
Setelah menceritakan berbagai konspirasi
Kaum Yahudi, Allah menjelaskan tentang pentingnya keimanan yang mengakar pada
diri umat Islam. Ini cara agar umat Islam bisa jernih melihat dua persoalan
yang saling bertentangan-hak dan batil.
Keimanan saja tidak cukup. Ia memerlukan
realisasi dalam kehidupan sehari-hari yaitu sholat, zakat dan aktivitas yang
dilakukan mencari ridha Allah SWT, sebagaimana telah dijelaskan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 110 sebagai
berikut:
وَاَقِيْمُوا
الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَۗ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ
تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ١١٠
Artinya:
Dirikanlah
salat dan tunaikanlah zakat. Segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu
akan kamu dapatkan (pahalanya) di sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat
apa yang kamu kerjakan.
Dua kalimat
perintah: sholat dan zakat. Sholat merupakan manifestasi penghambaan secara
total manusia kepada Allah SWT. Hanya diri-Nya satu-satu-nya Tuhan yang pantas
disembah dan pantas tempat kembali segala urusan.
Zakat
merupakan manifestasi hubungan sosial produktif. Kelompok orang-orang yang
mampu mengeluarkan zakat adalah perwujudan dari kelompok umat Islam yang
merealisasikan ajaran Islam sebagai solusi ekonomi umat Islam. Sebab jika
persoalan ekonomi tidak bisa diselesaikan, maka akan mudah sekali umat Islam
diprovokasi untuk murtad-keluar Islam-atau paling tidak, ada usaha untuk
menanamkan keraguan kepada umat Islam sendiri bahwa agama Islam tidak mampu
menyelesaikan persoalan kemiskinan umatnya.
Provokasi-provokasi
seperti ini yang dilakukan oleh kaum yahudi sejak masa Nabi Muhammad pertama
mengibarkan bendera dakwah. Pola ini pun yang terus dilakukan hingga saat
sekarang ini. Sebab kenyataannya, persoalan ekonomi merupakan kebutuhan dasar
manusia yang sangat komplek implikasinya. Itu sebabnya, membangun
manusia-manusia ahli zakat sebenarnya membentuk pilar-pilar peradaban internal
umat Islam agar mereka rajin bekerja keras untuk memperbaiki ekonominya.
Setelah kedua
komponen utama tersebut bisa berjalan dalam upaya menyelesaikan persoalan umat,
maka Allah SWT menekankan tentang pola hidup berstandar kemanfaatan-istilah
sekarang hidup berdampak- dalam segala aspek kehidupan.
Makna
berdampak itu luas, seluas bidang kehidupan manusia yang sangat beragam.
Apalagi di era digital saat sekarang ini, ada pergeseran sistem kehidupan pada
dunia digital mulai dari pendidikan, ekonomi, politik, keamanan dan lain-lain. Pola
tradisional sedikit demi sedikit mulai hilang. Pasar-pasar tradisional berganti
dengan platform-platform pasar digital. Transaksi sudah tidak face to
face, sudah melalui online.
Pada saat dunia
mengalami pergeseran peradaban tradisional menuju digitalisasi, umat Islam
ditantang untuk menciptakan inovasi-inovasi maha karya -mognum opus- dalam upaya
melakukan singkronisasi antara sholat, zakat dan amalun sholihun-karya nyata
sebagai satu kesatuan gerak langkah peradaban.
Tentu saja gerak
langkah peradaban lahir dari proses pendidikan yang berkualitas. Pendidikan menjadi
jalan untuk mengintegrasikan sholat, zakat dan karya nyata sebagai kekuatan
utuh merubah wajah dunia jahiliyah menjadi dunia yang bertamadun dalam
panji-panji Islam.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   66
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78
Ketika Musim Semi Tiba
06 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   173
Ketika Cinta Bertasbih
04 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   226
Islam dan Muslim
03 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   291
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14032
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5074
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      4907
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4133
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3725