
Beberapa
hari yang lalu, saya mendapatkan undangan Peringatan Haul Abah Guru Sekumpul Ke-18
Di Majelis Ta’lim Dan Sholawat Hidayatul Musthofa Asuhan Abah Guru Muhammad Tohirin
Abdul Hamid. Saya pun mesminta maaf
kepadanya tidak bisa hadir. Kebetulan pada saat yang sama, Badan Pemeriksa
Keuangan[BPK] RI datang ke STAIN Bengkalis. Intruksi dari Pimpinan, semua harus
berada di STAIN Bengkalis sampai tanggal 22 Pebruari 2023. Saya pun
mematuhinya.
Seandainya saya di Selatpanjang, kemungkinan besar saya menghadiri majelis ilmu dan dzikir, serta sholawat. Sungguh sangat menyenangkan di majelis yang bisa melihat keindahan dunia dari pancaran nur Muhammad s.a.w. namun sedikit terobati, teman-teman pengurus PCNU dan GP Ansor serta para kiai banyak yang hadir antara lain: Kiai Muhammad Dalhar, Kiai Mardio Hasan, Kiai Muhammad Shodiq dan lain-lain.

Saya sudah lama mengenal Abah Guru Muhammad Tohirin [Abah Tohirin atau Saya Sering Memanggil Kiai Tohirin]. Tahun 2008 saya sudah nyantri Bersama istri saya selama hampir 4 bulan. Hampir setiap hari jika bertemu yang dibahas berkaitan dengan muhasabah binafsih dan tentang bagaimana mengenal diri sendiri. Bahwa orang untuk mengenal dirinya sendiri sangat sulit. Sebab keakuan yang sering muncul akibat besarnya nafsu yang bersarang di dada. Ini sangat sulit untuk mendapatkan cahaya kebenaran. Keakuan ini karena merasa punya jabatan, merasa paling berjasa dan orang lain tidak ada artinya, merasa paling berilmu dan berpengalaman dan pikiran-pikiran picik berkaitan dengan tujuan keduniaan. Ketika sifat-sifat ini masih ada diri kita maka ucapan hanya sebatas hujah pembenar bukan untuk mencari kebenaran, dalil hanya sebatas akal-akalan untuk mengakali orang lain untuk kepentingan diri sendiri.

Di
majelis ini diajari untuk melepaskan keakuan diri. Semua sama, sama-sama sedang
merayu Tuhan dan sama-sama sedang mengharapkan menjadi kekasih kanjeng nabi
Muhammad s.a.w. Di majelis ini ingin meniru pribadi nabi yang agung akhlaknya;
ketulusan berfikir, berdzikir dan menyebut nama teragung nabi Muhammad s.a.w. Toh seandainya belum bisa mengikuti akhlak rasul, setidaknya tercatat orang yang sangat mencintainya.
Lihatlah mereka yang duduk di majelis ini; ada para pejabat seperti kepala kemenag, anggota dewan, para kiai seperti Kiai Dahroji, Kiai Muhammad Dalhar, Kiai Abdul Rauf, Kiai Mardio Hasan, Kiai Surasman,Kiai Muhammad Irham, Kiai Muhammad Shodiq, Ustadz Muhammad Taufk dan anggota GP Ansor dan Banser serta para kiai dari berbagai kecamatan seperti dari rangsang dan rangsang pesisir datang. Mereka datang sama-sama memuji Allah dan Rasul-Nya yang agung melalui tawasul kepada guru yang agung yaitu Abah Guru Sekumpul.

Kenapa mereka datang? Para kiai dengan merelakan waktu dan biaya mengambil berkah atau tabaruk pada Haul Abah Sekumpul yang berisi sholawat kepada Nabi? Karena mereka adalah orang-orang yang sedang merambah jalan-jalan menuju cahaya ketenangan mata hati. Mereka adalah ahli ilmu, mereka telah menunjukan kedudukan sebagai ahli ilmu semakin mencintai terhadap majelis ilmu. Sama sholawatnya, bacaanya dan mau’dzatul hasanah nya. Namun karena dikemas dari ketulusan yang mendalam semua menjadi terasa ladzat dalam ucapan, tatapan mata, hati dan rasa. Semua hadir karena ada rasa cinta yang agung dan tulus. Bukan hanya cinta yang tulus yang bisa menyatukan rasa. Bukankah dari cinta yang tulus akan terbuka hijab dan muncul cahaya-cahaya Surga dunia? Hanya orang-orang yang ada di Majelis ini dan orang-orang yang terpaut dalam majelis seperti ini yang bisa memahami nya.

Penulis : Imam Ghozali
Jam'iah khoul.
Saya merasakan ada cinta dan kerinduan kepada Rasulullah di majelis seperti ini, maka saya hadir disana bukan hanya karena saya siapa, tapi karena siapa saya ketika bersamanya.
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   219
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   196
Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   217
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   213
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14392
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6091
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5550
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4680
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4456