
Menghidupkan Tradisi Membaca
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah.
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan senantiasa menjalankan
perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala yang dilarang oleh-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah,
Di era digital, tradisi membaca mulai tergeser bahkan tergusur oleh
teknologi digital seperti teknologi AI-Artificial Intelligence. Hari ini sangat
mudah menemukan video atau tulisannya yang belum jelas kebenarannya. Setiap negara
menggunakan kemajuan teknologi AI tersebut untuk kepentingan negara
masing-masing. Era modern, setiap negara semakin individualistic dan
mementingkan masing-masing kepentingan nya.
Bagi negara-negara modern saat sekarang ini, meskipun percepatan
kemampuan pada sistem digitalisasi dan kemampuan AI sudah menjadi trend
kehidupan baru, tetapi tradisi atau budaya membaca tidak hilang sama sekali.
Berikut ini tingkat kegemaran membaca-tgm- di negara-negara maju berdasarkan
nomor urut sebagai berikut: Amerika Serikat, India, Britania Raya, Prancis,
Italia, Canada, Rusia, Australia, Spanyol dan Belanda.
Hasil penelitian Perpustakaan Nasional RI (Survei TGM 2025) dan BPS
2026, Di Indonesia Tingkat TGM tertinggi di berbagai provinsi sebagai berikut: NTT,
NTB,Sumatera Selatan, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.
Tentu saja survey tersebut selalu mengalami perubahan-perubahan
akibat perbedaan metode penelitian dan beragam faktor yang mempengaruhi. Survei
tersebut juga tidak menunjukan pada tingginya Tingkat IQ. Sebab jika mengacu
kepada Tingkat IQ tertinggi sepuluh besar di dunia, maka akan ditemukan data dari
CNBC tahun 2026 sebagai berikut: korea Selatan, china, jepang, iran, Australia,
rusia, Singapura, Mongolia, selandia baru, dan Vietnam.
Meskipun membaca bukan satu-satunya indikator kecerdasan manusia, tetapi
juga tidak menafikan bahwa negara-negara maju selalu saja diawali dengan hidupnya
tradisi membaca di kalangan masyarakatnya.
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah,
14 abad yang lalu, Islam telah memberikan pesan tentang tradisi
membaca. Surat dari Al-Qur’an juga telah mengisyaratkan hal tersebut yaitu Q.S.
Al-Alaq([96]:1-5) sebagai berikut:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١
خَلَقَ
الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢
اِقْرَأْ
وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣
الَّذِيْ
عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤
عَلَّمَ
الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥
Artinya:
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!, Dia
menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
Allah telah berfirman dalam Q.S. Al-Mujadillah ([58]:11) sebagai
berikut:
يَرْفَعِ
اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ
دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ١١
Artinya:
Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Mahateliti terhadap
apa yang kamu kerjakan.
Hadist Nabi Muhammad SAW:
تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ
وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ)
Artinya:
"Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan
hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu”
Hadist Nabi Muhammad SAW:
اَلْعُلَمَاءُ وَرَثَةُ
الْأَنْبِيَاءِ وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْنَارًا وَلَا
دِرْهَامًا، وَلَكِنْ وَرَّثُوْا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ
وَافِرٍ
Artinya:
"Para ulama adalah pewaris para nabi. Sesungguhnya para nabi
tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mewariskan ilmu. Maka dari itu,
barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang cukup." (HR. Abu
Dawud, at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Dari beberapa ayat dan hadist tersebut, ada beberapa pelajaran penting yang
bisa disampaikan dalam Khutbah Jum’at yaitu:
Pertama, membaca
merupakan bagian dari ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Kalimat pertama
dalam Surat Al-Alaq “ اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ “ merupakan
kalimat fi’il amar yaitu kalimat perintah. Hukum asal fi’il amar adalah
wajib. Perintah Allah tersebut merupakan kewajiban bagi umat Islam dalam
menghidupkan tradisi membaca baik bacaan buku secara tekstual maupun membaca
secara kontekstual berkaitan dengan fenomena kehidupan yang lebih luas.
Kedua, tradisi
membaca merupakan tradisi ilmu pengetahuan yang diwariskan oleh para nabi dan
para ulama. Mereka mewariskan kepada umat manusia-umat Islam-berupa simpul-simpul
peradaban. Simpul-simpul peradaban yaitu membaca dan menggali ilmu pengetahuan.
Tradisi ini merupakan jalan untuk menjadi umat islam menjadi agama ya’ulu
wala yu’la ‘alaih-agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi
darinya.
Ketiga, selain tradisi
membaca dan menggali ilmu pengetahuan, Islam juga mengajarkan kepada manusia
untuk senantiasa mampu menjaga etika atau moralitas sebagai pendidik dan
peserta didik. Pendidik harus bisa menjadi suri tauladan dan peserta didik
harus mampu menghormati dan memulyakan pendidik secara dhohir maupun batin. Secara
dhohir ada etika-etika yang hidup di tengah-tengah masyarakat. Setiap masyarakat
mempunyai kearifan lokal berbeda-beda dalam merealisasikan nilai-nilai akhlak
al-karimah.
Sebab jika ilmu tanpa akhlak atau moral maka ilmu tersebut tidak
membawa keberkahan. Hal in sebagaimana dikatan oleh Yusuf bin Al Husain
rahimahullah berkata: "Dengan adab, engkau akan memahami ilmu".
Ma’asyiral Muslimin, Jamaah Sholat Jum’at
Rahimakumullah,
Dari paparan tersebut menunjukan khatib jadi teringat perkataan
seorang ilmuwan Islam sekaligus sahabat Nabi Muhammad, yaitu Ali bin Abi
Thalib:
“Tiada kekayaan yang lebih utama daripada akal. Tiada keadaan yang
lebih menyedihkan daripada kebodohan. Tiada warisan yang lebih baik daripada
pendidikan. Dan tiada pembantu yang lebih baik daripada musyawarah”.
Untuk itu, sungguh sangat beruntung bagi orang-orang yang hidupnya
selalu dihiasi membaca dan mengkaji ilmu agama dan ilmu-ilmu lain yang memberi
manfaat untuk kemaslahan dan peradaban masyarakat.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   266
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   254
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3256