Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Kitab Sulam Munajat-Rukun Wudhu



Sabtu , 26 April 2025



Telah dibaca :  651

Bab Tentang Rukun Wudhu

Pembahasan ini masih lanjutan pada pembahasan sebelumnya, yaitu masih membahas tentang rukun-rukun berwudhu. Semoga bermanfaat.

الثني طهرةُ بالوضوءِ والغسل امَّا الوضوء ففرضوه ستة الاول نية الطهارة للصلاة او رفع الحدث او نحوهما بالقلب مع اول غسلِ الوجهِ: الثني غسل الوجه من مبداء تسطيح الجبهة الي منتهي الذقنِ م من الاذن الي الاذن الا باطنَ لحية الرجل وعارضه الكثفين. الثالت غسل اليدين مع المرفقين. الربع مسح اقل شئٍ من بشرة الراس من شعرة اذا لم يحرج الممسوح منه بالمدّ عن حد الراس. الخامس غسل الرجلين مع الكعبين. السدس ترتبه كما ذكرنه. ويجب في الوجه واليدين غسلُ جزءٍ وان ينجري الماء بطبعه علي جميع اجزائها

Artinya:

Adapun rukun wuhdu ada enam yaitu: pertama niat bersuci karena untuk melaksanakan sholat atau menghilangkan hadast kecil atau najis atau sejenisnya dengan niat di dalam hati bersamaan air mengenai sebagian wajah. Kedua, membasuh wajah mulai dari bagian paling atas lebar dahi sampai paling bawah dagu dan dari bagian teling ke bagian telinga lainnya. kecuali pada jenggot dan dua godek tebal nya. ketiga membasuh kedua tangan sampai kedua siku nya. keempat mengusap sedikit bagian kulit kepala atau dari rambutnya ketika rambut yang diusap tidak keluar dari batas kepala dari segi panjang terurainya. Kelima membasuh kedua kaki sampai pada kedua mata kakinya. Keenam, tartib. Disyaratkan dalam membasuh wajah, dua tangan dan dua kaki yaitu dengan melebihi dari batas-batasnya.

TATABAHASA ARAB- MEMBAHAS MUBTADA KHOBAR

Mubtada adalah isim yang terletak di awal kalimat yang ditandai dengan harokat dhomah di akhir kata.

Khabar adalah isim yang terletak setelah mubtada yang harakotnya sama dengan mubtada sebagai pelengkat nya. jadi ketika ada mubtada, maka ada khobar.

Namun pada pembahasan selanjutnya ada istilah mubtada muakhor atau khabar muqaddam yang nanti ada pembahasan tersendiri.

Tanda dhomah pada mutbada dan khabar ketika kedua-dua nya tunggal. Sedangkan ketika kata benda nya berjumlah dua atau lebih dari dua (jamak) maka tanda dhomah akan berubah sesuai dengan statusnya mubtada tersebut.

Ketika mubtada bukan nama orang, maka mubtadanya ditambah “ال “ dan khabarnya tidak ditambah “ ال“ [lihat pada contoh nomor 3].

Contoh-contoh:

1.     طالبٌ محمدٌ

2.      فاطمةٌ طالبةٌ

3.     المسجدُ كبيرٌ

KETERANGAN :

Niat dilakukan di dalam hati, itu sebabnya niat yang benar di dalam hati. niat yang diucapkan sebatas untuk menguatkan niat yang ada dalam hati. ketika ada orang berniat dalam lisan, pada saat yang sama juga berniat dalam hati dalam memulai berwudhu.

Jika ada seorang laki-laki mempunyai jenggot yang tebal atau godek yang tebal yang memungkinkan tidak basah saat membasuh muka nya, maka hal tersebut sudah dianggap sudah cukup membasuhnya.

Membasuh anggota tubuh seperti wajah, tangan dan kaki agar tidak ada keraguan, diwajibkan atau disyaratkan agar membasuh melebihi batas-batas yang telah ditentukan pada ketiga bagian anggota wudhu tersebut.



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Genjatan Senjata Antara Harapan Damai dan Ancaman Baru
10 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   324

Minyak Bumi antara Berkah dan Bencana
24 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   184

Hubungan Tamak Dan Takut Mati
21 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   81

Ketakutan Kaum Yahudi Akan Kematian
10 Februari 2026   Oleh : Imam Ghozali   96

Lubang Biawak di Tepi Laut Persia
09 Februari 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   127

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872