Avatar

Sang Khatib

Penulis Kolom

9 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Jum'at Kontemporer: Anjuran Bekerja Keras dan Larangan Gengsi dalam Bekerja



Senin , 28 April 2025



Telah dibaca :  577

Anjuran Bekerja dan Larangan Gengsi dalam Bekerja

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.

Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Para Jama’ah Jum’at Yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Saat sekarang ini, hampir semua orang memegang android atau Iphone. Ada beragam berita yang terkadang membuat pikiran kita terganggu seperti sulitnya mencari lapangan pekerjaan dan semakin tinggi angka pengangguran. Informasi terus-menerus diproduksi oleh media online atau media massa. Sehingga tawakal kita kepada Allah terganggu, terkena erosi, semakin menipis dan tumbuh rasa ketakutan di kalangan orang tua, dan para pencari kerja yang telah lulus mendapatkan gelar pendidikan maupun yang belum mendapatkan gelar pendidikan.

Para jamaah yang dimulyakan oleh allah swt:

Mari kita bersama-sama merenungi firman allah q.s. ar-rum ayat 37 yang berbunyi sebagai berikut:

اَوَلَمْ يَرَوْا اَنَّ اللّٰهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ ۝٣٧

Artinya:

“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia (pula) yang membatasinya (bagi siapa yang Dia kehendaki.”

Kitab-kitab tafsir seperti tafsir ibn katsir, tafsir qurtubi dan tafsir jalalain mengartikan bahwa allah mempunyai kewenangan secara mutlak memperluas rezeki seseorang maupun mempersempit rezeki nya.

Dalam perjalanan hidup kita telah banyak Pelajaran dari perjalanan manusia. ada Pelajaran manusia yang masa dulu sangat jaya dan bergelimang harta, tapi saat ia meninggal dunia, seluruh hartanya ludes. Anak-anaknya tidak bisa menjaga nya, sehingga habis di jual kepada orang lain. ada juga perjalanan sejarah telah menampilkan kisah orang-orang miskin, keluarga nya menderita dan selalu menjadi bahan ejekan. Saat anak-anak nya sudah besar, mereka sukses. orang tua nya orang biasa saja, anak-anak nya menjadi orang-orang yang hebat.

Para jamaah yang dimulyakan oleh allah,

Itu sebabnya dalam mencari rezeki dalam kehidupan ini, perlu ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan, yaitu:

Pertama, mencari ridha Allah SWT.

Mencari rezeki adalah ibadah. Ibadah yang paling tinggi kualitasnya yaitu mencari ridha Allah. Orang-orang pencari rezeki mencari ridha Allah tanda-tandanya yaitu keikhlasan hati bekerja dan keikhlasan hati mendapat hasil yang diperolehnya hanya semata-mata karena-Nya. Ukuran bekerja bukan banyak dan melimpah. sebab semua diatur oleh Allah. Ukuran bekerja yang sukses yaitu kemampuan diri untuk selalu menyandarkan diri dalam setiap proses bekerja sebagai ladang ibadah kepada nya. Sehingga segala letih, Lelah, dan penderitaan dalam menjalankan proses tersebut, menjadi ladang ibadah dan mendapatkan pahala serta ampunan disisi-nya.

Allah telah berfirman dalam Surat At-Taubah ayat 105 sebagai berikut:

وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ ۝١٠٥

Artinya:

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Bekerjalah! Maka, Allah, rasul-Nya, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu. Kamu akan dikembalikan kepada (Zat) yang mengetahui yang gaib dan yang nyata. Lalu, Dia akan memberitakan kepada kamu apa yang selama ini kamu kerjakan.”

Kedua, tidak boleh mengkultuskan suatu pekerjaan tertentu

Dalam mencari rezeki Allah, umat Islam jangan terjebak pikiran-pikiran administratif semata seperti harus bekerja di perkantoran dengan syarat-syarat administrasi dengan lulusan ini-itu, dan keahlian ini itu. Seolah-olah kalau tidak bekerja di tempat tersebut, kurang gagah, tidak keren, dan seolah-olah statusnya menjadi rendah di mata manusia. Mungkin ada yang berfikir seperti itu.

Bekerja sesuai dengan bidangnya sah-sah saja. Sebenarnya itu yang paling baik. Namun saat sekarang, perusahaan dan perkantoran, bahkan jalan tol sudah menggunakan teknologi canggih. Manusia semakin dipersempit oleh teknologi. Maka, banyak lulusan-lulusan pada bidang tertentu tidak bisa bekerja di pekerjaan yang diidam-idamkan. Maka, mencari rezeki Allah tidak harus menungguh “emas turun dari langit”. Bekerjalah apapun pekerjaan. Yang penting mempunyai kualitas halal. Buang rasa minder ketika pekerjaan tersebut kurang bergengsi. Sebab sifat gengsi sebenarnya hembusan setan kepada umat Islam agar menjadi manusia pemalas. Lihat lah para sahabat nabi yang mulia seperti Ali bin Abi Thalib tidak malu jualan Kayu Bakar di Pasar, bahkan Quwais Al-Qarni harus membersihkan sisa-sisa makanan untuk di makan, begitu juga ada putra dari Harun Al-Rasyid memilih menjadi Kuli Bangunan. Semua dilakukan dengan bahagia. Sebab mereka menikmati hasil pekerjaannya.

Nabi Muhammad saw telah bersabda:

لَأَنْ يَحْتَطِبَ أَحَدُكُمْ حُزْمَةً عَلَى ظَهْرِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَسْأَلَ أَحَدًا فَيُعْطِيَهُ أَوْ يَمْنَعَهُ  

Artinya:

Sungguh seorang dari kalian yang memanggul kayu bakar dengan punggungnya lebih baik baginya daripada dia meminta-minta kepada seseorang, baik orang itu memberinya atau menolaknya. (HR al-Bukhari dan Muslim).  

Imam Ar-Raghib al-Ishfahani pernah berkata: Siapa saja yang tidak mau berusaha dan bekerja maka nilai kemanusiaannya telah rusak bahkan nilai kebinatangannya, dan menjadi orang yang telah mati.  

Ketiga, bekerja untuk menjaga kemulyaan keluarga.

Bekerja sebagai ikhtiar agar kita menjadi manusia yang merdeka dan mulia dalam pandangan Allah dan manusia. apapun pekerjaannya. Sepanjang itu dibenarkan maka lakukanlah.

Menurut al-Baihaqi dalam Syu’bul Iman ada empat prinsip etos kerja yang diajarkan Rasulullah. Keempat prinsip itu harus dimiliki kaum beriman, yakni: pertama, bekerja dengan cara yang halal (thalaba ad-dunya halalan), kedua, bekerja demi menjaga diri supaya tidak menjadi beban hidup orang lain (ta’affufan an al-mas’alah), ketiga, bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarga (sa’yan ala iyalihi), dan keempat, bekerja untuk meringankan beban hidup tetangga (ta’aththufan ala jarihi).

Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Jumu’ah ayat 10 berbunyi:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Artinya:

Apabila telah ditunaikan shalat maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyaknya supaya kamu beruntung.

Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan Oleh Allah SWT,

Dari paparan di atas, salah satu solusi dalam mengatasi persoalan ekonomi di era kekinian yaitu memperkuat keyakinan kepada Allah Sang Pemberi rezeki dengan cara bekerja, apapun yang bisa dikerjakan. Sandarkan keyakinan kuat kepada Allah, agar jalan-jalan rezeki di buka oleh-Nya. Belajar jangan terjebak hidup oleh tipuan-tipuan dunia yang sering membuat kita menderita. Belajar berfikir bahwa apapun pekerjaan yang kita lakukan sebenarnya sedang melakukan ibadah sosial untuk menjaga harga diri keluarga, bukan sebatas kepentingan pragmatis semata.

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ





Download File

Penulis : Sang Khatib


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255

Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257

Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184

7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258