Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Jum'at Kontemporer: Menetralisir Kesedihan Dalam Kehidupan Sehari-Hari



Kamis , 20 November 2025



Telah dibaca :  447

MENETRALISIR KESEDIHAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

 

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ

Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Pertama-tama, marilah kita senantiasa mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.

Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita mendapatkan syafaatnya. Amin.

Para Jama’ah Jum’at Yang Dimulyakan oleh Allah SWT,

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengalami kesedihan. Ada kesedihan disebabkan oleh faktor-faktor yang terlihat panca indera seperti kehilangan jabatan, tidak punya pekerjaan, keluarga sakit tidak kunjung sembuh, bertengkar dengan pasangan hidup, tidak bisa membayar kuliah anak dan lain-lain. Ada kesedihan tiba-tiba muncul karena tidak tahu penyebabnya. Ada rasa gelisah yang bersarang dalam hati, pikiran tidak tenang, dan makan pun tidak selera. Semua jenis kesedihan ini sangat mengganggu pikiran, ketenangan hati dan proudiktifitas pekerjaan sehari-hari. Bahkan dalam jangka panjang kesedihan ini bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, baik penyakit yang menyerang jiwa atau penyakit yang menyerang organ jasmani seperti jantung, liver, paru-paru, darah tinggi dan kolesterol akut serta beragam penyakit lainnya.

Para Jama’ah Yang Dimuliakan oleh Allah SWT,

Allah telah menjelaskan dalam Q.S. Al-‘Ankabut ayat 2-3 sebagai berikut:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكٰذِبِيْنَ ۝٣

Artinya:

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji?

Sungguh, Kami benar-benar telah menguji orang-orang sebelum mereka. Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui para pendusta.

Dua ayat tersebut merupakan standarisasi setiap orang yang sudah mengikrarkan kalimat syahadat-اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمد رسول الله -, bahwa saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, akan mendapatkan ujian dalam kehidupan sehari-hari. Ujian dalam beragam aspek, yang kadang menimbulkan goncangan jiwa, putus asa dan kehilangan kepercayaan,  kadang juga ujian yang mampu menambah kekuatan keimanan kita kepada Allah SWT.

Ujian hidup sebenarnya bukan hanya orang-orang yang beriman saja. Kelompok manusia yang menentang Allah juga sangat besar ujiannya.

Contoh suatu bangsa yang telah dikutuk oleh Allah yaitu bani Israel. Allah telah mengutuknya, hingga kehilangan negara di Palestina dan ribuan saudara-saudaranya meninggal dunia berdiaspora ke negara barat. mereka banyak dibunuh, dipancung, disiksa oleh penguasa di daerah tersebut. namun mereka mempunyai kekuatan jiwa yang sangat hebat. berani menahan seluruh penderitaan dengan tabah. Akhirnya, kini mereka menjadi penguasa politik, ilmu pengetahuan, teknologi dan ekonomi di negara-negara barat.

Contoh hamba-hamba Allah yang mendapatkan ujian hidup yang sangat mengerikan seperti Bilal bin Rabah sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah yang menghabiskan hari-hari bekerja untuk Umayyah bin Khalaf-salah satu pembesar Quraisy. Ketika ia mengetahui Bilal masuk Islam, ia menyeret Bilal dan melemparkan di hamparan Padang Pasir yang sangat panas. Bilal tanpa baju, dicambuk hingga keluar darah di sekujur tubuh. Umayyah juga meletakan batu besar di atas dada nya. Namun dengan keyakinan tauhid yang sangat kuat, bilal senantiasa berdzikir : “ahad, ahad, ahad”-Allah Yang Maha Esa.

Dua contoh tersebut, bahwa ujian selalu saja terjadi kepada siapa saja untuk membuktikan sejauh mana kualitas daya tahan diri mereka terhadap gempuran-gempuran badai cobaan. Banyak kisah-kisah di sekitar kita orang-orang yang biasa-biasa saja, tapi mampu melewati ujian kehidupan yang sangat berat seperti kesulitan ekonomi, sakit dan sejenisnya. Mereka berhasil melewati ujian penuh dengan ketengan jiwa. Kita yang menyaksikan terkadang meneteskan air mata. Tapi mereka berhasil mengubah ujian hidup menjadi manusia kuat, berjiwa tangguh, dan selalu siap menghadapi ujian hidup. Keberanian menghadai ujian hidup dan mampu mengelola nya sebagai suatu kekuatan positif pada dirinya, berarti ia telah menjadi bagian manusia yang dicita-cita kan oleh Allah SWT, sebagaimana hadist Nabi Muhammad saw berbunyi:

إِنَّ عِظَمَ الْجَزَاءِ مَعَ عِظَمِ الْبَلاَءِ وَإِنَّ اللَّهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ فَمَنْ رَضِىَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السَّخَطُ  
artinya:

“Sesungguhnya pahala besar karena balasan untuk ujian yang berat. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridho, maka ia yang akan meraih ridho Allah. Barangsiapa siapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka.” (HR. Ibnu Majah no. 4031).

Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan Oleh Allah SWT,

Dari paparan di atas, bahwa ujian yang Allah hadirkan pada diri kita sebenarnya agar diri kita semakin mengenal Allah SWT. Semua ada di dunia ini sebenarnya milik Allah, termasuk ujian tersebut. Ia hadir agar kita senantiasa melihat sesuatu dengan kacamata ilahiyah. Ketika kita masih fokus seluruh pikiran dan tenaga hanya pada ujian, kita akan menderita sepanjang hidup. Namun ketika kita sudah bisa memfokuskan  pikiran dan seluruh tenaga akan keindahan rencana Allah pada diri kita, maka kita akan bisa menyelesaikan ujian hidup dengan damai dan penuh dengan kebahagiaan. Sebab semua yang kita lakukan hakikatnya mendapatkan ridha Allah baik segala sesuatu yang menyenangkan pada diri kita maupun yang tidak menyenangkan diri kita. Jadi, tugas kita saat ini yaitu mengelola segala ujian hidup menjadi bagian dari nilai ibadah kepada-Nya.

 

جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ وذِكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ





Download File

Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Mengelola Ucapan Di Media Sosial
16 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   78

Khutbah Jum'at Kontemporer: Manfaat Halal Bi Halal
31 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   362

Menjemput Lailatul Qadr
05 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   110

Kewajiban Pemerintah Menjaga Rasa Aman Rakyatnya
01 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   144

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872