
Sore ini saya menyempatkan ziarah kubur dan
mengirim doa untuk ayahanda ku yang telah meninggal dunia, guru-guru ku dan
orang-orang yang mempunyai kenangan indah dalam mewarnai hidup ku.
Ketika saya baru sampai di sekitar lokasi Makam -Kuburan-, ada anak-anak berusia seusia anak ku sekitar berumur 9 tahun, menawarkan dua bungkus bunga nyekar atau bunga tujuh rupa atau anak tadi menyebutnya bunga rampai. Saya tersenyum. Dua-dua nya saya beli. Saya merangkulnya dan hati ku berkata: “hebat, sudah pandai jualan”.

Kadang seperti terlihat paradox disamping
kuburan jualan. Orang lain ziarah untuk mengingat mati, dia dan orang tuanya
malah jualan. Saya kira sah-sah saja. Bukan berarti ingat mati malas kerja. Justru
karena adanya kematian, Islam menganjurkan untuk menabung kebaikan melalui
bekerja. Justru, ingat mati malah tidak bekerja jadi berdosa.
Saya jadi ingat firman Allah dalam Q.S.
Al-Ankabut ([29]:60):
وَكَاَيِّنْ مِّنْ دَاۤبَّةٍ لَّا تَحْمِلُ رِزْقَهَاۖ اللّٰهُ يَرْزُقُهَا
وَاِيَّاكُمْ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
Artinya:
"Betapa banyak hewan bergerak yang
tidak dapat mengusahakan rezekinya sendiri. Allahlah yang memberi rezeki
kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Saya berjalan dengan istri dan dua anak-afrin
anisah dan Muhammad faiz artanabil-menuju makam kyai sarbini. Ia alumni lirboyo
yang menjadi tokoh agama di kota selatpanjang. Kiprahnya sangat besar dalam
bidang Pendidikan dan keagamaan. Karena dia juga, saya mengenal Selatpanjang
dan mendapatkan jodoh disini juga. Pada tahun 2013, dia meninggal dunia. Menjelang
ramadhan tahun ini, saya berziarah ke Makam nya. Saya ingat sabda Nabi Muhammad
SAW:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
Artinya:
Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang)
berziarahlah kalian. (HR Muslim).
إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ
لَهُمْ
Artinya:
Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur Baqi’ agar engkau
memintakan ampunan buat mereka. (HR Muslim)
Saya teringat Syeikh Imam Ghozali Hujatul Islam yang sangat dalam ilmu
dan pemahaman agama nya sebagai berikut:
زيارة القبور مستحبة على الجملة للتذكر والاعتبار وزيارة قبور الصالحين
مستحبة لأجل التبرك مع الاعتبار
Artinya:
Ziarah kubur disunahkan secara umum dengan tujuan untuk mengingat (kematian) dan mengambil pelajaran, dan menziarahi kuburan orang-orang shalih disunahkan dengan tujuan untuk tabarruk (mendapatkan barakah) serta pelajaran. (Al-Ghazali, Ihya’ Ulum ad-Dien, juz 4, halaman: 521).

Nabi Muhammad pernah melarang karena
sebelum Islam datang, kuburan menjadi tempat peminta. Setelah Islam datang,
nabi mempersilahkan untuk ziarah kubur. Sebab umat Islam sudah paham yang
memberi rezeki hakikatnya hanya Allah SWT. Ziarah kubur menjadi media untuk
mengingatkan siapa diri kita dan akan kemana hidup kita setelah ada kematian. Ziarah
kubur menambah keimanan dan menambah kesadaran jati diri manusia yang
sesungguhnya. Maka, ziarah kubur menjadi sunnah untuk dilaksanakan kapan saja ada
kesempatan.
Di kalangan umat Islam ada tradisi
menjelang bulan ramadhan melakukan ziarah kubur. Kadang sebagian juga melakukannya
pada akhir bulan ramadhan. Tidak apa-apa membuat tradisi seperti ini. Islam menganjurkan
dan tidak menentukan waktunya. Maka melaksanakan berulang-ulang karena tidak
ada larangan tidak masalah.
Seperti Allah menganjurkan sholat dhuha,tapi
tidak mengkususkan waktu atau jam nya. Sepanjang masih waktu sholat dhuha tidak
ada masalah. Jika pun anda mendawamkan-mentradisikan- sholat dhuha tepat pada
jam 08.00 WIB pun tidak masalah. Meskipun nabi tidak mengajarkan hal tersebut. No
problem anda menentukan sholat dhuha jam 08.00 untuk diri sendiri tidak
masalah.
Selesai berdoa dan tabur bunga serta
menyiram air di atas pusara, kami pun pulang. Saya bertemu beberapa teman dan para
jamaah pengajian. Saya melihat mereka sudah ada perubahan. Wajah terlihat tua. Kulit
berkeriput, rambut memutih dan gigi sudah banyak yang permisi. Senyum dan tertawa
nya seperti masih anak-anak. Terlihat lucu-lucu. Apalagi teman-teman ku rata-rata
pandai melucu.
Saya jadi teringat hadist Nabi Muhammad SAW
:
مامن مسلمين يلتقيان فيتصافحان الا غفر لهما قبل ان يتفرقا
Artinya:
Tiadalah dari dua orang Islam yang berjumpa lalu saling bersalaman, melainkan
keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.
تصافحوا يذهب الغل عن قلوبكم
Artinya:
Hendaklah kalian berjabat tangan agar lenyap rasa dendam yang ada dalam
hati-hatimu semua.
Walhasil, ziarah kubur terlihat sederhana
ternyata manfaatnya sangat besar. Jika hari ini kita mungkin masih terasa sedih
dan mempunyai perasaan yang tidak menentu, atau mungkin terlalu berhayal
tentang keindahan hidup di dunia, ziarah kubur merupakan terapi yang sangat
efektif untuk mengenal diri kita dari segala kekurangan nya. semoga, dengan
selalu ziarah kubur, kita semakin sadar sebagai hamba Allah dan semakin nikmat
beribadah dan beramal karena-Nya.
Penulis : Imam Ghozali
Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   83
Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   139
Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   100
Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   103
Board of Peace menjelang Ramadhan
11 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   89
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3115
Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355