
Bab Tentang Rukun Wudhu
Pembahasan ini masih lanjutan pada
pembahasan sebelumnya, yaitu masih membahas tentang rukun-rukun berwudhu.
Semoga bermanfaat.
الثني طهرةُ
بالوضوءِ والغسل امَّا الوضوء ففرضوه ستة الاول نية الطهارة للصلاة او رفع الحدث
او نحوهما بالقلب مع اول غسلِ الوجهِ: الثني غسل الوجه من مبداء تسطيح الجبهة الي
منتهي الذقنِ م من الاذن الي الاذن الا باطنَ لحية الرجل وعارضه الكثفين. الثالت
غسل اليدين مع المرفقين. الربع مسح اقل شئٍ من بشرة الراس من شعرة اذا لم يحرج
الممسوح منه بالمدّ عن حد الراس. الخامس غسل الرجلين مع الكعبين. السدس ترتبه كما
ذكرنه. ويجب في الوجه واليدين غسلُ جزءٍ وان ينجري الماء بطبعه علي جميع اجزائها
Artinya:
Adapun rukun wuhdu
ada enam yaitu: pertama niat bersuci karena untuk melaksanakan sholat atau menghilangkan
hadast kecil atau najis atau sejenisnya dengan niat di dalam hati bersamaan air
mengenai sebagian wajah. Kedua, membasuh wajah mulai dari bagian paling atas
lebar dahi sampai paling bawah dagu dan dari bagian teling ke bagian telinga
lainnya. kecuali pada jenggot dan dua godek tebal nya. ketiga membasuh kedua
tangan sampai kedua siku nya. keempat mengusap sedikit bagian kulit kepala atau
dari rambutnya ketika rambut yang diusap tidak keluar dari batas kepala dari
segi panjang terurainya. Kelima membasuh kedua kaki sampai pada kedua mata
kakinya. Keenam, tartib. Disyaratkan dalam membasuh wajah, dua tangan dan dua
kaki yaitu dengan melebihi dari batas-batasnya.
TATABAHASA ARAB-
MEMBAHAS MUBTADA KHOBAR
Mubtada adalah isim
yang terletak di awal kalimat yang ditandai dengan harokat dhomah di akhir
kata.
Khabar adalah isim
yang terletak setelah mubtada yang harakotnya sama dengan mubtada sebagai
pelengkat nya. jadi ketika ada mubtada, maka ada khobar.
Namun pada
pembahasan selanjutnya ada istilah mubtada muakhor atau khabar muqaddam yang
nanti ada pembahasan tersendiri.
Tanda dhomah pada
mutbada dan khabar ketika kedua-dua nya tunggal. Sedangkan ketika kata benda
nya berjumlah dua atau lebih dari dua (jamak) maka tanda dhomah akan berubah
sesuai dengan statusnya mubtada tersebut.
Ketika mubtada
bukan nama orang, maka mubtadanya ditambah “ال “ dan khabarnya tidak ditambah “ ال“ [lihat pada contoh nomor 3].
Contoh-contoh:
1. طالبٌ محمدٌ
2. فاطمةٌ طالبةٌ
3. المسجدُ كبيرٌ
KETERANGAN :
Niat dilakukan di
dalam hati, itu sebabnya niat yang benar di dalam hati. niat yang diucapkan
sebatas untuk menguatkan niat yang ada dalam hati. ketika ada orang berniat
dalam lisan, pada saat yang sama juga berniat dalam hati dalam memulai
berwudhu.
Jika ada seorang
laki-laki mempunyai jenggot yang tebal atau godek yang tebal yang memungkinkan
tidak basah saat membasuh muka nya, maka hal tersebut sudah dianggap sudah
cukup membasuhnya.
Membasuh anggota
tubuh seperti wajah, tangan dan kaki agar tidak ada keraguan, diwajibkan atau
disyaratkan agar membasuh melebihi batas-batas yang telah ditentukan pada
ketiga bagian anggota wudhu tersebut.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Makna Tauhid: Antara Das Sollen dan Das Sein
11 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   199
Sanad Keimanan
05 Agustus 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   162
Islam, Timur Tengah dan Iran
25 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   192
Musafir Di Persimpangan Jalan
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   211
Cinta ku jatuh di Depan Multazam
17 Juli 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   201
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14315
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      6026
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5427
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4664
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4397