
Mengelola Hidup Penuh Dengan Kedamaian
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at Rahimakumullah.
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at Rahimakumullah,
Kehidupan di era modern telah memunculkan persoalan yang sangat
komplek. Mulai dari persoalan pendidikan, ekonomi, pengangguran dan kemerosotan
moral yang sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Hari ini kita sudah tidak
heran Ketika mendengar pengangguran. Bukan dari masyarakat kelas bawah, tapi
kelompok-kelompok manusia terdidik. Mereka bingung mencari pekerjaan dan sangat
sulit untuk mendapat hidup yang layak.
Hari ini sudah tidak heran ketika kita melihat dan mendengar ada
kriminalitas seperti pembunuhan, perbuatan asusila, dan perbuatan-perbuatan jahat
lainnya yang bersliweran di media sosial dan media-media lainnya.
Semua ini terjadi karena sebagian saudara kita sudah melupakan
ajaran agama tentang pentingnya hidup penuh dengan kedamaian hati. Dalam al-qur’an,
allah telah mengajarkan konsep hidup yang sangat indah sebagaimana yang telah
diterangkan dalam ayat-ayat nya sebagai berikut:
Pertama, Q.S.
Ar-Ra’dhu ([13]:28) sebagai berikut:
الَّذِيْنَ
اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ
تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
Artinya:
(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram
dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan
selalu tenteram.
Kedua, Q.S.
At-Thalaq ([65]:2-3) sebagai berikut:
وَمَنْ
يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًاۙ ٢
Artinya:
Siapa yang
bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar
وَّيَرْزُقْهُ
مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ وَمَنْ يَّتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهٗۗ
اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهٖۗ قَدْ جَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا ٣
Artinya:
dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak dia duga.
Siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan
(keperluan)-nya. Sesungguhnya Allahlah yang menuntaskan urusan-Nya. Sungguh,
Allah telah membuat ketentuan bagi setiap sesuatu.
Dari beberapa ayat tersebut di atas, Islam telah mengajarkan
tentang strategi membangun kehidupan yang tenang, damai dan bahagia sebagai
berikut:
Pertama, hidup yang
tenang, damai dan bahagia apabila kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah
dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala
larangan-larangan Nya.
Melaksanakan dan meninggalkan adalah dua kata kunci. Namun dua kata
tersebut bukan sebatas pada persoalan syariat saja. Banyak orang yang sudah
beribadah dengan sungguh-sungguh tapi masih selalu menderita. Hal ini
disebabkan karena orang tersebut masih terpaku pada memasrahkan diri pada
hal-hal yang bersifat dhahir semata atau sebatas syariat semata.
Padahal untuk mencapai kelezatan dalam beribadah atau mengabdi
kepada Allah, seorang hamba harus merasakan lezatnya atau nikmatnya mencintai Allah
dengan setulus hati. Laksana sepasang kekasih. Mereka sangat menikmat keindahan
dan kenyamanan mencintai pasangannya. Sebab mereka telah memasrahkan diri
seluruh jiwa dan raganya untuk orang yang dicintainya.
Dari sini kita bisa memahami bahwa kegagalan ibadah kita bukan
karena tidak menjalan perintah-perintah-Nya, tetapi ketidak mampuan mencintai
tuhan dengan setulus hati. Akibatnya kita sering tidak mendapatkan kebahagiaan
sejati.
Kedua, hidup yang tenang adalah hidup yang menyakini bahwa hidup
ini sudah diatur dengan sempurna oleh Allah SWT. Kesempurnaan hidup Adalah kesempurnaan
usaha, kerja keras, belajar dengan sungguh-sungguh serta bekerja dengan sekuat
tenaga untuk memperoleh kebahagiaan hidup.
Orang-orang yang bekerja, belajar, dan melaksanakan aktivitas
semata-mata karena Allah maka Allah akan mencukupi keinginan atau
hajat-hajatnya. Tentu saja, maka Allah menyukupi kebutuhan hamba-hamba-Nya
bukan sebatas pada pengertian “mendapatkan kekayaan dunia” atau “tinggi jabatan
atau kekuasaan”. Orang-orang yang akan mendapatkan terkabulnya doa adalah terpenuhi
kebutuhan dan kebutuhan tersebut bisa digunakan untuk mengabdi kepada Allah SWT
untuk ibadah dan amal sholeh. Sehingga hidup menjadi tenang, umur menjadi
berkah dan segala kekayaan telah bernilai ibadah dan amal sholeh. Harta yang
demikian ini yang menjadi tabungan ketika berjumpa dengan Allah SWT.
Sedangkan orang-orang yang tidak mau mendekatkan diri kepada Allah,
terkadang mendapatkan kemuliaan di dunia. Harta banyak, jabatan terus menanjak
dan kekayaan melimpah. Namun karena tidak beriman, kekayaan dan jabatan
tersebut sebatas kesenangan semantara. Saat ia telah meninggal dunia, semua
hanya kenangan. Sedangkan disisi lain, ia tidak mempunyai amal ibadah dan amal Sholeh
di hadapan Allah SWT. Sungguh sangat menyedihkan. Pada saat orang lain
mendapatkan balasan kebaikan, malah orang-orang yang dulu kaya saat di dunia
tapi tidak berbuat kebaikan, maka kekayaan tersebut malah menjadi bara api yang
menyerang dirinya sendiri.
Saudara-saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT,
Dari paparan tersebut menunjukan betapa penting hidup menyandarkan
diri kepada Allah SWT. Sebab akan datang suatu masa, Dimana harta tidak bisa
untuk sandaran hidup, jabatan tidak bisa untuk sandaran hidup. Semua yang kita
punya akan meninggalkan kita semua. Yang benar-benar setia mendampingi kita Adalah
ibadah, doa dan amal Sholeh kita.
Untuk itu, sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang sudah
bisa memenej kehidupan ini dengan senantasai bersandar kepada-Nya..
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   267
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258