
Isra Mi’raj Jalan Merambah Peradaban dengan
berlandaskan Iman
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang
Dimulyakan oleh Allah SWT,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada
kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Saudara-saudaraku rahimakumullah,
Memasuki bulan rajab, sering yang terpatri dalam benak setiap kaum Muslimin
peristiwa isra mi’raj nabi Muhammad saw, sebagaimana yang telah diabadikan
dalam Q.S. Al-Isra ([17]: 1) sebagai berikut:
سبحن الذي اسري بعبده ليلا من المسجد الحرام الي المسجد الاقصا الذي بركنا حوله لنريه من ايتنا انه هو السمع البصير
Artinya:
Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi
Muhammad) pada malam hari dari Masjidil haram ke Masjidil aqsa yang telah Kami
berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda
(kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.
Para mufasirin menempatkan ayat tersebut menjadi dasar peristiwa Isra
Mi’raj. Permulaan ayat tersebut dimulai dengan kalimat “سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ “ yang merupakan suatu kejadian yang sangat menakjubkan atau
sesuatu yang luarbiasa terjadi sebagaimana tradisi orang-orang arab ketika mendengar
kisah atau cerita yang sangat luarbiasa. para mufasirin seperti Al-Qurthubi.
At-Thabari, Jalalain dan lain-lain mengartikan kata “بِعَبْدِهٖ “ jasad dan ruh. Hal sama juga Syeikh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam
kitab Fathul Bari Syarah Shahihil
Bukhari terbitan Beirut, Darul Ma’rifah Tahun 1479 Juz VII halaman 197
mengatakan begini:
وَقَدْ اِخْتَلَفَ السَّلَفُ بِحَسَبِ اخْتِلاَفِ الْاَخْبَارِ
الْوَارِدَةِ فَمِنْهُمْ مَنْ ذَهَبَ إِلىَ اَنَّ الْإِسْرَاءَ وَالْمِعْرَاجَ
وَقَعَا فِي لَيْلَةٍ وَاحِدَةٍ فِي الْيَقْظَةِ بِجَسَدِ النَّبِي وَرُوْحِهِ
بَعْدَ الْمَبْعَثِ وَاِلىَ هَذَا ذَهَبَ الْجُمْهُوْرُ مِنْ عُلَمَاءِ
الْمُحَدِّثِيْنَ وَالْفُقَهَاءِ وَالْمُتَكَلِّمِيْنَ وَتَوَارَدَتْ عَلَيْهِ
ظَوَاهِرُ الْاَخْبَارِ الصَّحِيْحَةِ
Artinya:
“Para ulama salaf berbeda pendapat (perihal Isra' Mi’raj)
tergantung riwayat yang sampai. Sebagian ada yang berpendapat bahwa Isra' dan
Mi’raj Rasulullah terjadi pada satu malam di waktu sadar, dengan jasad dan
ruhnya setelah diangkat menjadi nabi. Pendapat ini menurut mayoritas ulama ahli
hadits, ahli fiqih dan ahli tauhid, serta telah datang hadits-hadits sahih
(yang berkaitan dengannya).”
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah,
Ketika kita berpegang pada pendapat tersebut, sebagian besar ulama memahami
terjadi Isra Mi’raj sebagai karya besar Tuhan dan kekuasaan-Nya dalam
memperjalankan hamba terpilih yaitu Nabi Muhammad SAW. Hal yang sama juga karya
Tuhan menjadikan Nabi Adam tanpa ayah ibu, Nabi Isa tanpa ayah dan turun nya
nabi adam dari surga tanpa kendaraan, serta karya Tuhan dalam menciptakan jagat
raya. Sangat mudah bagi Allah dan tidak perlu ada kajian-kajian dari sudut
pandang saint dan teknologi. Pada sisi ini, kita sebagai muslim cukup mengimani
keagungan karya Tuhan yang sangat indah sembari mengucapkan “Subhanallah”.
Pada sisi lain ayat 1 surat al-isra tersebut di atas juga ada
nilai-nilai filosofis yang bisa diambil dalam mengisi kehidupan kehidupan di
dunia, sebagai berikut:
Pertama, kalimat “سُبْحٰنَ
الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا “ menggambarkan
fase kehidupan manusia sebagai hamba Allah. Status seorang hamba di hadapan Allah
adalah status memasrahkan secara total pengabdian kepada-Nya. Syeikh Ja’far
Shodiq menjelaskan bahwa seorang hamba mempunyai tiga komponen: pertama,
seorang hamba Allah tidak menganggap apa yang ada pada dirinya milik nya, tapi
menyakini semata-mata milik Allah SWT. Kedua, segala usaha atau aktivitas yang
dilakukan seorang hamba atas perintah-perintah-Nya. Ketiga, segala aktivitas
yang dilakukan oleh seorang hamba benar-benar telah mendapatkan izin dari-Nya.
Dari sini kita bisa mengambil suatu pelajaran bahwa segala
aktivitas kita sebenarnya perwujudan dari makna “اَسْرٰى “ yang segala aktivitas semata-mata untuk mengagungkan agama Allah
melalui karya dan beribadah semata-mata mencari ridha-Nya.
Kedua, kalimat “ مِّنَ
الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا
“ menggambarkan fase kehidupan
manusia senantiasa selalu membangun kesadaran terhadap keagungan Allah SWT. masjid
sebagai simbol rumah Allah merupakan wujud pengakuan kita terhadap kesucian dan
ketauhidan-Nya. Syeikh Ibnu Asyur mengartikan ayat tersebut sebagai simbol
pentingnya penguatan tauhid sejak Nabi Ibrahim dan penjabaran tauhid dalam
syariat ketika di Masjid Aqsha oleh para nabi dan dikuatkan lagi tauhid pada
masa Nabi Muhammad SAW.
Ketiga, kalimat “الَّذِيْ
بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ
“ menggambarkan bahwa umat Islam
mempunyai tujuan hidup yang sangat agung yaitu memberikan keberkahan kepada
masyarakat sekitarnya. Para ulama mengartikan kata berkah dengan arti “ziyadatul
khair”, bertambah kebaikan. Pada kontek kehidupan, kebaikan-kebaikan bukan
sebatas pada persoalan hubungan sesama manusia dalam kontek moralitas atau akhlak
al-karimah, tapi juga ziyadatul khair pada bidang-bidang peradaban
baik dalam bidang saint dan teknologi. Dalam wilayah ini, umat Islam
mendapatkan tantangan besar dalam membawa obor keberkahan dalam peradaban. Umat
Islam-wabil khusus para generasi Islam-harus mengambil kesempatan emas untuk
terus belajar dan berkarya menggali segala potensi diri untuk mewujudkan umat
yang membawa keberkahan peradaban di dunia.
Keempat, kalimat “ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
“ menggambarkan kehidupan manusia
yang tidak lepas dari pengawasan Allah SWT. Ini mengajarkan kepada kita bahwa kesadaran
diri terhadap pengawasan Allah membentuk diri menjadi manusia yang sangat
menghargai waktu, kesempatan, tenaga dan fasilitas yang ada pada diri kita
untuk terus beribadah, berbuat baik kepada sesama manusia dan terus berkarya
untuk kemaslahatan bangsa, negara dan agama.
Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,
Dari paparan di atas, khatib bisa menyimpulkan esensi dari ayat isra’
tentang pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan meningkatkan peran umat Islam
dalam menciptakan peradaban dunia yang berlandaskan nilai-nilai tauhid.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   76
Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   359
Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110
Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144
Khutbah Kontemporer: Hubungan Ikhlas Dan Kualitasa Bicara Di Bulan Ramadhan
26 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   269
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3561
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2940
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870