
Secara pribadi penulis tidak mengerti pola
permainan judi online. Penulis hanya melihat obyek persoalan pada kata “judi”,
apapun jenisnya, tetap hukumnya haram. Namun saat sekarang ini judi online
laris manis dan menyasar ke semua kalangan. Kenapa? Itulah branding
marketing. Barang najis sekalipun seperti “Kencing Onta”, bisa disulap
seolah-olah “rasa coklat”. Padahal sejak dulu air kencing rasanya tidak
karuan; “sepet”, “sengar”, apalagi jika yang dimakan jengkol, petai dan
sejenisnya, pasti bertambah “menyala” rasa dan baunya.
Saat sekarang ini, sebagian anak bangsa Indonesia kecanduan permainan judi online, tidak peduli apakah pengangguran atau sudah bekerja, tidak peduli golongan drop out dari pendidikan atau sudah menyandang gelar sarjana, magister atau doktor. Jika sudah terkena penyakit ini, pola pikirnya sama; cari untung.
Penulis terus terang kagum sama bos judi mampu menghisap pemabuk judi online sampai di liang lahat, dan uniknya yang dihisap tidak merasakan hal tersebut. Malah terkadang yang dihisap tetap "cengar-cengir" seperti fine-fine saja. Hal ini menunjukan bahwa Ia mempunyai tingkat IQ super cerdas dalam meramu rasa judi
online untuk semua kalangan seperti rasa kopi di kedai kopi. Bagi pecandu kopi rasa kopi di kedai kopi lebih nikmat daripada kopi di rumah. Jujur saja. Padahal,
sama-sama kopi dan gula, bahkan di rumah tidak perlu bayar. Tapi hanya untuk
mencari sensasi rasa, mereka rela meninggalkan rumah dan membayar kopi dengan harga
mahal? Padahal ujung-ujungnya di buang juga di WC.
Berikut sensasi judi online yang menjadi candu
mematikan: Pertama, judi online menawarkan trik bisnis sangat unik dan menarik dengan slogan seperti”
Bekerja tanpa meninggalkan rumah”, “Bekerja cukup modal android”, “Menjadi
miliarder bermodal android!!”. Kedua, mendapat kepuasan instan. Para pelaku
judi online sangat menikmati secara langsung Ketika memasang disitus judi
online, tidak membutuhkan waktu panjang seperti investasi konvesional, judi
online memasang saat itu, saat itu juga akan mendapatkan hasilnya. Ketiga, para
pelaku judi online bisa mendapatkan keuntungan besar dengan waktu relative
singkat ketimbang investasi konvensional yang terkadang belum jelas hasil dan
juga terkadang mengandung resiko yang besar. Sehingga orang lebih memilih judi
online. Keempat, maraknya situs judi online tanpa batas akibat maju dan modern
system digitalisasi di dunia maya. Fasilitas-fasilitas ini yang menyebabkan
setiap orang bisa mengakses judi online kapan saja.
Apakah para pelaku judi online sudah ada yang
sukses? Penulis belum mempunyai datanya. Tapi jika diantara mereka yang sudah
terkapar bangkrut sudah lumayan banyak; pertama, sebut saja Mr.X yang kecanduan
judi online, kini harus merelakan rumah yang harganya milyaran amblas disita
bank gara-gara judi online; kedua ada seorang pemuda berkelahi dan memukul
istri nya gara-gara gaji suaminya habis di tempat judi online; ketiga ada seorang
istri terpaksa bercerai akibat dari suami banyak hutang akibat “mendem” judi
online. Keempat, ada sepasang suami-istri sudah merintis bisnis kecil-kecil
sudah cukup baik, kemudian gulung tikar gara-gara judi online. Kelima, seorang pemuda
mengahiri hidupnya gara-gara judi online. Keenam, seorang suami menghilang dari
rumah gara-gara dicari oleh seseorang karena pinjam duit untuk judi online.
Silahkan anda mendaftar sendiri tetangga yang
mabuk judi online. Mungkin di antara mereka ada yang sukses dan anda keciptratan
untungnya. Sebab sebanyak korban judi online sepengetahuanku belum ada yang
sukses, yang “bonyok” sangat banyak.
Apa yang harus dilakukan saat sekarang ini
bagi yang belum terkena godaan maut judi online: pertama, jangan dekati teman
dekatmu yang sedang berjudi. Percayalah, obrolannya biasa sangat mengihpnotis
dan rayuan mautnya melebihi rayuan seorang wanita kepada seorang pria. Bayangkan
saja, anda saja didekati oleh cewek cantik langsung panas dingin, apalagi
didekati oleh rayuan judi online, bisa dipastikan langsung takluk tak berdaya. Kedua,
jangan sampai mencoba dan yakinkan dalam hati bahwa judi online tidak
bermanfaat. Ketiga, jika anda belum mempunyai pekerjaan karena sudah berumah
tangga, coba mencari pekerjaan yang halal meskipun harus bekerja serabutan dan
tidak jelas hasilnya. Jika istrimu tidak menerima dan menuntut lebih di luar
kemampuanmu katakan saja, “inilah yang saya mampu, jika sabar atas segala yang
ada silahkan tetap hidup bersamaku, jika tidak kuat atas rezeki yang sedikit,
saya pun terpaksa mencari istri lagi”.
Apa pesan bagi yang sudah terkapar judi
online? Melalui tulisan ini mungkin ada diantara pelaku lagi online dan
kebetulan membaca tulisan ini. Ada beberapa pesan yang mungkin bermanfaat:
pertama, penderitaan judi online sebenarnya pembuka dari penderitaan disebabkan
oleh nya seperti keluarga berantakan, istri tidak terawatt dan anak-anak
menjadi broken home, keluarga dan karir menjadi hancur. Kedua, jika
kebetulan anda frustasi dan kemudian bunuh diri, maka anda membuka penderitaan
yang lebih panjang lagi yaitu: namamu hancur di dunia, dan jiwa ragamu digebugi
oleh mungkar-nakir sertia dijadikan “sate” saat di Neraka. Ketiga, belajar
merendahkan standar hidup anda yang terlalu tinggi. Jangan ukur kehidupan
dengan fasilitas dunia yang mewah. Percayalah, semua itu hanya fatamogana.
Sebab sejarah kehidupan telah memberi pelajaran, orang-orang yang mewah dengan
cara yang tidak benar berakhir dengan penderitaan dan rasa malu yang luarbiasa.
Belajar menikmati pemberian Tuhan yang ada, dan perbaiki karir dengan cara yang
normal sesuai norma dan etika kehidupan. Saya kira jika ini dilakukan, anda
akan bahagia tanpa harus bergelimang harta.
Apa yang harus dilakukan pemerintah? Satu kata,
“tutup!!!” seluruh situs judi online. Bagaimana jika ada back up para
bandar bos? Sama jawabannya, “tutup!!!” rezeki dan karir pada beking
judi. Bagaimana jika bandel, jawabannya satu kata, “tutup !!” karir
hidupnya. Sebab judi dan narkoba sama-sama merusak dan berbahaya bagi masa
depan bangsa dan negara. Jika bandar narkoba bisa di “dor”, kenapa bandar
judi tidak bisa?
Sebagai penutup tulisan ini, penulis
berpesan kepada diri sendiri dan para pembaca. Jika kita masih menyayangi
keluarga kita, pasangan kita dan anak-anak kita, bekerjalah sesuai dengan apa
yang ada pada diri kita. Jika ingin menambah penghasilan lakukan dengan
cara-cara yang normal dan benar. Sebab yang menjamin kebahagiaan hidup sekarang
dan akan datang adalah jalan hidup yang benar. Bisa juga kita tetap miskin,
tapi jalan kebenaran yang dipilih akan menjadi berkah generasi anak-anak kita
menjadi manusia yang hebat-hebat. Itu adalah jalan para nabi, sahabat, ulama
dan orang-orang yang benar-benar sukses dunia dan akherat.
Tapi jika anda sudah tidak lagi ada harapan
dan tidak mau lagi memperbaiki diri, maka lakukan semau hidup mu. Sebab menuruti
hawa nafsu itu memang sangat nikmat dan penyesalan akibat menuruti hawa nafsu
pasti datang di kemudian hari. Silahkan, pilih jalan yang terbaik menurut anda.
Penulis : Imam Ghozali
Haul Mbah Subari; Ulama dan Penulis Rintisan
19 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   121
Menyalakan Obor Tradisi Ulama-Sebuah Pengantar
10 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   247
Lail Al-Qadr : Menggali Ruh Peradaban Islam
08 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   115
Alarm Depresi Remaja Australia, Peringatan bagi Indonesia !
17 Desember 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   309
Mutiara Untuk Anak-Anakku
25 November 2025   Oleh : Dr.Edi Purnomo,MA   153
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13560
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3571
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2950
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876