
19 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   164

Sholat, Zakat dan Pendidikan
18 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   123

Mengelola Taman Surga
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   228

Rencana-Rencana Tuhan
12 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   226

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13762


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4817


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3165