Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

873 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Khutbah Jum'at; Urgensi Sejarah Bagi Peradaban Masa Depan



Senin , 16 Januari 2023



Telah dibaca :  424

 

الحمد لله الذي خلق الانسان في احسن تقويم. اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا رسول الله. اللهم صلي وسلم علي سيد المرسلين محمد وعلي اله واصحابه اجمعين. فيا عباد الله اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون. وقال تعالي في القران الكريم. لقد كان في قصصهم عبرة لاولي الالبب ما كان حديث يفتري ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدي ورحمة لقوم يؤمنون.

Saudara-Saudaraku yang Dimulyakan oleh Allah S.W.T

Surat Yusuf Ayat 111 mempunyai suatu pembelajaran tentang pentingnya sejarah masa lalu . ayat ini membuka tabir hakikat suatu sistem peradaban yang dibangun oleh manusia dalam lintas sejarah dari setiap bangsa atau umat manusia. Karena setiap perjalanan sejarah akan mengalami proses catatan waktu yang sangat penting yang terangkum pada waktu: masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Al-Qur’an senantiasa selalu mengaitkan ketiga-tiganya sebagai tali-temali yang tidak dipisahkan dalam perjalanan manusia. Al-Qur’an juga menyajikan catatan waktu adanya suatu peradaban yang tumbuh, hilang, tumbuh lagi, hancur dan muncul peradaban baru yang berbeda dari sebelum dan/atau meneruskan sebelumnya dengan cara yang lebih baik.

Allah berfirman dalam Q.S. Yusuf Ayat 111 sebagai berikut:

لقد كان في قصصهم عبرة لاولي الالبب ما كان حديث يفتري ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدي ورحمة لقوم يؤمنون

Artinya:

Sesungguhnya dalam kisah-kisah tersebut adalah untuk pembelajaran bagi orang-orang yang berfikir; bukanlah Al-Qur’an kisah yang dibuat-buat sesuka hati, tetapi membenarkan peristiwa yang terjadi pada masa lalu, dan memberikan penjelasan, petunjuk, dan rahmat bagi kaum yang beriman.

Di dalam Kitab Ibnu Katsir dijelaskan sebagai berikut:

. لقد كان في قصصهم عبرة لاولي الالبب: bercerita tentang kisah para Rasul dan umat nya Nabi Yusuf.

Artinya dalam kajian sejarah, selalu saja ada dua kutub dalam mewarnai perjalanan sejarah yaitu : kelompok yang berusaha membangun suatu tatanan kehidupan yang baik dan kelompok yang justru membangun tatanan kehidupan dengan menentang nilai-nilai kebaikan. Kelompok pertama adalah kategori kelompok yang menjalankan sesuai dengan firman-firman Allah seperti para nabi, rasul dan para pemimpin yang amanah. Kelompok kedua menjalankan sistem kekuasaan dengan mengabaikan nilai-nilai kebaikan yang diamanatkan dalam Kitab Suci, kelompok ini seperti Raja Fir’aun, Qarun, Patih Haman, Raja Namrud dan sejenisnya.

عبرة لاولي الالبب ما كان حديث يفتري: pelajaran bagi orang-orang yang berakal, dan al-Qur’an bukan kisah yang dibuat-buat.

Artinya, al-qur’an telah menjelaskan bahwa akibat dari kedua nya; kelompok yang menjalankan system kehidupan dengan jalan sesuai nilai-nilai ajaran Islam telah melahirkan sistem kehidupan yang beradab dan berkeadilan. Sedangkan sistem yang menolak sistem tersebut dan mencoba membuat dengan tidak menggunakan esensi firman-firman-Nya atau mengabaikan-nya akan menghancurkan peradaban.

تصديق الذي بين يديه: kebenaran terhadap fakta sejarah kebenaran firman-firman Allah dan implikasinya terhadap orang-orang yang menentangnya.

Ini dicontohkan sebagaimana kaum Nabi Luth yang menentang tatanan nilai-nilai peradaban seperti perkawinan, dirubah dengan perkawinan sesama jenis. Akibatnya, generasi terputus, tidak ada keturunan, maka manusia habis, akibatnya dalam jangka waktu tertentu bangsa dan Negara pun akan ambruk.

وتفصيل كل شيء: penjelasan secara terperinci diartikan tentang hukum syariah baik yang halal maupun yang haram.

Eksistensi manusia akan terus berlangsung selama ada keturunan. Suatu keturunan yang baik berasal dari aturan yang baik dan benar, bukan aturan yang tidak mempunyai etika dan tidak bermoral berdasarkan hasil imajinasi atau pola piker yang bertentangan dengan nilai-nilai kebaikan ajaran islam. Akibatnya jika diteruskan yang melahirkan hubungan bebas [freesex] atau homoseksual. Sebuah system kehidupan yang tidak ubahnya seperti binatang yang bermuara dari kenikmatan syahwat semata dan tidak bernilai ibadah. Itu sebabnya, system ini harus ditentang dan diganti dengan system syariat islam; membenarkan perkawinan dan menolak perzinaan.

وهدي ورحمة لقوم يؤمنون: petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Artinya, bahwa suatu sistem yang benar tertera dalam Al-Qur’an dan Al-Hadist menjadi petunjuk bagi masyarakat yang beriman kepada Allah S.W.T.  Saat mereka mampu menerapkan dan patuh terhadap aturan tersebut tersebut, Allah akan memberikan kasih-sayang berupa rasa damai dalam hati dan bisa menerima kehidupan dalam kondisi apapun dengan tetap bersandar kepada Allah s.w.t, yaitu tercipta ketenangan batin dan kebahagiaan hidup di Dunia dalam segala kondisi dan tercatat sebagai orang-orang tunduk kepada-Nya.

Dari paparan di atas, bahwa setiap perjalanan kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara akan mengalami suatu perjalanan pasang-surut suatu peradaban yang disebabkan karena tidak taat terhadap nilai-nilai kebaikan yang diberikan oleh allah dan para rasulullah kepada umat nya. Islam memberikan suatu strategi dalam merawat dan menumbuhkembangkan peradaban  yaitu dengan merealisasikan nilai-nilai firman Allah dalam kehidupan sehari-hari baik secara individu maupun secara kolektif. Disini, pentingnya masyarakat ilmuwan, intelektual, dan ulama melakukan ijtihad atau kajian-kajian ilmiah untuk menterjemahkan firman-firman Allah dalam kehidupan sosial yang lebih luasa.

Doa Akhir Khotbah Tiap-Tiap Jum’at

الحمد لله حمدا كثيرا كماامر واشهد ان محمدا رسول االله عبده ورسوله سيد الجن والبشر. اللهم صل وسلم علي سيد الانبياء والمرسلين وعلي اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الي يوم الدين. اما بعد: فيا ايها المسلمون رحمكم الله اوصيكم ونفسى بتقوى الله وقد قال الله تعالي في القران الكريم اعود بالله من الشيطان الرجيم. ومن يتق الله يجعل له مخرجا ويرزقه من حيث لا يحتتسب. اللهم اغفر للمومنين والمومنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات انك قريب مجيب الدعوات وقاضي الحاجات. ربنا اتينا في الدنيا حسنة و في الاخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين. ولذكر الله اكبر



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Sumber Daya Manusia dalam Perspektif Islam
04 Juni 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   325

Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   378

Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   328

Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   415

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14393


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6094


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5552


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4457