Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Lailatul Qadr di Langit Siak Pasca PSU



Sabtu , 22 Maret 2025



Telah dibaca :  464

Di beberapa grup WA khusus, teman-teman ku sibuk membicarakan hasil Pemilihan Suara Ulang (PSU). Rupanya di grup khusus tersebut rata-rata simpatisan pasangan Afni-Syamsurizal. Rival terberatnya petahana yaitu Alfedri-Husni.

Namanya juga simpatisan pasti ramai. agak mirip-mirip pertandingan sepakbola Indonesia vs Australia. Seru. Ada yang tepuk tangan gembira. Ada yang menetes air mata. Saya hanya tersenyum saja melihat teman-teman di grup WA bahagia. Padahal, mereka pun tidak dapat apa-apa dari pasangan yang didukung. Tapi namanya sudah jatuh cinta. Calon nya menang, rasa nya sangat bahagia.

“Mas, doa ku mustajab. Berkah lail al-qadr. Jagoku menang mas” kata Paijo SMS.

Saya tersenyum dan mengucapkan selamat. Hati ku tersenyum juga, apa hanya Timses Afni yang berdoa di bulan ramadhan. Pastinya timses calon lainnya juga bermunajat kepada Allah. Jangan-jangan para malaikat “hom-pim-pa” untuk memutuskan calon yang pantas menang. Kebetulan saat “hom-pim-pa” Malaikat pendukung doa Afni menang. Jadi lah suara nya melonjak dari pemilihan sebelum PSU.

Jauh sebelum adanya PSU, dan sebelum pencoblosan pilkada langsung beberapa bulan lalu, seorang sahabat saya yang sejak anak-anak sudah menjadi aktivis NU japri di wa ku. Kurang lebih bunyi nya begini: “Mas imam, menurut tim survei UNRI, pasangan Afni-Syamsurizal menang, mengalahkan pasangan petahana. Menurut jenengan pripun?”. Saya menjawabnya pun kurang lebih begini: “Iya, saya percaya. Salah satu faktor yang memperkuat kemenangan tersebut karena adanya dukungan Pak Arwin, mantan bupati Siak”.

Pada pilkada langsung 2024, saya memang hanya mengikuti kontestasi demokrasi pada empat titik pilkada: pilkada kepulauan meranti, bengkalis dan siak. Satu lagi, pemilihan gubernur. Kebetulan keempat dari keempat pasangan tersebut, calon dan tim-suksesnya mengharapkan berkah doa dari ku. Dan itu sudah mafhum di musim pilkada. Siapapun calon juga melakukan pendekatan sama. hampir siapapun juga jika ada seorang yang dianggap tokoh, biasanya diharapkan keberkahan doa.

Kebetulan, keempat calon tersebut sukses di pilkada. Ada rasa senang. Itu saja.

Memang ada yang sedikit sewot saat saya mendoakan salah satu di antara mereka dengan alasan yang sangat subyektif. saya menjawab bahwa siapapun yang meminta doa kebaikan akan saya doakan. Persoalan menang atau kalah, sebenarnya bukan sebatas pada faktor doa saja. Banyak faktor. Banyak sekali. Jjika mengacu keimanan, ini persoalan takdir saja. Jika garis tangan memang jadi bupati/gubernur, ada jalan dipermudah untuk bisa terpilih menjadi kepala daerah. Tapi jika takdir tidak terpilih, sudah mengeluarkan seluruh kekuatan pun tetap juga gagal.

“Kita ini memilih pemimpin terbaik ustadz” kata pendukung tertentu.

Saya tersenyum. saya tidak mau debat. Saya juga tidak mau menguliti satu-persatu kelemahan para calon yang sedang maju di pilkada. Saya selalu berprasangka baik bahwa mereka manusia pilihan. Buktinya selain meraka sudah tidak ada calon lain. Namun saya juga punya keyakinan, bahwa yang terpilih belum tentu yang terbaik. Tidak selalu yang terpilih yang terbaik. Bisa juga calon yang tidak terpilih itu yang terbaik. Tapi pilkada bukan memilih yang terbaik, pilkada memilih suara terbanyak. Itulah yang menang. Jadi, makna terbaik sebenarnya presepsi dari masing-masing tim-sukses. Dan itu harus. Masa sih, ada tim-sukses tidak percaya dengan calon yang diusung. Jika ada, bisa dipastikan kalah.

Walhasil, saya secara pribadi mengucapkan selamat kepada teman-teman ku di Siak yang sedang berbahagia karena jagonya menang. Saya menunggu Kang Paijo menjemput ku pada syukuran Bupati Siak. Semoga, malam lail al-qadr di langit Siak mampu memberi keberkahan seluruh masyarakat siak secara adil dan merata.



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   236

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872