Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

873 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Indah nya Majelis ilmu, Dzikir dan Sholawat



Minggu , 19 Februari 2023



Telah dibaca :  553

Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan undangan Peringatan Haul Abah Guru Sekumpul Ke-18 Di Majelis Ta’lim Dan Sholawat Hidayatul Musthofa Asuhan Abah Guru Muhammad Tohirin Abdul Hamid. Saya pun  mesminta maaf kepadanya tidak bisa hadir. Kebetulan pada saat yang sama, Badan Pemeriksa Keuangan[BPK] RI datang ke STAIN Bengkalis. Intruksi dari Pimpinan, semua harus berada di STAIN Bengkalis sampai tanggal 22 Pebruari 2023. Saya pun mematuhinya. 

Seandainya saya di Selatpanjang, kemungkinan besar saya menghadiri majelis ilmu dan dzikir, serta sholawat. Sungguh sangat menyenangkan di majelis yang bisa melihat keindahan dunia dari pancaran nur Muhammad s.a.w. namun sedikit terobati, teman-teman pengurus PCNU dan GP Ansor serta para kiai banyak yang hadir antara lain: Kiai Muhammad Dalhar, Kiai Mardio Hasan, Kiai Muhammad Shodiq dan lain-lain.


Saya sudah lama mengenal Abah Guru Muhammad Tohirin [Abah Tohirin atau Saya Sering Memanggil Kiai Tohirin]. Tahun 2008 saya sudah nyantri Bersama istri saya selama hampir 4 bulan. Hampir setiap hari jika bertemu yang dibahas berkaitan dengan muhasabah binafsih dan tentang bagaimana mengenal diri sendiri. Bahwa orang untuk mengenal dirinya sendiri sangat sulit. Sebab keakuan yang sering muncul akibat besarnya nafsu yang bersarang di dada. Ini sangat sulit untuk mendapatkan cahaya kebenaran. Keakuan ini karena merasa punya jabatan, merasa paling berjasa dan orang lain tidak ada artinya, merasa paling berilmu dan berpengalaman dan pikiran-pikiran picik berkaitan dengan tujuan keduniaan. Ketika sifat-sifat ini masih ada diri kita maka ucapan hanya sebatas hujah pembenar bukan untuk mencari kebenaran, dalil hanya sebatas akal-akalan untuk mengakali orang lain untuk kepentingan diri sendiri.


Di majelis ini diajari untuk melepaskan keakuan diri. Semua sama, sama-sama sedang merayu Tuhan dan sama-sama sedang mengharapkan menjadi kekasih kanjeng nabi Muhammad s.a.w. Di majelis ini ingin meniru pribadi nabi yang agung akhlaknya; ketulusan berfikir, berdzikir dan menyebut nama teragung nabi Muhammad s.a.w. Toh seandainya belum bisa mengikuti akhlak rasul, setidaknya tercatat orang yang sangat mencintainya.

Lihatlah mereka yang duduk di majelis ini; ada para pejabat seperti kepala kemenag, anggota dewan, para kiai seperti Kiai Dahroji, Kiai Muhammad Dalhar, Kiai Abdul Rauf, Kiai Mardio Hasan, Kiai Surasman,Kiai Muhammad Irham, Kiai Muhammad Shodiq, Ustadz Muhammad Taufk dan anggota GP Ansor dan Banser serta para kiai dari berbagai kecamatan seperti dari rangsang dan rangsang pesisir datang. Mereka datang sama-sama memuji Allah dan Rasul-Nya yang agung melalui tawasul kepada guru yang agung yaitu Abah Guru Sekumpul.


Kenapa mereka datang? Para kiai dengan merelakan waktu dan biaya mengambil berkah atau tabaruk pada Haul Abah Sekumpul yang berisi sholawat kepada Nabi? Karena mereka adalah orang-orang yang sedang merambah jalan-jalan menuju cahaya ketenangan mata hati. Mereka adalah ahli ilmu, mereka telah menunjukan kedudukan sebagai ahli ilmu semakin mencintai terhadap majelis ilmu. Sama  sholawatnya, bacaanya dan mau’dzatul hasanah nya. Namun karena dikemas dari ketulusan yang mendalam semua menjadi terasa ladzat dalam ucapan, tatapan mata,  hati dan rasa. Semua hadir karena ada rasa cinta yang agung dan tulus. Bukan hanya cinta yang tulus yang bisa menyatukan rasa. Bukankah dari cinta yang tulus akan terbuka hijab dan muncul cahaya-cahaya Surga dunia? Hanya orang-orang yang ada di Majelis ini dan orang-orang yang terpaut dalam majelis seperti ini yang bisa memahami nya. 




Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

Jam'iah khoul.

Saya merasakan ada cinta dan kerinduan kepada Rasulullah di majelis seperti ini, maka saya hadir disana bukan hanya karena saya siapa, tapi karena siapa saya ketika bersamanya.

   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   219

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   196

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   217

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   213

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14392


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6091


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4456