Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

873 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Jalan Panjang Membentuk MWC NU Rangsang Pesisir



Senin , 20 Februari 2023



Telah dibaca :  342

Catatan harian ini untuk mengenang almarhum Sahabat Shohib, Kader GP Ansor sebagai Ketua Kecamatan Rangsang Pesisir pada Era Kiai Khosairi, M.Pd.I. saya mengenangnya sebagai orang yang sangat baik sekali. Betul-betul membekas dalam ingatan saya. Wajahnya yang lembut, tampan dan murah senyum serta sopan adalah tipikal orang yang cerdas, punya wawasan luas dan mudah bergaul. Saya bertemu beberapa kali. Pertama kali saat pembentukan Pengurus MWC NU Rangsang Pesisir di rumahnya Ustadz Muhahmmad Rifai. Dia menjadi penyambut tamu. Saya lupa tahunnya, mungkin pertengahan tahun 2018 atau 2019. Kedua saat mengikuti PKPNU di Siak. Yang ketiga, saat dia berada di Rumah Sakit Umum Bengkalis.

Ketika ada informasi saat dia sakit, saya pun lupa wajah nya. Saya menjenguknya bersama sahabat Chanifudin. Karena waktu itu musim covid-19, ruangan nya ditutup. Hanya istri nya yang bisa jaga. Saya hanya bisa menengok dari jauh. Saat dia melihatku, wajahnya mempunyai semangat yang sangat tinggi. Senyum nya sulit dilupakan dalam benaku. Saya pun tersenyum. namun hati saya menangis, ada perasaan sedih. Seolah-olah dalam hati mengatakan bahwa senyum yang indah tersebut tidak akan ditemukan di kemudian hari. Dan ternyata benar, selang beberapa hari saya mendengar kabar, bahwa dia tersenyum selamanya berjumpa dengan sang kekasih teragung yaitu Allah s.w.t. saya menyakini, sahabat shohib husunul khotimah. Amin.

Kembali kepada catatan pembentukan Pengurus MWC NU Rangsang Pesisir. Saat itu sebenarnya bukan inisiatif saya. Ada kalimat yang tidak enak masuk ditelingaku, yaitu dari Kiai Abdul Rauf, Abang dari Kiai Muhammad Hozin. Dalam dialog bersama-sama kawan-kawan aktivis NU, dia berkata kurang lebih begini: “Masa sih, yang menghidupkan kegiatan NU dan keliling ke kecamatan-kecamatan hanya kiai doktor Imam, apa kita tidak mau mengambil bagiannya.

Para aktivis NU pun berkumpul. Seperti biasa model NU, kumpulnya pun santai tidak tegang; roko’an, minum kopi, dan makan-makanan ringan iuran bareng-bareng. Saya ingat yang datang waktu itu antara lain: Kiai Khosairi, Kiai Mardio Hasan, Kiai Mungidan Alhafidz, Kiai Muhammad Shodiq, Kiai Abdul Rauf, Ustadz Muhammad Taufik, Sahabat Slamet dan lain-lain.

Saya masih ingat saat datang ke Rangsang Pesisir, yang dituju adalah rumah Muhammad Rifai. Konon ceritanya masih ada saudara dari pak Kamislan Alahair. Kami sampaii sore hari menjelang maghrib. Seingat saya waktu bulan puasa. Tuan rumah pak Muhammad Rifai telah menyiapkan persiapan yang menurut saya sudah cukup sempurna. Ada makanan, ta’jilan  dan minuman yang menurut ukuran saya sangat istimewa dan mewah. Saya pribadi merasa malu atas sambutan luarbiasa. Muhammad Rifai benar-benar telah menunjukan loyalitas terhadap NU dan berkorban dengan kebesaran NU. Walaupun secara organisasi dia masih awam. Namun bagi saya, kecintaan nya terhadap NU jauh melebihi dari para pengurus NU sendiri.

Acara pembentukan di Mushola. Undangan sangat ramai. Sekitar ada 45 orang. Acaranya pun sederhana, ada sambutan dari sahabat Muhamamd Rifai, Kiai Khosairi, dan termasuk saya memberikan tentang wawasan ke-NU-an singkat. Doa seingat saya ditutup oleh Kiai Mungidan Alhafidz atau Kiai Mardio. Tapi yang jelas waktu itu, Kiai Mardio Hasan belum dipanggil kiai keramat.

Saat itu ketua MWC NU  terpilih adalah Muhammad Rifa’i. Dia meminta waktu untuk melengkapi kepengurusan. Namun karena sama-sama ada kesibukan, kepengurusan ini tertunda cukup lama. Akhirnya kami dipertemukan lagi saat Umroh bersama pada tahun 2022. Jika dihitung dari pembentukan sekitar dua tahun lebih enam bulan, kepengurusan MWC NU bisa terbentuk. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya mencari orang-orang yang benar-benar ngrumat NU. Ini sangat susah. Yang minta jadi pengurus banyak, tapi yang militant sangat susah. Yang ingin menjadi pengurus NU hanya untuk kepentingan diri sangat banyak, tapi yang ngurip-ngurip NU dengan biaya sendiri sangat sulit. Itu sebabnya, perjuangan panjang Muhamma Rifai akan senantiasa kami kenang sebagai pembuka jalan kepengerusan MWC NU di Rangsang Pesisir.

Semoga keberkahan selalu menyertai nya dan keluarga besarnya di dunia dan akherat. Amin.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Obituari Bapapuh
25 Februari 2026   Oleh : A. Ushfuri   219

Refleksi Ramadhan: Setiap Manusia Turis Untuk Dirinya Sendiri
18 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   227

Perang Air dan Romadhan: Kajian Budaya dan Agama
17 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   196

Marketing Penjual Bunga Menjelang Bulan Ramadhan
16 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   217

Ya Allah, Anugerahkan kepada Kami Air Hujan yang Membawa Keberkahan
12 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   213

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14392


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6091


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4456