
Dari Anas bin Malik RA, dia berkata. Rasulullah SAW. Bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala memandangi wajah orang-orang sepuh di waktu pagi dan waktu sore dan mengatakan, “Wahai Hambaku, sudahlah tua umurmu, telah pun tipis kulitmu, telah pun lunak tulang-tulangmu, dan telah nyaris ajal mu. Masamu untuk berjumpa denganku telah akan tiba. Malulah engkau terhadap-Ku. Aku malu sejak masa mudamu karena Aku hendak menyiksamu di Neraka. **** Dihikayatkan bahwasannya Ali Radhiyallahu ta’ala anhu saat itu sedang buru-buru ketika berangkat jama’ah sholat subuh. Di jalan, Ali bertemu dengan seorang tua berjalan begitu pelan di depannya. Membuat aku tidak melewatinya karena segan, takriman wa ta’zhiman. Ali berjalan begitu lambat sampai waktu terbit fajar hampir tiba. Tiba di dekat pintu Masjid, orang tua itu terus saja berlalu dan tidak masuk masjid. Sadarlah Ali radhiyallahu ta’ala anhu bahwa lelaki tua itu adalah seorang nasrani. Ali pun masuk ke dalam masjid mendapati Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam tengah ruku. Ternyata Nabi melamakan ruku nya kira-kira lama dua rukuk biasanya sampai Ali sempat mendapati Nabi dalam keadaan masih rukuk. Begitu selesai sholat. Ali bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, kenapa engkau memanjangkan ruku ketika sholat tadi? Tidak pernah saya temui engkau melakukan seperti tadi." Rasulullah menjawab, “Ketika tadi ruku’ dan membacakan, ‘subhana robbiy al-Azhimi wa bihamdi,' dengan pengulangan seperti biasanya sampai aku hendak mengangkat kepalaku, tiba tiba datang Jibril alaihi salam dan meletakkan sayapnya di atas punggungku dan sampai membuatku lama, sampai ketika sayapnya diangkat itulah aku baru bisa mengangkat kepalaku.” Hal itu membuat para sahabat bertanya-tanya, “Kenapa Jibril melakukan itu?” Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab, “Aku tidak ada menanyakan tentang itu padanya." Lalu tiba-tiba Malaikat Jibril alaihi salam datang dan berkata. “Wahai Muhammad, sesungguhnya Ali tadi buru-buru untuk ikut jama’ah subuh. Lalu dia bertemu dengan seorang lelaki nasrani tua di jalan, dan dia tidak tahu kalau laki-laki itu seorang nasrani. Ali pun memuliakannya karena usia dari lelaki itu, sampai-sampai dia tidak mendahuluinya, dan memberikan hak-nya. Maka kemudian Allah memerintahkanku untuk meletakkan sayapku padamu ketika ruku’ sampai Ali bisa dapat sempat sholat subuh berjama’ah. “Dan ini bukan hal yang luar biasa, yang paling luar biasa adalah, sungguh Allah Ta’ala menyuruh Mikail alaihi salam untuk menutupi matahari dengan sayapnya sehingga matahari tak kunjung terbit sedikit lama, karena hal yang dilakukan Ali radhiyallahu anhu.” Jibril pun menambahkan, “Ini adalah derajat dari menghormati seorang tua yang renta (sekalipun) bahwa laki-laki itu adalah seorang nasrani.” Wallahu a'lamu bi as-shawab **** Mawa’izh Ushfuriyyah adalah sebuah kitab hadits kecil karangan Syaikh Muhammad bin Abu Bakar. Berisi 40 hadits/khabar/atsar plus hikayat-hikayat penuh hikmah yang berkaitan dengan konteks hadits tersebut. Kisah-kisah dalam kitab ini diceritakan dari para masyayikh terpilih dan para imam besar, setiap dari sohibul hikayat ini meriwayatkannya dari beberapa Sahabat.
Penulis : Muhammad Ikram
Tuhan dan Perang
25 Oktober 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   289
Peta Jalan Kehidupan
24 September 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   204
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   260
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   244
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   236
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      15433
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      7411
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      6343
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      5517
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      5475