Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

847 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan



Kamis , 12 Februari 2026



Telah dibaca :  103

Ya Allah, saya baru sadar kalau sudah satu bulan lebih tidak turun hujan. Itupun saya baru tahu ketika istri ku mengirim pesan lewat WA bahwa air hujan tinggal sedikit. Ketika saya turun dari Kapal Dumai Line dan disambut tukang ojek, dia pun mengatakan kepada ku bahwa sudah lama tidak turun hujan. Ketika saya duduk sama-sama dengan pak polisi, dia sudah bergegas mengkordinir anggotanya agar segera ke tempat kebarakan karena terjadi kebakaran hutan.

Ya Allah, saya baru saja diberi tahu bahwa tanah gambut jika terjadi kemarau panjang berpotensi bisa mengeluarkan asap dan jika terkena hembusan angin berpotensi bisa menyambar daun-daun kering dan terjadi kebakaran meskipun tidak dibakar.

Ya Allah, saya melihat mobil, gerobak dan becak menjual air hujan beberapa hari lalu. Namun katanya, sekarang sudah mulai tidak jual lagi air hujan. Para penjual sudah mulai khawatir terhadap kebutuhan sendiri. Khawatir habis.

Ya Allah, saya melihat ke atas. Langit masih sangat cerah berwarna biru. Saya melihat di pinggir bibir laut, angin bertiup sangat kencang. Kadang para penumpang muntah-muntah tidak bisa menahan goncangan yang sangat kuat saat berada di dalam kapal laut.

Ya Allah, langit terlihat indah membiru. Tapi hati terasa sedih dan bertanya-tanya,”Kapan hujan akan turun?”. Belum ada tanda-tanda akan datangnya hujan. Para petani susah karena banyak tanaman mati. Para penjual ES susah, karena sudah mulai tidak ada lagi air untuk membuat ES batu.

Ya Allah, kadang saya berfikir. Malu juga kepada Mu selalu meminta. Saat meminta turun hujan, saya jadi teringat akan kejahilan ku karena sering melupakan perintah-perintah-Mu dan sering mengerjakan apa yang dilarang oleh-Mu.

Ya Allah, karena tidak turun hujan ini. Kadang terasa ingin menangis saat saudara-saudara ku saling caci maki, ucapannya sudah tidak mencerminkan indah nya ajaran Islam, bahkan nun jauh di sana ada yang saling tuduh menuduh, saling bunuh membunuh, dan saling gontok-gontokan seperti layaknya kehidupan di hutan rimba, seperti layak nya pola hidup homo homini lupus -orang lain menginjak-nginjak, membunuh, mencaci maki orang lain.

Ya Allah, jika mengingat itu kadang terasa malu ingin minta kepada-Mu. Saya membayangkan diri betapa banyak dosa ku yang terus bertambah seperti bertambahnya sampah-sampah yang dibuang di tempat pembuangan sampah. Semakin bertambah banyak, menggunung dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Ya Allah, saya merasakan diri seperti polusi kehidupan akibat dosa-dosaku. Ibadah ku tidak pernah ikhlas, pikiran ku selalu saja berfikir negatif dan perbuatan ku selalu saja membuat orang lain merasa terganggu, bicara ku membuat sekelilingku merasa tertekan dan darah tinggi nya naik.

Ya Allah, namun pada sisi lain saya teringat akan kasih sayang-Mu yang sangat luas dan agung. Saya sangat teringat akan firman-Mu betapa sangat senang jika hamba-hamba Mu meminta sesuatu kepada-Mu.

Ya Allah, saya juga jadi teringat betapa luas rahmat dan kasih sayang Mu melebihi luas nya jagat raya dan seluruh ciptaan-Mu. Saya yakin, Allah tidak akan memberikan ujian yang melebihi dari kapasitasku. Tidak mungkin. Itu janji Mu di ayat-ayat suci Mu.

Ya Allah, pada kesempatan ini saya memohon kepada Mu dengan segala kekurangan dan tumpukan dosa ku yang hina ini:

“Ya Allah, Ya Rahman, Ya Ghofur Ar-Rahim..saya melihat ku, disisiku, hamba-hamba Mu, tukang ojek, para petani, para pencari rizki, tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang dan semua nya. Hari ini kami sangat membutuhkan air hujan turun dari langit. Ya Allah, curahkan air hujan dari langit agar bumi tempat tinggal kami basah dan mendapatkan air yang bersih dan bisa dikonsumsi untuk kesehatan kami. Ya Allah turunkan air hujan yang menjadi kami semakin dekat dengan Mu, semakin mengerti akan kasih sayang Mu, semakin nikmat ibadah karena Mu. Ya Allah, turunkan air hujan dari langit air hujan yang membawa berkah, bukan air hujan yang menimbulkan bencana. Jadikanlah air hujan yang mengantarkan keberkahan muncul dari bumi dari segala penjuru mata angin”.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   83

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   139

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   101

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   101

Board of Peace menjelang Ramadhan
11 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   90

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      12930


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4046


Puasa dan Ilmu Padi
Rabu , 03 April 2024      2424


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2355