
Melihat berita internasional beberapa hari
ini, saya ber suudhon bahwa betapa “kemaruk nya” negara-negara
besar-AS, China, dan Rusia-meng-kapling- wilayah negara-negara tertentu untuk
menjadi sekutu-sekutunya. Ketika Sumber Daya Alam-SDA-semakin meniipis, mereka
mulai kelimpungan. Solusinya, pakai jurus Kapak Naga Geni-jurus mabok Wiro
Sableng. Tidak ada angin-tidak ada hujan, Donald Trump mengancam Venezuela,
Kuba, dan Greenland. Satu alasan rasional: khawatir di kapling duluan oleh
China dan Rusia.
Siapa yang menjadi korban? Selalu saja
negara-level papan menengah kebawah-negara yang SDM nya terbatas, tapi SDA nya
melimpah. Negara-negara cacat permanen akibat perang seperti Libya dan Irak merupakan
contoh melimpah SDA tapi rendah SDM nya. Mereka menjadi tumbal kerakusan
negara-negara maju dari dulu hingga sekarang.
Perang selalu berwajah dua. Bagi negara-negara
menengah kebawah, perang selalu dikaitkan dengan pembelaan diri, kehormatan,
nasionalisme dan agama. Bagi ketiga negara maju, perang atas nama harta dan
kekayaan serta unjuk kekuasaan.
Perang konvensional telah terjadi pada masa
lalu. Sudah tidak terhitung jumlah korban. Perang era modern muncul. Perang digital
telah menggeser perang geografis. Namun daya rusaknya jauh lebih mengerikan
dari perang konvensional. Mereka berlomba-lomba membuat senjata canggih hanya
untuk menuruti hawa nafsu hayawani: buas dan rakus. Kecerdasan sudah mencapai
puncaknya, tapi karakternya masih seperti jaman jahiliyah.
Dari dulu hingga sekarang para penguasa
masih punya watak sama, rakus dan mengabaikan esensi cinta. Manusia-manusia
modern dan para penguasa negara-negara maju sangat sulit untuk menaikan sifat
kedewasaan dalam memahami kasih sayang terhadap sesama manusia. Dunia semakin
tua, tapi watak masih seperti anak-anak remaja. emosional, arogansi dan
penyelesaian dengan cara yang sangat brutal: perang.
Dunia digital beramai-ramai membangkitkan
lagi pola pemikiran jahiliyah yaitu sebatas memperbaiki perhiasan-perhiasan
dunia, memperbanyak kekuasaan dan menumpuk-numpuk harta. Lalu atas nama
kemanusiaan dan keadilan, mereka sewenang-wenang menghancurkan negara atau
bangsa lain dengan sesuka harinya.
Penulis menjadi teringat pada firman Allah
tentang titik utama agama Islam yaitu pada diri Nabi Muhammad berupa suri
tauladan yang baik. Hal sama juga Kanjeng Nabi mengatakan bahwa ia diutus ke
dunia untuk menyempurnakan akhlak.
Dalam dunia politik dan kekuasaan, Nabi
menaklukan kota Mekah dengan penuh cinta. Nabi berkata, “al-yaumu yaumul
marhamah”-hari ini adalah hari kasih sayang dan “laa tarbiib ‘alaikum
al-yaum”-tidak ada cercaan atau hinaan atas kalian hari ini.
Kelihatannya ajaran cinta atas kemanusiaan
yang diajarkan oleh Nabi Muhammad belum menyentuh hati para penguasa adi kuasa.
Bahkan ajaran kasih sayang pada agama mereka pun sepertinya telah dihancurkan
oleh ambisi keserakahan yang semakin akut. Ketika keserakahan semakin merajalela,
maka kasih sayang semakin hilang di hati manusia. saat itulah, peradaban
manusia kembali kepada masa jahiliyah. Sebab yang membedakan peradaban yang
agung dan kelaku jahiliyah adalah pada sisi-sisi kemanusiaannya. Orang yang
mencintai manusia dalam kontek agama berarti telah memahami dan menghargai
serta mempraktekan cinta kepada Tuhan nya. Sebab tidak mungkin mencintai Tuhan
nya tapi disisi lain membenci ciptaan-Nya.
Kini kita sama-sama menyaksikan, kecerdasan
akal pikiran dengan hasil temuan-temuan mutakhir telah menggeser cinta manusia
kepada Tuhan dan manusia. Manusia di era digital benar-benar telah kehilangan
esensi cinta, kecuali orang-orang yang benar-benar mendapatkan cahaya kasih
sayang dari Tuhan nya.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870