
MEREALISASIKAN HAJI MABRUR DALAM KEHIDUPAN
SOSIAL
اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ،
وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا
الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ
سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و
سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ
وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين، أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا
الإِخْوَان، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ
تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ: أَعُوْذُ بِاللهِ
مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ الله وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا وقال تعالى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا
اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللهُ العَظِيمْ
Saudara-Saudara ku Jama’ah Sholat Jum’at yang
Dimulyakan oleh Allah SWT,
Pertama-tama, marilah kita senantiasa
mensyukuri atas segala kenikmatan yang telah dianugrahkan oleh Allah kepada
kita dengan cara meningkatkan takwa kita kepada-Nya.
Kedua, sholawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga besarnya, sahabat-sahabatnya, para
tabi’in, tabi’in tabi’in, para ulama hingga kepada umat-umatnya. Semoga kita
mendapatkan syafaatnya. Amin.
Para Jama’ah Jum’at Yang Dimulyakan oleh
Allah SWT,
Hari Raya Idul Adha telah berlalu. Hari Tasyrik
pun telah berakhir. Sebentar lagi kita akan menyambut para tamu Allah di
kampung halaman masing-masing. Mereka adalah keluarga dan saudara kita yang
telah menunaikan ibadah haji. Ada berita kesedihan dan kegembiraan. Berita kesedihan,
sebagian orang tua kita telah mendahului kita. Mereka meninggal dunia saat
melaksanakan ibadah haji. Ada berita gembira, sebagian lagi masih bisa bertemu dan
berkumpul lagi dengan keluarga tercinta dengan selamat. Apapun keadaan semua
kisah tersebut, semoga mereka mendapatkan haji mabrur. Balasan haji mabrur
tidak lain hanyalah surga dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW bersabda:
وَعَنْهُ قال سُئِل النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَيُّ العَمَلِ
أَفضَلُ ؟ قال إيمانُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ» قبل ثُمَّ مَاذَا ؟ قال الجِهَادُ في
الله قيل ثم ماذا ؟ قَالَ حَجٌ مَبْرُورٌ متفق عليه سَبِيل المَبْرُورُ هُوَ
الَّذِي لا يَرْتَكِبُ صَاحِبُهُ فِيهِ مَعْصِية
Artinya:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa
Rasulullah SAW ditanya, "Amalan manakah yang lebih utama?" Beliau
menjawab, "Beriman kepada Allah dan RasulNya." Lalu beliau ditanya
lagi, "Kemudian apakah?" Beliau menjawab: "Jihad
fi-sabilillah." Masih ditanya lagi, "Kemudian apakah?" Beliau
menjawab: "Haji yang mabrur." (Muttafaq 'alaih).
Dalam hadist lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:
وعَنْهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ العُمْرَة
إلى العُمْرِة كَفَّارة لما بينهما والحجُّ المَبرُورُ لَيس لهُ جَزَاء إِلَّا
الجَنَّةَ متفق عليه
Artinya:
Dari Abu Hurairah RA pula, bahwasanya
Rasulullah SAW bersabda, "Umrah ke umrah yang berikutnya adalah menjadi
penutup dosa dalam waktu antara dua kali umrahan itu, sedang haji mabrur, maka
tidak ada balasan bagi yang melakukannya itu melainkan surga." (Muttafaq
'alaih).
Saudara-saudara ku yang dimulyakan oleh Allah
SWT,
Nabi Muhammad telah menjelaskan bahwa
balasan haji mabrur adalah surga besok di Hari Kiamat. Tentu saja, realisasi dalam
kehidupan sehari-hari, orang-orang yang telah melaksanakan ibadah haji jangan
sampai terbuai atau merasa bahwa dirinya sudah yakin menjadi Tamu Allah yang
mendapatkan titel haji mabrur. Para Tamu Allah harus terus memperbaiki kualitas
ibadah dan amal sholeh untuk menggapai dan mempertahankan nilai-nilai kemabruran
haji nya. Beberapa aktivitas yang harus dipertahankan oleh orang-orang yang
telah melaksanakan haji yaitu:
Pertama, selalu peduli terhadap penderitaan
saudara-saudara nya baik saudara dekat maupun jauh, tetangga dekat maupun tetangga jauh. Nabi Muhammad SAW bersabda:
عَنْ جَابِرِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا
الْجَنَّةُ، قِيلَ يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَا بِرُّهُ؟ قَالَ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَطِيبُ الْكَلَامِ وفي رواية لأحمد
والبيهقي إِطْعَامُ الطَّعَامِ وَإِفْشَاءُ السَّلَامِ
Artinya:
Dari sahabat Jabir bin Abdillah RA,
Rasulullah SAW bersabda, "Haji mabrur tiada balasan lain kecuali
surga." Lalu sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apa (tanda)
mabrurnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Memberikan makan kepada orang
lain dan melontarkan ucapan yang baik." (HR Ahmad, At-Thabrani, dan
Al-Baihaqi).
Hadist tersebut memberi pelajaran berharga
kepada kita, bahwa orang-orang yang telah melaksanakan ibadah haji semakin
empati kepada kesedihan orang lain dan senantiasa memperhatikan kepentingan
saudara-saudaranya yang mengalami kesusahan. Ibadah haji yang dilaksanakan
selama kurang lebih 40 hari telah menyadarkan diri bahwa semua harta kekayaan
yang ada pada dirinya hanya titipan dari Allah dan akan dikembalikan
kepada-nya. Itu sebabnya salah satu cara mengembalikan milik Allah yaitu ia
ringan tangan memberi sebagian rezeki kepada orang-orang yang membutuhkan.
Nabi Muhammad saw bersabda:
مَنْ نَفْسَ عَنْ مُؤْمِن كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ
عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الْآخِرَةِ، وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ سَتَرَهُ
اللهُ في الدُّنْيَا وَالْآخِرَة وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ
الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيْهِ
Artinya:
"Barangsiapa menghilangkan satu
kesulitan dari seorang mukmin ketika di dunia, maka Allah akan menghilangkan
darinya satu kesulitan di akhirat. Barangsiapa yang menutupi keburukan seorang
muslim, Allah akan menutupi keburukannya di dunia dan di akhirat. Allah
senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya."
(HR Muslim)
Kedua, Konsisten Beribadah dan Meninggalkan Maksiat.
وَعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم
يَقولُ منْ حَجَّ فَلَم يُرْفُتْ وَلَم يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَومِ وَلَدَتْهُ
أُمُّهُ متفق عليه
Artinya:
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata mendengar
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa mengerjakan haji, lalu ia tidak
berbuat kelalaian dan tidak pula mengerjakan dosa yakni kemaksiatan besar atau
yang kecil tetapi berulang kali, maka ia akan kembali dari ibadah hajinya itu
sebagaimana pada hari ia dilahirkan oleh ibunya yakni tidak ada dosa dalam
dirinya sama sekali." (Muttafaq 'alaih).
Hadist tersebut di atas menjadi pengingat
kepada saudara-saudara kita yang telah melaksanakan ibadah haji untuk selalu
konsisten beribadah dan meninggalkan maksiat. Sebab sering terjadi sebagian
dari kita, saat berada di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, semangat ibadah sangat
tinggi. Tidak mengenal waktu, tidak mengenal kondisi tubuh. Hati selalu ingin
berada di masjid, sholat sunnah, dzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Pendek
kata, kita mendapatkan suatu ketenangan dan kebahagiaan luarbiasa. seolah-olah
kita tidak mau pulang lagi ke kampung halaman.
Namun kenikmatan tersebut terkadang luntur.
Saat para jamaah haji sudah persiapan pulang dan saat sudah berada di bandara, mulai
ada suasana hambar. Keladzatan beribadah sudah mulai dilupakan ketika para
jamaah sudah berada di bandara, hotel, koper, dan oleh-oleh. Lama-kelamaan rasa
hambar jika dibiarkan terus-menerus akan menyebabkan para jamaah akan kembali lagi
pada tabiat semula. Dulu sebelum haji jarang beribadah. Setelah haji juga sama.
Dulu sebelum haji jarang beramal sholeh. setelah haji semakin tidak mau beramal
sholeh.
Allah SWT telah menegaskan agar kita
beribadah harus konsisten sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. Hud ayat 112 sebagai
berikut:
فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ
بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Artinya:
“Maka istiqomahlah (tetaplah kamu pada
jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang
telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia
Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112).
Para Jamaah Sholat Jum’at Yang Dimulyakan Oleh Allah SWT,
Dari paparan di atas, khutbah singkat ini
bisa diambil kesimpulan tentang amalan saudara-saudara kita yang baru pulang
dari tanah suci atau yang sudah melaksanakan ibadah haji atau umrah yaitu:
pertama, selalu istikomah dalam menjalankan ibadah dan meninggalkan maksiat. Sebab
orang yang sudah melaksanakan ibadah haji atau umrah mempunyai ujian yang
sangat besar dalam hal tersebut. ketika kuat menerima ujian, maka mendapatkan
titel haji mabrur. Kedua, orang-orang yang sudah melaksanakan ibadah haji atau
umrah senantiasa selalu berbaur dengan masyarakat dan senantiasa menebarkan
kebaikan dan membantu mereka yang membutuhkan pertolongan.
جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين، وَأدْخَلَنَا
وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ : أعُوذُ بِاللهِ مِنَ
الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمْ: يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. باَرَكَ اللهُ
لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ
وذِكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى
جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ
وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ
لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ
رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا
النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا
أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ
ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ
عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا
تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ
وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ
الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ
الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ
اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ
وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ
أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ
وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ
مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ
إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ
وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ
اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى
الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا
لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا
بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ
وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ
اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ
اللهِ أَكْبَرْ
Penulis : Sang Khatib
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   266
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258