
فِيْ قُلُوْبِهِمْ
مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۢ ەۙ بِمَا
كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ
“Dalam hati
mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab
yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta”.
Ilmu medis telah membuat daftar penyakit-penyakit
yang membahayakan jiwa manusia dari dulu sampai saat sekarang ini. Kita pernah
mendengar penyakit TBC (tuberculosis). Penyakit ini menempati urutan ke-13
penyebab kematian manusia. Pada tahun 2022 diperkirakan ada 10,6 juta orang
terkena penyakit tersebut di seluruh dunia. Penyakit ini menyerang pada usia
produktif yaitu 45 tahun sampai pada 54 tahun. Ironisnya, usia tersebut adalah
usia produktif yang menyerang penduduk Indonesia. Bahkan menjadi pengindap
penyakit terbesar nomor dua setelah India.
Penyakit yang mematikan lagi yaitu HIV/AIDS.
Penyakit ini tergolong baru, tetapi mempunyai potensi mematikan sangat besar. Korban
jiwa yang paling besar di Afrika Selatan (7,1 juta), Nigeria (3,2 juta), dan India
(2,1 juta). Negara Indonesia tidak termasuk kategori besar, tapi potensi
penyebaran penyakit tersebut sangat terbuka sejalan semakin marak pergaulan
bebas di segala kalangan usia produktif. Pada tahun 2022 sekitar 22.331 orang
terkena HIV. Bisa jadi trend penularan dan perkembangan penyakit
tersebut dari tahun 2023 dan 2024 meningkat, jika dilihat pola pergaulan bebas
sudah begitu marak saat sekarang ini.
Selain HIV ada juga penyakit yang
cukup mengancam jiwa manusia yaitu stroke. Penyakit ini menjadi penyakit
pembunuh nomor satu di Indonesia. estimasi kemampuan hidup bagi orang
yang telah terkena stroke berkisar pada 1,8 tahun sampai pada 5,7 tahun.
Islam tidak hanya memperkenalkan tentang
penyakit yang bersifat jasmaniah, tetapi juga ruhaniah. Keduanya bisa saja
tidak ada hubungan nya. Meskipun terkadang pada sisi tertentu bisa saling
keterkaitan. Seperti orang yang selalu hasud atau dengki. Ketika otak
dan pikirannya tidak kuat menyangga sifat-sifat tersebut akan mempengaruhi pada
penurunan daya tahan tubuh. Begitu sebaliknya, ketika seseorang mempunyai hati
yang bersih dari penyakit penyakit hati, hidup semakin damai dan tenang. Kehidupan
damai dan tenang lahir dari jiwa yang tenang. Hal ini sangat membantu peredaran
darah dan sirkulasi bernafas menjadi normal. Sehingga potensi sehat jasmaninya
semakin besar.
Nabi Muhammad saw bersabda:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا
صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ،
أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسل
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam
tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah
seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah
seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan
Muslim).
Para ulama mengartikan hadist
tersebut bukan sebatas daging semata, tapi sebagai tempat pusatnya keimanan dan
keikhlasan amal sholeh. Gus Mus mengatakan, qalbun itu bukan dari alam
syahadah tetapi dari alam ghaib. Ia bersandar pada hati secara fisik itu, tetapi
bukan yang dilihat itu. Qalbun itu raja, ia bisa mengenal Allah dan
sifat-sifat keindahan alam semesta ini dikenali qalbu.
Dari definisi tersebut berarti
qalbun dalam arti jasad dan qalbun dalam arti maknawi sebagaimana dikatakan Gus Mus tadi, sama-sama mempunyai potensi sakit. Qalbun dalam bentuk segumpal darah disebut Liver. Tokoh-Tokoh Indonesia yang pernah ganti liver yaitu Nurcholish Madjid
(Cak Nur) dan Dahlan Iskan. Sayangnya, Cak Nur gagal ganti liver dan
meninggalkan dunia, sedangkan Dahlan Islam berhasil. Secara kedokteran, jika
orang terkena penyakit ini, bisa merubah warna kulit menjadi semakin hitam. Cak
Nur dan Dahlan Iskan pun begitu. Tapi sekarang Dahlan Iskan kembali normal
dalam aktivitasnya dan juga kulitnya.
Berkaitan dengan penyakit liver, saya
membaca buku Dahlan Iskan yang berjudul “Ganti Hati”. Buku tersebut pernah best
seller pada masanya. Salah satu yang sangat menarik adalah kesiapan nya untuk
operasi. Sambil menunggu jadwal operasi, ia masih menyempatkan kursus bahasa
mandarin di rumah sakit tersebut. Ketika sudah saatnya operasi dan diterangkan
resiko kegagalannya dan juga menceritakan banyak pasien yang gagal ganti liver
dan kemudian meninggal dunia, Dahlan Iskan dengan senyum ikhlas mengatakan
dengan tegas dan mantap :”Saya Siap Ganti Hati”.
Salah satu yang menyebabkan Dahlan
Iskan mempunyai sandaran kuat dalam menghadapi ujian yang maha berat termasuk
menghadapi kematian saat itu (jika gagal bisa dipastikan meninggal dunia),
adalah berkah amalan tarikat syatariyah. Tarekat ini telah mengajarkan
hidup “sumeleh”, yaitu suatu hidup yang mengajarkan asal-usul manusia
dari dan akan kembali kepada-Nya. Itu sebabnya, menjalani hidup semata-mata
ikhlas mencari ridha-nya secara totalitas.
Berangkat dari kisah di atas tersebut,
bahwa orang yang mempunyai kesehatan qalbun maknawi sangat membantu sekali
menciptakan kesehatan pada qalbun jasmani (liver). Orang yang mempunyai qalbun
maknawi atau qalbun salim adalah orang-orang yang hatinya bersemanyam keagungan
Allah dan kecintaan kepada Rasulullah saw. Hati nya bersinar dan tidak ada lagi
debu-debu kotoran seperti dengki, takabur dan sejenisnya. Sehingga hidup nya
selalu bahagia, senantiasa menebarkan kedamaian dan selalu berusaha menjadi
orang yang bermanfaat bagi khalayak ramai.
Namun saat qalbun maknawi nya
sudah gelap, maka seisi dunia pun menjadi gelap. Meskipun hidup di
tengah-tengah cahaya lampu. Ia sudah tidak mengenal etika, sopan santun dan
welas asih. Semua yang dilakukan hanya untuk kepentingan diri dan kelompoknya. Itu
sebabnya, muncul pada diri nya permusuhan-permusuhan, yang sebenarnya ia sedang
memusuhi diri nya sendiri. Sebab memusuhi orang lain bagi hati yang kotor
sebenarnya sedang memusuhi dirinya sendiri tapi ia tidak menyadarinya. Maka,
tidak ada kemenangan sama sekali. Menang dan kalah bagi hati yang gelap
sama-sama tempatnya di Api Neraka. Semoga kita terhindar dari penyakit akut
yang sangat mematikan.
Penulis : Imam Ghozali
Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324
Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185
Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81
Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96
Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13563
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4554
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2969
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876