Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Judi Online; Suntik Kematian yang Mengerikan



Minggu , 30 Juni 2024



Telah dibaca :  505

Secara pribadi penulis tidak mengerti pola permainan judi online. Penulis hanya melihat obyek persoalan pada kata “judi”, apapun jenisnya, tetap hukumnya haram. Namun saat sekarang ini judi online laris manis dan menyasar ke semua kalangan. Kenapa? Itulah branding marketing. Barang najis sekalipun seperti “Kencing Onta”, bisa disulap seolah-olah “rasa coklat”. Padahal sejak dulu air kencing rasanya tidak karuan; “sepet”, “sengar”, apalagi jika yang dimakan jengkol, petai dan sejenisnya, pasti bertambah “menyala” rasa dan baunya.

Saat sekarang ini, sebagian anak bangsa Indonesia  kecanduan permainan judi online, tidak peduli apakah pengangguran atau sudah bekerja, tidak peduli golongan drop out dari pendidikan atau sudah menyandang gelar sarjana, magister atau doktor. Jika sudah terkena penyakit ini, pola pikirnya sama; cari untung.  

Penulis terus terang kagum sama bos judi mampu menghisap pemabuk judi online sampai di liang lahat, dan uniknya yang dihisap tidak merasakan hal tersebut. Malah terkadang yang dihisap tetap "cengar-cengir" seperti fine-fine saja. Hal ini menunjukan bahwa Ia mempunyai tingkat IQ super cerdas dalam meramu rasa judi online untuk semua kalangan seperti rasa kopi di kedai kopi. Bagi pecandu kopi rasa kopi di kedai kopi lebih nikmat daripada kopi di rumah. Jujur saja. Padahal, sama-sama kopi dan gula,  bahkan di rumah tidak perlu bayar. Tapi hanya untuk mencari sensasi rasa, mereka rela meninggalkan rumah dan membayar kopi dengan harga mahal? Padahal ujung-ujungnya di buang juga di WC.

Berikut sensasi judi online yang menjadi candu mematikan: Pertama, judi online menawarkan trik bisnis  sangat unik dan menarik dengan slogan seperti” Bekerja tanpa meninggalkan rumah”, “Bekerja cukup modal android”, “Menjadi miliarder bermodal android!!”. Kedua, mendapat kepuasan instan. Para pelaku judi online sangat menikmati secara langsung Ketika memasang disitus judi online, tidak membutuhkan waktu panjang seperti investasi konvesional, judi online memasang saat itu, saat itu juga akan mendapatkan hasilnya. Ketiga, para pelaku judi online bisa mendapatkan keuntungan besar dengan waktu relative singkat ketimbang investasi konvensional yang terkadang belum jelas hasil dan juga terkadang mengandung resiko yang besar. Sehingga orang lebih memilih judi online. Keempat, maraknya situs judi online tanpa batas akibat maju dan modern system digitalisasi di dunia maya. Fasilitas-fasilitas ini yang menyebabkan setiap orang bisa mengakses judi online kapan saja.

Apakah para pelaku judi online sudah ada yang sukses? Penulis belum mempunyai datanya. Tapi jika diantara mereka yang sudah terkapar bangkrut sudah lumayan banyak; pertama, sebut saja Mr.X yang kecanduan judi online, kini harus merelakan rumah yang harganya milyaran amblas disita bank gara-gara judi online; kedua ada seorang pemuda berkelahi dan memukul istri nya gara-gara gaji suaminya habis di tempat judi online; ketiga ada seorang istri terpaksa bercerai akibat dari suami banyak hutang akibat “mendem” judi online. Keempat, ada sepasang suami-istri sudah merintis bisnis kecil-kecil sudah cukup baik, kemudian gulung tikar gara-gara judi online. Kelima, seorang pemuda mengahiri hidupnya gara-gara judi online. Keenam, seorang suami menghilang dari rumah gara-gara dicari oleh seseorang karena pinjam duit untuk judi online.

Silahkan anda mendaftar sendiri tetangga yang mabuk judi online. Mungkin di antara mereka ada yang sukses dan anda keciptratan untungnya. Sebab sebanyak korban judi online sepengetahuanku belum ada yang sukses, yang “bonyok” sangat banyak.

Apa yang harus dilakukan saat sekarang ini bagi yang belum terkena godaan maut judi online: pertama, jangan dekati teman dekatmu yang sedang berjudi. Percayalah, obrolannya biasa sangat mengihpnotis dan rayuan mautnya melebihi rayuan seorang wanita kepada seorang pria. Bayangkan saja, anda saja didekati oleh cewek cantik langsung panas dingin, apalagi didekati oleh rayuan judi online, bisa dipastikan langsung takluk tak berdaya. Kedua, jangan sampai mencoba dan yakinkan dalam hati bahwa judi online tidak bermanfaat. Ketiga, jika anda belum mempunyai pekerjaan karena sudah berumah tangga, coba mencari pekerjaan yang halal meskipun harus bekerja serabutan dan tidak jelas hasilnya. Jika istrimu tidak menerima dan menuntut lebih di luar kemampuanmu katakan saja, “inilah yang saya mampu, jika sabar atas segala yang ada silahkan tetap hidup bersamaku, jika tidak kuat atas rezeki yang sedikit, saya pun terpaksa mencari istri lagi”.

Apa pesan bagi yang sudah terkapar judi online? Melalui tulisan ini mungkin ada diantara pelaku lagi online dan kebetulan membaca tulisan ini. Ada beberapa pesan yang mungkin bermanfaat: pertama, penderitaan judi online sebenarnya pembuka dari penderitaan disebabkan oleh nya seperti keluarga berantakan, istri tidak terawatt dan anak-anak menjadi broken home, keluarga dan karir menjadi hancur. Kedua, jika kebetulan anda frustasi dan kemudian bunuh diri, maka anda membuka penderitaan yang lebih panjang lagi yaitu: namamu hancur di dunia, dan jiwa ragamu digebugi oleh mungkar-nakir sertia dijadikan “sate” saat di Neraka. Ketiga, belajar merendahkan standar hidup anda yang terlalu tinggi. Jangan ukur kehidupan dengan fasilitas dunia yang mewah. Percayalah, semua itu hanya fatamogana. Sebab sejarah kehidupan telah memberi pelajaran, orang-orang yang mewah dengan cara yang tidak benar berakhir dengan penderitaan dan rasa malu yang luarbiasa. Belajar menikmati pemberian Tuhan yang ada, dan perbaiki karir dengan cara yang normal sesuai norma dan etika kehidupan. Saya kira jika ini dilakukan, anda akan bahagia tanpa harus bergelimang harta.

Apa yang harus dilakukan pemerintah? Satu kata, “tutup!!!” seluruh situs judi online. Bagaimana jika ada back up para bandar bos? Sama jawabannya, “tutup!!!” rezeki dan karir pada beking judi. Bagaimana jika bandel, jawabannya satu kata, “tutup !!” karir hidupnya. Sebab judi dan narkoba sama-sama merusak dan berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara. Jika bandar narkoba bisa di “dor”, kenapa bandar judi tidak bisa?

Sebagai penutup tulisan ini, penulis berpesan kepada diri sendiri dan para pembaca. Jika kita masih menyayangi keluarga kita, pasangan kita dan anak-anak kita, bekerjalah sesuai dengan apa yang ada pada diri kita. Jika ingin menambah penghasilan lakukan dengan cara-cara yang normal dan benar. Sebab yang menjamin kebahagiaan hidup sekarang dan akan datang adalah jalan hidup yang benar. Bisa juga kita tetap miskin, tapi jalan kebenaran yang dipilih akan menjadi berkah generasi anak-anak kita menjadi manusia yang hebat-hebat. Itu adalah jalan para nabi, sahabat, ulama dan orang-orang yang benar-benar sukses dunia dan akherat.

Tapi jika anda sudah tidak lagi ada harapan dan tidak mau lagi memperbaiki diri, maka lakukan semau hidup mu. Sebab menuruti hawa nafsu itu memang sangat nikmat dan penyesalan akibat menuruti hawa nafsu pasti datang di kemudian hari. Silahkan, pilih jalan yang terbaik menurut anda.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Haul Mbah Subari; Ulama dan Penulis Rintisan
19 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   121

Menyalakan Obor Tradisi Ulama-Sebuah Pengantar
10 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   247

Lail Al-Qadr : Menggali Ruh Peradaban Islam
08 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   115

Alarm Depresi Remaja Australia, Peringatan bagi Indonesia !
17 Desember 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   309

Mutiara Untuk Anak-Anakku
25 November 2025   Oleh : Dr.Edi Purnomo,MA   153

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13560


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4551


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876