Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kitab Sulam Munajat: Bab Tentang Rukun Sholat Bagian Kedua



Kamis , 12 Juni 2025



Telah dibaca :  569

Bab Tentang Rukun Sholat Bagian Kedua

Berikut ini membahas tentang rukun-rukun sholat pada bagian kedua dalam kitab Kitab Sulam Munajat:

العاشر الطمانينة فيه كما ذكرنا في ركوع الحادي عشر الجلوس بين السجدتين بان ينتصب جالسا الثني عشر الطمانينة فيه كما ذكرنا في ركعوع الثالث عشر السجود الثاني مثل سجود الاول فيما مر فيه  الرابع عشر الطمانينة فيه كما ذكرنا في ركوع  الخامس عشر الجلوس الاخير منبصبا السادس عشر قراة التشهد فيه  السابع عشر الصلاة علي النبي ﷺ بعد التشهد في القعود و اقلها اللهم صلي علي محمد الثامن عشر السلام  بعدها في القعود التاسع عشر الترتيب بان ياتي بالنية مع التكبير ثم الفاتحة  في القيام ثم ركوع مع تمانينة ثم الاعتدال مع الطمانينة

ثم السجود الاول مع الطمانينة ثم الجلوس بعده مع طمانينة ثم سجود الثاني مع الطمانينة فهدا ترتيب اول ركعة ثم ياتي بباقي الركعات مثلها الا انه لا ياتي فيها بالنية وتكبير الاحرام فاذا تمت ركعات فرضه  جلس الجلوس الاخير ثم قرا التشهد فيه ثم صلي علي النبي قال اللهم صل علي محمد ثم قال السلام عليكم

Artinya:

Rukun yang kesepuluh yaitu tuma’ninah dalam sujud pertama, yang dilakukan dalam ruku’. Rukun yang kesebelas yaitu duduk di antara dua sujud dengan sekiranya tubuh musholi tegak dalam keadaan ia duduk. Rukun keduabelas tuma’ninah dalam sujud sebagaimana yang telah dijelaskan ketika ruku’. Rukun ketigabelas yaitu sujud kedua seperti sujud pertama sebagaimana yang telah diterangkan sebelumnya. Rukun keempatbelas tuma’ninah di dalam sujud sebagaimana diterangkan dalam ruku’. Rukun kelima belas duduk terakhir dengan menegakan tubuh. Rukun keenam belas yaitu membaca tasyahud di dalam duduk terakhir. Rukun ketujuhbelas yaitu membaca sholawat setelah tasyahud diwaktu duduk. Sedikit-sedikit membaca sholawat yaitu allahumma sholi ‘ala Muhammad. Rukun ke delapan belas yaitu mengucapkan salam setelah membaca sholawat pada waktu masih duduk. Rukun yang kesembilan belas yaitu tartib dengan pertama-tama melakukan niat bersamaan dengan takbir kemudian membaca fatehah ketika berdiri,kemudian ruku’ diserai tuma’ninah kemudian i’tidal disertai tuma’ninah kemudian sujud pertama disertai tuma’ninah kemudian duduk setelahnya disertai tuma’ninah  kemudian sujud kedua dengan disertai tuma’ninah. Hal tersebut merupakan tarbit pada raka;at pertama dari sholat. Kemudian setelah selesai roka’at pertama, musholi melakukan urutan-urutan serupa pada raka’at selanjutnya kecuali pada persoalan niat dan takbiratul ihram. Ketika telah selesai raka’at, musholi duduk akhir lalu membaca tasyahud, sholawat dengan mengucapkan allahumma sholi ‘ala muhammad dan salam dengan mengucapkan assalamu ‘alaikum.

Keterangan :

Tuma’ninah adalah diam sebentar sebagai pemisah antara bangun dan turun pada wktu ruku’, i’tidal, sujud dan duduk diantara dua sujud.

Bacaan tasyahud dan sholawat awal yaitu:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، 

Bacaan tasyahud dan sholawat akhir yaitu:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلَامُ عَلَيْك أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ, أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، 

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ، وَ بَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ  وَعَلَى آلِ  سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلٰى آلِ  سَيِّدِ نَا إِبْرَاهِيمَ،  فِى الْعَا لَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Hukum menambah sayyidina dalam sholawat akhir di perbolehkan dengan dasar-dasar sebagai berikut:

Hadist Nabi Muhammad sebagai berikut:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ

Artinya:

Rasulullah bersabda, Saya adalah sayyid (penghulu) anak Adam pada hari kiamat. Orang pertama yang bangkit dari kubur, dan orang pertama yang memberikan syafa’at dan orang yang pertama kali diberi hak untuk memberikan syafa’at. (Shahih Muslim, 4223).

Syeikh Imam Suyuti berkata:

أَنا سيد ولد آدم يَوْم الْقِيَامَة حِكْمَة التَّقْيِيد بِهِ مَعَ أَنه سيدهم فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَة أَنه يظْهر فِيهِ سؤدده لكل أحد وَلَا يبْقى مُنَازع وَلَا معاند وَأول شَافِع وَأول مُشَفع

Artinya:

Maksud “Saya sayyid anak Adam di hari kiamat” itu sebagai penegasan bahwa Nabi Muhammad menjadi sayyid di dunia dan akhirat sekaligus menjelaskan kesayidan Nabi Muhammad atas tiap manusia tanpa ada yang menentang, menyangkal, dan Nabi pertama yang memberikan syafa’at, Nabi pertama yang mendapatkan hak untuk memberi syafa’at. (Syarh Suyuti ala Muslim, 5/298)

Kitab Hasyiyah Jamal II/335 sebagai berikut:

ولا يضر زيادة ميم في عليك ولا يا النداء قبل أيها ولا وحده لا شريك له بعد أشهد أن لا إله إلا الله لورود ذلك في خبر ولا زيادة سيدنا قبل محمد هنا وفي الصلاة عليه الآتية بل هو أفضل لأن فيه مع سلوك الأدب امتثال الأمر

Artinya:

Tidak berbahaya untuk menambahkan mim dalam lafadz alaika (menjadi alaikum), juga ya’ nida dalam ayyuha (menjadi ya ayyuha), dan wahdahu la syarika lahu setelah lafadz asyhadu an laa ilaha illa Allah, karena terdapat hadis mengenai hal ini, dan tidak berbahaya pula menambahkan lafadz sayyidina sebelum lafadz Muhammad, dan saat membaca shalawat, bahkan menambahkan sayyidina ini hukumnya lebih utama, karena penambahan sayyidina disertai etika kepada Rasulullah itu bagian dari mengikuti perintah agama.

 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   185

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13557


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4550


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2875