Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

KetikaTrump dan Elon Sama-Sama Mutung



Selasa , 10 Juni 2025



Telah dibaca :  351

Perseteruan Donald Trump dan Elon Musk masih terus berlanjut. Pertengkaran presiden dan Menteri. Elon musk menjabat sebagai Deparment of Government Efficiency (DOGE). Ia akhirnya mengundurkan diri. Tidak cocok dengan kebijakan Trump. Kini Kawan menjadi lawan.

Trump mendapat kritikan tajam. Bukan dari Partai Demokrat. Bukan dari oposisi, tapi dari internal pemerintahan. Musuh dalam selimut. Kini selimutnya dibuang. Semua manusia dijagat raya sudah tahu, bahwa Trump dan Elon lagi cakar-cakaran.

Kini Elon menjadi oposisi dan menyerang kebijakan pemerintah trump. Salah satu yang dikritisi oleh Elon berkaitan dengan dengan Rancangan Undang-Undang Big Beautiful Bill. Menurut Elon, program itu akan membuat utang Amerika kian besar. Akan naik menjadi USD 36 triliun di tahun 2035. Itu setara dengan 150 persen PDB Amerika.

Menurut Musk, untuk membayar bunganya saja kelak diperlukan uang sebanyak 30 persen dari pendapatan negara. Ini akan menghancurkan Amerika. Ini sangat bertolak belakang dengan usaha efisiensi yang ia lakukan di DOGE (Iskan, 2025).

Keduanya saring serang. Elon mengatakan”Tanpa saya, Trump akan kalah dalam pemilihan. Demokrat akan menguasai DPR dan Republik akan berada di posisi 51-49 di Senat. Sungguh tidak tahu terima kasih” (Kristo, 2025). Trump pun menganggap nya telah “menjadi gila” (Muhaimin, 2025). Bahkan ia menegaskan hubungan denan Elon telah berakhir (Alaydrus, 2025).

Ketegangan konflik di internal pemerintahan trump memang cukup mengagetkan. Biasanya AS paling sibuk ngurus negara lain. Kini ngurus diri sendiri “kelimpungan”.

Di AS, partai politik ada dua: Demokrat dan Republik. Jika Republik berkuasa, maka Demokrat menjadi oposisi. Saya kira ini fenomena baru di dunia perpolitikan Negeri Paman Sam. Entah amalan apa yang dilakukan Trump. Apa mungkin dia sedang menerapkan “Jurus Dewa Mabuk”. Atau jangan-jangan Trump sedang belajar politik model Indonesia. kalau “belum berkelahi”, seolah-olah tidak sah. Kalau bisa hari ini dipilih menjadi pemimpin, besok berkelahi sampai menjelang pemilu berikutnya.

Jika berkaitan politik “nesu-nesuan”, Indonesia paling jago. Mesra di Pelaminan. Di kamar saling buka aib. Pasangan presiden terpilih Prabowo-Gibran. Satu paket. Ironisnya, ada usulan impeachment untuk wakilnya, Girban.

Tidak usah terlalu jauh membahas politik di Jakarta. Di kampung kita saja, entah gubernur, entah bupati. Isu yang sering terjadi tentang “ketidakharmonisan” terus menjadi bumbu penyedap gosip politik. Jadi, sebagian masyarakat memang mempunyai keahlian “gosip” tingkat dewa.

Bisa tidak sih, gosip politik berhenti paling sedikit 3,5 tahun. Bisa tidak sih, sebelum genap 4 tahun para pemimpin dan seluruh komponen berjibaku mewujudkan program-program janji politik saat kampanye?.

Jika ada kepala daerah yang sudah tidak mesra lagi dengan pasangannya, bisa tidak kita ngomong begini:”Persoalan tidak cocok dengan pasangan itu urusan anda, urusan kami yaitu mendapatkan realisasi janji-janji politik”. Hal-hal seperti ini masyarakat sering lupa. Mereka justru lebih sering menikmati konflik tanpa sadar terjebak pada arus permainan para penguasa. Konflik politik terkadang sengaja diciptakan untuk berbagai kepentingan. Masyarakat larut dalam buaian, sehingga lupa terhadap visi-dan misi program yang dijanjikan.

Saya tidak tahu dampak yang lebih luas akibat perseteruan Donald Trump dan Elon Musk. Biarkan para pengamat atau pakar politik internasional yang mempunyai hak untuk menganalisis lebih mendalam.

Saya tidak mau membahas lebih mendalam perseteruan mereka. Kurang asyik. Masa sih, perseteruan di Medsos atau di platform “X”.  Perseteruan kurang berkah. Menghabiskan paket.

Beda model politik Indonesia, perseteruan gosipnya di Kedai Kopi. Berkah. Satu jam membahas politik sambil makan seblak dan minum kopi plus ngrokok. Saya kira, Trump dan Elon untuk hal ini harus belajar sama orang Indonesia. Perseteruan politik di Kedai Kopi, ngobrol politik sekaligus ngurip-ngurip UMKM.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   213

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13554


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4548


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2874