
Mas Andi dari LP2M IAIN Langsa mengajaku
jalan-jalan ke Malioboro. Jam pukul 19.15 menit. Masih sore. Saya pun
menyanggupinya. Hati saya rindu tempat ini. Tempat yang penuh kenangan masa
lalu. Mengingatanku lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh KLa Projek. Beberapa penggalan
syair lagu nya sebagai berikut:
Pulang ke kota mu
Ada setangkup haru dalam rindu
Masih seperti dulu
Tiap sudut menayapku bersahabat
Penuh selaksa makna
Terhanyut aku akan nostalgi
Saat kita sering luangkan waktu
Nikmati bersama
Suasana Yogya
Menelusuri malam kota Yogyakarta. tidak
banyak perubahan. Gedung-gedung lama bersejarah terjaga dengan baik. Pak Sopir
Grab menceritakan bahwa gedung-gedung bersejarah mendapat bantuan dari pemerintah
daerah sebagai bagian dari jagar budaya. Ada bangunan sekolah, perkantoran dan
lain-lain. Semua dijaga dan dirawat untuk menyambung konektivitas sejarah masa
lalu ke masa sekarang. Tujuannya agar generasi muda tidak terputus budaya
daerah nya secara khusus, dan bangsa
secara umum. Sebab ada yang membahayakan ketika sudah terputus dari
budaya, maka akan kehilangan nilai-nilai yang agung dalam membangun masa depan
bangsa.
Namun ketika sudah masuk jalan Malioboro,
saya sedikit kaget. Pinggir jalan berderet tempat-tempat duduk. Paling banyak
anak-anak muda-mudi duduk menghabiskan malam hari yang cerah. Suasana yang
jelas berbeda pada masa dulu tahun 96-an saya datang ke tempat ini. pinggir
jalan isinya orang jualan. Dulu saya paling suka di tempat ini mencari kaos
merk “Dagadu”. Entah apakah masih ada atau tidak. Mungkin masih, tapi sudah
tidak seheboh dulu.
Ada seorang gadis berjilbab berdiri di
pinggir jalan. Mas andi yang lulusan S3 filsafat UIN Yogya ini bertanya tentang
para pedagang yang ada di pinggir jalan Malioboro. Gadis itu menjelaskan bahwa
para pedagang telah direlokasi dan ditempatkan di tempat khusus. Dia menunjukan
arah nya, namanya “Teras Malioboro”.
Kami pun datang ke sana. Setelah saya
lihat, model nya seperti pasar sandang-pangan. Kurang menarik. Mungkin yang
menjadi daya tarik Teras Malioboro adalah band musik anak-anak muda. Para pengunjung
rela duduk-duduk di lantai untuk mendengarkan lagu-lagu klasik terutama
berkaitan tentang cinta.
Tiba-tiba ada sepasang muda-mudi berbaju
kaos seragam putih lewat di depanku. Umur sekitar 18-an tahun. Pasangan terlihat serasi sekali. Kedua nya berkulit putih. Lelaki tampan. Ceweknya cantik. Rambut hitam lurus panjang diikat dibagian belakang. Kedua berdiri di pinggir
jalan untuk menyeberang. Ketika kendaraan sudah sepi, keduanya berjalan dan
duduk di kursi yang berada di pinggir jalan.
Saya masih melihatnya. Tak beberapa lama
kemudian, kedua pasang muda-mudi mengambil rokok. Mereka merokok,
tersenyum dan ngobrol, tertawa penuh dengan kebahagiaan.
Entah kenapa saya begitu memperhatikan
kepada kedua insan yang menurut saya sangat sempurna secara fisik. Keduanya telah mampu mengalihkan pandanganku dari puluhan atau bahkan ratusan orang
yang sliweran di tempat tersebut. Kota Yogyakarta sebagaimana
kota-kota lain adalah kota tidak peduli kepada privasi orang lain. Silahkan apa
yang kamu lakukan, yang penting jangan mengganggu norma terlalu jauh dan hukum.
Entah kenapa saya merasa sedih kepada kedua
insan tadi. Dalam diam, saya berdoa dalam hati, semoga kedua insan yang tampan
dan cantik yang sedang bahagia di malam itu, dibahagiakan oleh Allah SWT ketika berjumpa
dengan-Nya.
Penulis : Imam Ghozali
Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   116
Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146
Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214
Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291
Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3576
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2970
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876