
Daripada bengong, pagi ini kami menggelar seminar internasional kecil-kecilan. Cuma tiga orang: saya, Dr. Chanif dan Dr. Mansur. Tema tidak tanggung-tanggung:”konflik Israel vs Iran, kenapa dunia Islam mingkem?’. Tema ngeri-ngeri sedap. Konflik geopolitik semakin panas. Perang Israel vs Iran. Saling serang. Mereka perang, kita ikut tegang. Siap-siap, harga barang-barang gas, barang bangunan harga bertambah melambung.
Data terbaru Perdana Menteri Israel memakai “ilmu mbudeg”. Kelakunya “mirip-mirip” Kumbakarna-adik Rahwana-yang telah melakukan tirakat “topo-turu”. Konon ia titisan dewa yang menguasai seluruh isi dunia. Wajar, seluruh akses sumber daya alam berada di tangannya [apakah Israel juga menguasai SDA sekarang ini?].
Pada tataran politik, Kumbakarna tidak suka sama kebijakan politik
Rahwana kakak nya yang menjadi Raja Alengka Pura. Ia sudah ngomong baik-baik agar
Sinta Dewi istri Ramawijaya dikembalikan saja dan tidak perlu disandera. Nasehat
nya justru menimbulkan emosi Rahwana. Seketika itu juga sang raja yang punya sepuluh muka [maka disebut Dasamuka], mencaci-maki dan bentak-bentak plus mengusir Kumbakarna dari Rapat Terbatas [Ratas] dengan para Menteri. Ia pun pergi dan
memilih bertapa tidur.
Perang besar meletus. Saat pasukan Ramawijaya dan pasukan monyet
yang dipimpin oleh Sugriwa menyerang Alengka Pura. Seketika itu juga kota
lumpuh. Pasukan Alengkapura banyak yang mati. Bahkan para jenderal pun banyak mati terbunuh di medan
pertempuran. Salah satunya Patih Prahasta.
Mau tidak mau, Rahwana membangunkan Kumbakarna
untuk bertarung ke medan pertempuran. Setelah bangun Kumbakarna berkata
demikian: “Saya bertempur di medan laga bukan karena membela Rahwana meskipun kakak kandungku, saya bertempur karena membela tanah airku dari serangan
negara asing”.
Ucapan luar biasa. Itu sikap nasionalisme dan cinta tanah air, sekaligus membenci imperialisme. Berbeda Perdana Menteri Israel punya prinsip: “Semua
negara di dunia ini harus tunduk dalam kendalinya”. Prinsip yang sangat berbeda
dengan Kumbakarna.
Data terbaru Mayor Jendral Mohammad Bagheri
dan Hossein Salami terbunuh. Ini menambah daftar panjang Jenderal-Jendral Iran meninggal dunia akibat konflik
Israei-Iran dan AS vs Iran antara lain. Silahkan anda berselancar di google
daftar nama-nama jenderal tersebut yang telah dibunuh oleh AS dan Israel.
Kenapa AS dan Israel sangat benci dengan Iran?.
Kenapa satu-satunya negara yang totalitas melawan Israel atas kekejaman Palestina-melalui perang-adalah negara Iran. Ia mendukung perjuangan palestina
sejak tahun 1979. Sudah berkali-kali perang atas dukungan tersebut, baik perang
dengan AS maupun dengan Israel setelah menjadi negara berdaulat.
Jika menelusuri sejarah, kedua negara
tersebut sudah bermusuhan sejak lama. Islam telah mengabadikan dua negara besar
Romawi dan Persia. Romawi mempunyai garis keturunan dari negara rum dengan nenek
moyang nabi ya’qub (israel). Persia berasal dari Suku Arya dan mencapai puncak
kejayaan pada masa Kekaisaran Akhemeniyah.
Konflik perang Romawi-Persia sudah terjadi
sejak tahun 54 Sebelum Masehi [SM]. Jauh sebelum Nabi Isa lahir. Seberapa persis
berapa kali masing-masing menang. Selalu silih berganti antara keduanya. Kedua melakukan
perebutan pengaruh dalam bidang politik dan ekonomi. Selain juga perbedaan
agama, romawi menganut Kristen dan Persia menganut Zoroastrianisme.
Ketika tentara Romawi mampu mengalahkan
tentara Persia, pada masa Nabi Muhammad, umat Islam menyambut kemenangan
tersebut dengan sangat senang. Hal ini diabadikan dalam Q.S. Ar-Rum ayat 2-4
sebagai berikut:
غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ
غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ
قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ
Artinya:
“Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri
yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa
tahun (lagi). Milik Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada
hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin.”
Kemenangan Romawi pada masa nabi dianggap
sebagai kemenangan ahlu kitab. Sebab pada masa kejayaan Persia,
pengaruhnya sangat luas di wilayah Timur Tengah. Salah satunya yaitu pengaruh
ideologi. Para penyembah berhala di Jazirah Arab menjadi tradisi turun-temurun.
Ia dianggap sebagai sesembahan kaum elit yang dihembuskan oleh pusat kekuasaan
saat itu di Persia.
Kedatangan Islam pada waktu itu antithesis
dari agama Persia yang sudah mengakar di tanah Arab yaitu menyembah berhala. Saat
itu, agama Islam diejek dan dicaci maki serta dihina saat itu karena dianggap
sebagai agama yang tidak membawa suatu kejayaan di dunia. Maka, kemenangan
bangsa Romawi menjadi legitimasi tentang kebenaran agama Ahlu Kitab. Kemenangan
ini memperkuat agama Islam yang secara keasliannya mempunyai visi sama yaitu
mentauhidkan kepada Allah SWT.
Kini bangsa Romawi yang beriaspora di
berbagai negara telah mendirikan negara sendiri yang disebut negara Israel. Memori
kenangan indah pada masa Nabi Muhammad berubah. Negara Israel telah dianggap
sebagai musuh utama umat Islam. di mata sebagian umat Islam, bangsa Israel penyebab
negara Palestina dan negara-negara Islam lainnya hancur. Ia musuh bebuyutan
umat Islam.
Negara Persia yang sekarang disebut negara
iran sudah tidak lagi beragama Zoroastrianisme. Iran negara yang sangat pluralis,
ada suku Persia, Arab, Yahudi dan lain-lain. Yahudi di Palestina mempunyai
jumlah terbesar selain di negara israel, antara 9000-15000 orang atau 0,1% dari
total populasi.
Islam masuk ke Iran pada abad ke-7, pada
masa Dinasti Abbasiyah. Penduduk beragama majuzi berduyun-duyun masuk Islam.
Mereka sunni. Pada abad ke-16 Dinasti
Safawi mengubah sunni menjadi syiah. Kedudukan ideologi ini semakin kuat saat
terjadi Revolusi Iran pada tahun 1979 dibawah pimpinan Ayatollah Khomaini. Pada
tahun ini juga, pemerintah Iran selalu beroposisi dengan negara-negara yang
pernah menjadi diaspora kaum yahudi seperti AS, Inggris dan
negara-negara barat.
Dari hasil diskusi tiga narasumber saya dan
Dr. Chanif – doktor lulusan timur-tengah[maskud nya lulusan pesantren dari Jawa
Timur dan Jawa Tengah] memberi kesimpulan bahwa konflik Iran Vs AS, dan Iran vs
Israel disebabkan karena “penyakit lama kambuh”, yaitu sama-sama punya
kebiasaan perang untuk mendapatkan pengaruh dari negara-negara lain.
Sedangkan kesimpulan Dr. Muhammad Al-Mansur-
doktor lulusan dari barat, maksudhnya baratnya Jawa yaitu Sumatera-bahwa
ketidaktertarikan umat Islam membela Iran yang sedang melawan Israel karena di
negara mullah tersebut ada kata “syi’ah”. Para pembela Islam takut dicap
“syiah” gara-gara membela perjuangan Iran. Jangankan persoalan perang,
persoalan perbedaan furu’iyah saja dalam ibadah pun sudah dicap syiah. Sedikit-sedikit
syiah. Padahal yang nuduh syiah kadang “erornya” parah tidak ketulungan.
Kadang sebagian umat Islam berpolitik ganda. Satu sisi benci terhadap negara Israel yang membombardir masyarakat Palestina marah-marah dan menyerukan jihad di media sosial. Giliran negara yang hidup se mati membela rakyat Palestina [negara Iran] dibom dan dibunuh para tokoh dan ilmuwannya tidak ada respon simpati sama sekali. lucu. Mungkin takut dituduh syi'ah[padahal sering sebagian saudara kita mengagumi pendidikan dan teknologi bangsa Cina, tidak juga dituduh ateis].
Padahal memperjuangkan Palestina untuk menjadi sebuah negara tidak cukup hanya mendapat dukungan dari umat Islam saja, tapi dari seluruh bangsa dan negara di dunia. Diantara negara yang siap pasang badan bertempur demi Palestina yaitu negara Iran. Bagiku, mendukung penghentian aksi jahat negara Israel ke Iran, bagian dari solidaritas internasional terhadap perjuangan kemerdekaan masyarakat Palestina.
Masihkah umat Islam menutup mata atas perjuangan negara Iran terhadap kemerdekaan Palestina?. Ingat, muslim Palestina 93% Sunni, sisanya Kristen ,Yahudi aliran agama lainnya. Wallahu a'lam.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3568
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2948
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875