Avatar

Imam Ghozali

Penulis Kolom

871 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Malioboro dan Gadis Cantik yang Menggetarkan Hati



Jumat , 13 Oktober 2023



Telah dibaca :  883

Mas Andi dari LP2M IAIN Langsa mengajaku jalan-jalan ke Malioboro. Jam pukul 19.15 menit. Masih sore. Saya pun menyanggupinya. Hati saya rindu tempat ini. Tempat yang penuh kenangan masa lalu. Mengingatanku lagu Yogyakarta yang dinyanyikan oleh KLa Projek. Beberapa penggalan syair lagu nya sebagai berikut:

Pulang ke kota mu

Ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu

Tiap sudut menayapku bersahabat

Penuh selaksa makna

Terhanyut aku akan nostalgi

Saat kita sering luangkan waktu

Nikmati bersama

Suasana Yogya

Menelusuri malam kota Yogyakarta. tidak banyak perubahan. Gedung-gedung lama bersejarah terjaga dengan baik. Pak Sopir Grab menceritakan bahwa gedung-gedung bersejarah mendapat bantuan dari pemerintah daerah sebagai bagian dari jagar budaya. Ada bangunan sekolah, perkantoran dan lain-lain. Semua dijaga dan dirawat untuk menyambung konektivitas sejarah masa lalu ke masa sekarang. Tujuannya agar generasi muda tidak terputus budaya daerah nya secara khusus, dan bangsa  secara umum. Sebab ada yang membahayakan ketika sudah terputus dari budaya, maka akan kehilangan nilai-nilai yang agung dalam membangun masa depan bangsa.

Namun ketika sudah masuk jalan Malioboro, saya sedikit kaget. Pinggir jalan berderet tempat-tempat duduk. Paling banyak anak-anak muda-mudi duduk menghabiskan malam hari yang cerah. Suasana yang jelas berbeda pada masa dulu tahun 96-an saya datang ke tempat ini. pinggir jalan isinya orang jualan. Dulu saya paling suka di tempat ini mencari kaos merk “Dagadu”. Entah apakah masih ada atau tidak. Mungkin masih, tapi sudah tidak seheboh dulu.

Ada seorang gadis berjilbab berdiri di pinggir jalan. Mas andi yang lulusan S3 filsafat UIN Yogya ini bertanya tentang para pedagang yang ada di pinggir jalan Malioboro. Gadis itu menjelaskan bahwa para pedagang telah direlokasi dan ditempatkan di tempat khusus. Dia menunjukan arah nya, namanya “Teras Malioboro”.

Kami pun datang ke sana. Setelah saya lihat, model nya seperti pasar sandang-pangan. Kurang menarik. Mungkin yang menjadi daya tarik Teras Malioboro adalah band musik anak-anak muda. Para pengunjung rela duduk-duduk di lantai untuk mendengarkan lagu-lagu klasik terutama berkaitan tentang cinta.

Tiba-tiba ada sepasang muda-mudi berbaju kaos seragam putih lewat di depanku. Umur sekitar 18-an tahun. Pasangan terlihat serasi sekali. Kedua nya berkulit putih. Lelaki tampan. Ceweknya cantik. Rambut hitam lurus panjang diikat dibagian belakang.  Kedua berdiri di pinggir jalan untuk menyeberang. Ketika kendaraan sudah sepi, keduanya berjalan dan duduk di kursi yang berada di pinggir jalan.

Saya masih melihatnya. Tak beberapa lama kemudian, kedua pasang muda-mudi mengambil rokok. Mereka merokok, tersenyum dan ngobrol, tertawa  penuh dengan kebahagiaan.

Entah kenapa saya begitu memperhatikan kepada kedua insan yang menurut saya sangat sempurna secara fisik. Keduanya telah mampu mengalihkan pandanganku dari puluhan atau bahkan ratusan orang yang sliweran di tempat tersebut. Kota Yogyakarta sebagaimana kota-kota lain adalah kota tidak peduli kepada privasi orang lain. Silahkan apa yang kamu lakukan, yang penting jangan mengganggu norma terlalu jauh dan hukum.

Entah kenapa saya merasa sedih kepada kedua insan tadi. Dalam diam, saya berdoa dalam hati, semoga kedua insan yang tampan dan cantik yang sedang bahagia di malam itu, dibahagiakan oleh Allah SWT ketika berjumpa dengan-Nya. 



Penulis : Imam Ghozali


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   116

Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146

Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214

Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291

Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13565


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4558


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2876