Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

343 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Sholat, Zakat dan Pendidikan



Senin , 18 Mei 2026



Telah dibaca :  122

Setelah menceritakan berbagai konspirasi Kaum Yahudi, Allah menjelaskan tentang pentingnya keimanan yang mengakar pada diri umat Islam. Ini cara agar umat Islam bisa jernih melihat dua persoalan yang saling bertentangan-hak dan batil.

Keimanan saja tidak cukup. Ia memerlukan realisasi dalam kehidupan sehari-hari yaitu sholat, zakat dan aktivitas yang dilakukan mencari ridha Allah SWT, sebagaimana telah dijelaskan  dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 110 sebagai berikut:

وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝١١٠

Artinya:

Dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Dua kalimat perintah: sholat dan zakat. Sholat merupakan manifestasi penghambaan secara total manusia kepada Allah SWT. Hanya diri-Nya satu-satu-nya Tuhan yang pantas disembah dan pantas tempat kembali segala urusan.

Zakat merupakan manifestasi hubungan sosial produktif. Kelompok orang-orang yang mampu mengeluarkan zakat adalah perwujudan dari kelompok umat Islam yang merealisasikan ajaran Islam sebagai solusi ekonomi umat Islam. Sebab jika persoalan ekonomi tidak bisa diselesaikan, maka akan mudah sekali umat Islam diprovokasi untuk murtad-keluar Islam-atau paling tidak, ada usaha untuk menanamkan keraguan kepada umat Islam sendiri bahwa agama Islam tidak mampu menyelesaikan persoalan kemiskinan umatnya.

Provokasi-provokasi seperti ini yang dilakukan oleh kaum yahudi sejak masa Nabi Muhammad pertama mengibarkan bendera dakwah. Pola ini pun yang terus dilakukan hingga saat sekarang ini. Sebab kenyataannya, persoalan ekonomi merupakan kebutuhan dasar manusia yang sangat komplek implikasinya. Itu sebabnya, membangun manusia-manusia ahli zakat sebenarnya membentuk pilar-pilar peradaban internal umat Islam agar mereka rajin bekerja keras untuk memperbaiki ekonominya.

Setelah kedua komponen utama tersebut bisa berjalan dalam upaya menyelesaikan persoalan umat, maka Allah SWT menekankan tentang pola hidup berstandar kemanfaatan-istilah sekarang hidup berdampak- dalam segala aspek kehidupan.

Makna berdampak itu luas, seluas bidang kehidupan manusia yang sangat beragam. Apalagi di era digital saat sekarang ini, ada pergeseran sistem kehidupan pada dunia digital mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, keamanan dan lain-lain. Pola tradisional sedikit demi sedikit mulai hilang. Pasar-pasar tradisional berganti dengan platform-platform pasar digital. Transaksi sudah tidak face to face, sudah melalui online.

Pada saat dunia mengalami pergeseran peradaban tradisional menuju digitalisasi, umat Islam ditantang untuk menciptakan inovasi-inovasi maha karya -mognum opus- dalam upaya melakukan singkronisasi antara sholat, zakat dan amalun sholihun-karya nyata sebagai satu kesatuan gerak langkah peradaban.

Tentu saja gerak langkah peradaban lahir dari proses pendidikan yang berkualitas. Pendidikan menjadi jalan untuk mengintegrasikan sholat, zakat dan karya nyata sebagai kekuatan utuh merubah wajah dunia jahiliyah menjadi dunia yang bertamadun dalam panji-panji Islam.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Menanamkan Keyakinan Akan Pertolongan Allah
21 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   86

Gara-Gara Kursi Xi Jinping dan Trump
19 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   163

Rayuan Maut
16 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   140

Mengelola Taman Surga
14 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   224

Rencana-Rencana Tuhan
12 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   226

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13762


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4817


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3165