
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ
اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Saudara-Saudaraku, para tokoh masyarakat,
pendidik dan peserta didik rahimakumullah……
Mari kita sejenak mengikhlaskan diri
menyukuri kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah s.w.t. Hampir sepanjang
mata memandang, kita hanya bisa melihat kenikmatan-nya tidak bertepi. Cara mensyukuri
kenikmatan-nya yaitu dengan mempertebal kualitas, iman takwa, dan amal sholeh
yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama.
Selain itu, mari kita senantiasa menyampaikan
sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w dan keluarga besarnya. Semoga
kita mencapatkan barokah dari bacaan tersebut, menjadi orang yang senantiasa mencintai
dan dicintai oleh nya. Kita juga berharap, semoga mendapatkan syafaat nya di Akherat.
amin.
Saudara-saudaraku….
Izinkan dalam pembukaan khotbah jum’at yang singkat ini, saya akan menyampaikan
fenomena dunia pendidikan yang sangat miris sekali perilakunya. Seolah-olah
kita tidak percaya. Tapi apa hendak dikata. Semua fakta telah nyata di depan
kita. Berbagai sumber TV, internet dan media sosial, serta media online telah menyajikan secara terbuka pelaku
kriminalitas dan asusila dalam dunia pendidikan saat sekarang ini, yang sering disebut era 5.0. Sebuah era perpaduan atau integrasi antara dunia maya dan fisik. Sayangnya, kemajuan ini tidak dibarengi pada kesiapan pada penguatan pelaku nya pada komitmen terhadap perilaku yang memegang nilai-nilai moralitas yang agung atau akhlak al-karimah.
Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan perilaku kriminalitas para peserta didik. Suara.com
menyajikan berita penganiayaan orang tua murid dan empat siswa terhadap staf
sekolah salah SMP negeri di Sulawesi. Cnnindonesia.com menurunkan berita tentang
penganiayaan terhadap guru Madrasah oleh siswa nya di Kalimantan. Kompas.com
juga memberitakan tentang seorang siswa melakukan penganiyaan terhadap gurunya
di kota Kupang.
Ironis nya, pelaku kriminalitas dan asusila bukan hanya dilakukan oleh peserta didik, tapi juga dilakukan oleh para pendidik. Media elektronik, media sosial dan lain-lain telah memberikan data yang sangat banyak perilaku para pendidik yang tidak mencerminkan sebagai pendidik. Sungguh, dunia pendidikan di era keterbukaan, semakin terbuka tentang kekosongan nilai-nilai moralitas dan komtmen nya dalam dunia pendidikan.
Khatib masih percaya, perilaku di atas adalah kasus yang belum bisa digeneralisir dalam dunia pendidikan. Jauh lebih banyak pendidikan yang baik dan menjunjung tinggi moralitasnya. Meskipun demikian, kasus ini seperti "dentuman mercon" di malam hari. Sekecil apapun suaranya, efeknya sangat luas dan menggetarkan pendidikan. Jika dibiarkan terus-menerus, Lembaga Pendidikan akan terjadi kehilangan Trust di tengah-tengah masyarakat.
Jika dulu generasi 2000-an kebawah, masih mendengar kalimat yang sangat familiar, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Kini nampaknya sudah terjadi pepatah baru,” Guru dan murid saling mengencingi”. Tentu hal ini berangkat dari beberapa fenomena di atas sebagai sampel betapa pendidikan moral, akhlak al-karimah kurang menyentuh, bahkan sudah tidak menyentuh lagi di dunia pendidikan. Jika memang demikian, khatib mengucapkan na’udzubillah mindzalik.
Para Jamaah, para pendidik dan peserta
didik yang mulia….
Allah s.w.t telah berfirman tentang
persoalan akhlak al-karimah:
وَاِنَّكَ لَعَلَّي خُلُكٍ عَظِيْمِ
Artinya:
Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar
berbudi pekerti yang luhur.
Firman Allah s.w.t:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ
يَرْجُوْا اللهَ وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat
allah dan kedatangan hari kiama dan dia banyak menyebut Allah S.W.T.
Menurut Hujatul Islam, Imam Al-Ghozali, akhlak adalah sesuatu yang
menetap dalam jiwa dan muncul dalam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan
pemikiran terlebih dahulu. Akhlak merupakan kondisi jiwa dan bentuknya
bathiniyah dan berimplikasi pada lahiriyah. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa
akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan suatu
perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Ahmad Amin
mengatakan akhlak adalah kebiasaan kehendak, ini berarti kehendak itu apabila
telah melalui proses pembiasaan sesuatu.
Para jamaah yang dimuliakan oleh Allah
s.w.t
Ada beberapa point penting dari pengertian
akhlak menurut para ilmuwan Islam di atas sebagai berikut: pertama, akhlak
lahir dari proses. Kedua, akhlak menjadi karakter. Ketiga, proses dan karakter
melahirkan suatu perilaku dan cara pandang seseorang terhadap sesuatu.
Dengan demikian, bisa jadi lembaga
pendidikan telah memberikan ilmu-ilmu tentang akhlak, moral dan sejenisnya. Namun
belum mencapai pada tataran internalisasi ilmu tersebut sebagai perilaku jiwa
dan melahirkan karakter. Ilmu tersebut masih dalam tataran teoritik. Jika ilmu
masih pada tataran teori, maka sangat rentan terjadi erosi moral sebagaimana
yang terjadi pada kasus-kasus di atas.
Akhlak akan membumi dan hidup dengan baik
di tengah masyarakat apabila terpenuhi persyaratan berikut ini terpenuhi:
pertama, komitmen para pemimpin, ulama, tokoh masyarakat, orang tua, guru dan
para pejabat untuk membangun karakter atau akhlak terpuji baik dalam hal
beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan sosial maupun
dalam pekerjaan. Kedua, adanya kekuatan kebijakan-kebijakan penguasa dalam
mendukung sistem kehidupan yang menjunjung tinggi pola hidup yang mematuhi
rambu-rambu moral dalam kehidupan masyarakat, dan rambu-rambu ibadah sebagai bagian
orang yang beriman kepada Allah s.w.t. ketiga, adanya gerakan sosial untuk
sama-sama komitmen menjunjung tinggi terhadap kehidupan yang mengedepankan
moralitas dalam segala aspek kehidupan.
Jika ini bisa dilakukan, khatib mempunyai
keyakinan kasus-kasus seperti di atas akan semakin berkurang, dan semakin
tertata sistem kehidupan yang baik, agung, bermartabat, saling menghargai, dan
tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama serta mampu menjalankan perintah-perintah-Nya
dengan khusu’ dan ikhlas.
Perubahan bisa terjadi ketika mempunyai komitmen yang kuat untuk tetap berada dalam jalan yang benar. Komitmen terbaik adalah merubah perilaku diri kita untuk melakukan reformasi diri menjadi orang-orang yang tunduk dan taat kepada Allah baik secara formalitas, spiritualitas dan subtansialitas.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ
الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ
وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ
والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً
دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ
بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ
مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ
طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا
فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ
وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ
رَحِيْمٌ.
Penulis : Sang Khatib
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   267
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258