Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Israel vs Iran: Dunia Islam Diam?



Sabtu , 14 Juni 2025



Telah dibaca :  494

Daripada bengong, pagi ini kami menggelar seminar internasional kecil-kecilan. Cuma tiga orang: saya, Dr. Chanif dan Dr. Mansur. Tema tidak tanggung-tanggung:”konflik Israel vs Iran, kenapa dunia Islam mingkem?’. Tema ngeri-ngeri sedap. Konflik geopolitik semakin panas. Perang Israel vs Iran. Saling serang. Mereka perang, kita ikut tegang. Siap-siap, harga barang-barang gas, barang bangunan harga bertambah melambung.

Data terbaru Perdana Menteri Israel memakai “ilmu mbudeg”. Kelakunya “mirip-mirip” Kumbakarna-adik Rahwana-yang telah melakukan tirakat “topo-turu”. Konon ia titisan dewa yang menguasai seluruh isi dunia. Wajar, seluruh akses sumber daya alam berada di tangannya [apakah Israel juga menguasai SDA sekarang ini?].

Pada tataran politik, Kumbakarna tidak suka sama kebijakan politik Rahwana kakak nya yang menjadi Raja Alengka Pura. Ia sudah ngomong baik-baik agar Sinta Dewi istri Ramawijaya dikembalikan saja dan tidak perlu disandera. Nasehat nya justru menimbulkan emosi Rahwana. Seketika itu juga sang raja yang punya sepuluh muka [maka disebut Dasamuka], mencaci-maki dan bentak-bentak plus mengusir Kumbakarna dari Rapat Terbatas [Ratas] dengan para Menteri. Ia pun pergi dan memilih bertapa tidur.

Perang besar meletus. Saat pasukan Ramawijaya dan pasukan monyet yang dipimpin oleh Sugriwa menyerang Alengka Pura. Seketika itu juga kota lumpuh. Pasukan Alengkapura banyak yang mati. Bahkan para jenderal pun banyak mati terbunuh di medan pertempuran. Salah satunya Patih Prahasta.

Mau tidak mau, Rahwana membangunkan Kumbakarna untuk bertarung ke medan pertempuran. Setelah bangun Kumbakarna berkata demikian: “Saya bertempur di medan laga bukan karena membela Rahwana meskipun kakak kandungku, saya bertempur karena membela tanah airku dari serangan negara asing”.

Ucapan luar biasa. Itu sikap nasionalisme dan cinta tanah air, sekaligus membenci imperialisme. Berbeda Perdana Menteri Israel punya prinsip: “Semua negara di dunia ini harus tunduk dalam kendalinya”. Prinsip yang sangat berbeda dengan Kumbakarna.

Data terbaru Mayor Jendral Mohammad Bagheri dan Hossein Salami terbunuh. Ini menambah daftar  panjang Jenderal-Jendral Iran meninggal dunia akibat konflik Israei-Iran dan AS vs Iran antara lain. Silahkan anda berselancar di google daftar nama-nama jenderal tersebut yang telah dibunuh oleh AS dan Israel.

Kenapa AS dan Israel sangat benci dengan Iran?. Kenapa satu-satunya negara yang totalitas melawan Israel atas kekejaman Palestina-melalui perang-adalah negara Iran. Ia mendukung perjuangan palestina sejak tahun 1979. Sudah berkali-kali perang atas dukungan tersebut, baik perang dengan AS maupun dengan Israel setelah menjadi negara berdaulat.

Jika menelusuri sejarah, kedua negara tersebut sudah bermusuhan sejak lama. Islam telah mengabadikan dua negara besar Romawi dan Persia. Romawi mempunyai garis keturunan dari negara rum dengan nenek moyang nabi ya’qub (israel). Persia berasal dari Suku Arya dan mencapai puncak kejayaan pada masa Kekaisaran Akhemeniyah.

Konflik perang Romawi-Persia sudah terjadi sejak tahun 54 Sebelum Masehi [SM]. Jauh sebelum Nabi Isa lahir. Seberapa persis berapa kali masing-masing menang. Selalu silih berganti antara keduanya. Kedua melakukan perebutan pengaruh dalam bidang politik dan ekonomi. Selain juga perbedaan agama, romawi menganut Kristen dan Persia menganut Zoroastrianisme.

Ketika tentara Romawi mampu mengalahkan tentara Persia, pada masa Nabi Muhammad, umat Islam menyambut kemenangan tersebut dengan sangat senang. Hal ini diabadikan dalam Q.S. Ar-Rum ayat 2-4 sebagai berikut:

غُلِبَتِ الرُّوْمُۙ فِيْٓ اَدْنَى الْاَرْضِ وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُوْنَۙ فِيْ بِضْعِ سِنِيْنَ ەۗ لِلّٰهِ الْاَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْۢ بَعْدُ ۗوَيَوْمَىِٕذٍ يَّفْرَحُ الْمُؤْمِنُوْنَۙ

Artinya:

“Bangsa Romawi telah dikalahkan, di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang dalam beberapa tahun (lagi). Milik Allahlah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang mukmin.”

Kemenangan Romawi pada masa nabi dianggap sebagai kemenangan ahlu kitab. Sebab pada masa kejayaan Persia, pengaruhnya sangat luas di wilayah Timur Tengah. Salah satunya yaitu pengaruh ideologi. Para penyembah berhala di Jazirah Arab menjadi tradisi turun-temurun. Ia dianggap sebagai sesembahan kaum elit yang dihembuskan oleh pusat kekuasaan saat itu di Persia.

Kedatangan Islam pada waktu itu antithesis dari agama Persia yang sudah mengakar di tanah Arab yaitu menyembah berhala. Saat itu, agama Islam diejek dan dicaci maki serta dihina saat itu karena dianggap sebagai agama yang tidak membawa suatu kejayaan di dunia. Maka, kemenangan bangsa Romawi menjadi legitimasi tentang kebenaran agama Ahlu Kitab. Kemenangan ini memperkuat agama Islam yang secara keasliannya mempunyai visi sama yaitu mentauhidkan kepada Allah SWT.

Kini bangsa Romawi yang beriaspora di berbagai negara telah mendirikan negara sendiri yang disebut negara Israel. Memori kenangan indah pada masa Nabi Muhammad berubah. Negara Israel telah dianggap sebagai musuh utama umat Islam. di mata sebagian umat Islam, bangsa Israel penyebab negara Palestina dan negara-negara Islam lainnya hancur. Ia musuh bebuyutan umat Islam.

Negara Persia yang sekarang disebut negara iran sudah tidak lagi beragama Zoroastrianisme. Iran negara yang sangat pluralis, ada suku Persia, Arab, Yahudi dan lain-lain. Yahudi di Palestina mempunyai jumlah terbesar selain di negara israel, antara 9000-15000 orang atau 0,1% dari total populasi.

Islam masuk ke Iran pada abad ke-7, pada masa Dinasti Abbasiyah. Penduduk beragama majuzi berduyun-duyun masuk Islam.  Mereka sunni. Pada abad ke-16 Dinasti Safawi mengubah sunni menjadi syiah. Kedudukan ideologi ini semakin kuat saat terjadi Revolusi Iran pada tahun 1979 dibawah pimpinan Ayatollah Khomaini. Pada tahun ini juga, pemerintah Iran selalu beroposisi dengan negara-negara yang pernah menjadi diaspora kaum yahudi seperti AS, Inggris dan negara-negara barat.

Dari hasil diskusi tiga narasumber saya dan Dr. Chanif – doktor lulusan timur-tengah[maskud nya lulusan pesantren dari Jawa Timur dan Jawa Tengah] memberi kesimpulan bahwa konflik Iran Vs AS, dan Iran vs Israel disebabkan karena “penyakit lama kambuh”, yaitu sama-sama punya kebiasaan perang untuk mendapatkan pengaruh dari negara-negara lain.

Sedangkan kesimpulan Dr. Muhammad Al-Mansur- doktor lulusan dari barat, maksudhnya baratnya Jawa yaitu Sumatera-bahwa ketidaktertarikan umat Islam membela Iran yang sedang melawan Israel karena di negara mullah tersebut ada kata “syi’ah”. Para pembela Islam takut dicap “syiah” gara-gara membela perjuangan Iran. Jangankan persoalan perang, persoalan perbedaan furu’iyah saja dalam ibadah pun sudah dicap syiah. Sedikit-sedikit syiah. Padahal yang nuduh syiah kadang “erornya” parah tidak ketulungan.

Kadang sebagian umat Islam berpolitik ganda. Satu sisi benci terhadap negara Israel yang membombardir masyarakat Palestina marah-marah dan menyerukan jihad di media sosial. Giliran negara yang hidup se mati membela rakyat Palestina [negara Iran] dibom dan dibunuh para tokoh dan ilmuwannya tidak ada respon simpati sama sekali. lucu. Mungkin takut dituduh syi'ah[padahal sering sebagian saudara kita mengagumi pendidikan dan teknologi bangsa Cina, tidak juga dituduh ateis].

Padahal memperjuangkan Palestina untuk menjadi sebuah negara tidak cukup hanya mendapat dukungan dari umat Islam saja, tapi dari seluruh bangsa dan negara di dunia. Diantara negara yang siap pasang badan bertempur demi Palestina yaitu negara Iran. Bagiku, mendukung penghentian aksi jahat negara Israel ke Iran, bagian dari solidaritas internasional terhadap perjuangan kemerdekaan masyarakat Palestina.

Masihkah umat Islam menutup mata atas perjuangan negara Iran terhadap kemerdekaan Palestina?. Ingat, muslim Palestina 93% Sunni, sisanya Kristen ,Yahudi aliran agama lainnya. Wallahu a'lam.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875