Avatar

Sang Khatib

Penulis Kolom

9 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Membumikan Akhlak di Era 5.0



Rabu , 30 Agustus 2023



Telah dibaca :  837

 

اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ.  اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Saudara-Saudaraku, para tokoh masyarakat, pendidik dan peserta didik rahimakumullah……

Mari kita sejenak mengikhlaskan diri menyukuri kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah s.w.t. Hampir sepanjang mata memandang, kita hanya bisa melihat kenikmatan-nya tidak bertepi. Cara mensyukuri kenikmatan-nya yaitu dengan mempertebal kualitas, iman takwa, dan amal sholeh yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan agama.

Selain itu, mari kita senantiasa menyampaikan sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad s.a.w dan keluarga besarnya. Semoga kita mencapatkan barokah dari bacaan tersebut, menjadi orang yang senantiasa mencintai dan dicintai oleh nya. Kita juga berharap, semoga mendapatkan syafaat nya di Akherat. amin.

Saudara-saudaraku….

Izinkan dalam pembukaan khotbah jum’at  yang singkat ini, saya akan menyampaikan fenomena dunia pendidikan yang sangat miris sekali perilakunya. Seolah-olah kita tidak percaya. Tapi apa hendak dikata. Semua fakta telah nyata di depan kita. Berbagai sumber TV, internet dan media sosial, serta media  online telah menyajikan secara terbuka pelaku kriminalitas dan  asusila dalam dunia pendidikan saat sekarang ini, yang sering disebut era 5.0.  Sebuah era perpaduan atau integrasi antara dunia maya dan fisik. Sayangnya, kemajuan ini tidak dibarengi pada kesiapan pada penguatan pelaku nya pada komitmen terhadap perilaku yang memegang nilai-nilai moralitas yang agung atau akhlak al-karimah.

Beberapa waktu lalu, kita dihebohkan perilaku kriminalitas para peserta didik. Suara.com menyajikan berita penganiayaan orang tua murid dan empat siswa terhadap staf sekolah salah SMP negeri di Sulawesi. Cnnindonesia.com menurunkan berita tentang penganiayaan terhadap guru Madrasah oleh siswa nya di Kalimantan. Kompas.com juga memberitakan tentang seorang siswa melakukan penganiyaan terhadap gurunya di kota Kupang.

Ironis nya, pelaku kriminalitas dan asusila bukan hanya dilakukan oleh peserta didik, tapi juga dilakukan oleh para pendidik. Media elektronik, media sosial dan lain-lain telah memberikan data yang sangat banyak perilaku para pendidik yang tidak mencerminkan sebagai pendidik. Sungguh, dunia pendidikan di era keterbukaan, semakin terbuka tentang kekosongan nilai-nilai moralitas dan komtmen nya dalam dunia pendidikan.

Khatib masih percaya, perilaku di atas adalah kasus yang belum bisa digeneralisir dalam dunia pendidikan. Jauh lebih banyak pendidikan yang baik dan menjunjung tinggi moralitasnya. Meskipun demikian, kasus ini seperti "dentuman mercon" di malam hari. Sekecil apapun suaranya, efeknya sangat luas dan menggetarkan pendidikan. Jika dibiarkan terus-menerus, Lembaga Pendidikan akan terjadi kehilangan Trust di tengah-tengah masyarakat.

Jika dulu generasi 2000-an kebawah, masih mendengar kalimat yang sangat familiar, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Kini nampaknya sudah terjadi pepatah baru,” Guru dan murid saling mengencingi”. Tentu hal ini berangkat dari beberapa fenomena di atas sebagai sampel betapa pendidikan moral, akhlak al-karimah kurang menyentuh, bahkan sudah tidak menyentuh lagi di dunia pendidikan. Jika memang demikian, khatib mengucapkan na’udzubillah mindzalik.

Para Jamaah, para pendidik dan peserta didik yang mulia….

Allah s.w.t telah berfirman tentang persoalan akhlak al-karimah:

وَاِنَّكَ لَعَلَّي خُلُكٍ عَظِيْمِ

Artinya:

Sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang luhur.

Firman Allah s.w.t:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ

Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat allah dan kedatangan hari kiama dan dia banyak menyebut Allah S.W.T.

Menurut Hujatul Islam, Imam Al-Ghozali, akhlak adalah sesuatu yang menetap dalam jiwa dan muncul dalam perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran terlebih dahulu. Akhlak merupakan kondisi jiwa dan bentuknya bathiniyah dan berimplikasi pada lahiriyah. Ibnu Miskawaih mengatakan bahwa akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorong untuk melakukan suatu perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Ahmad Amin mengatakan akhlak adalah kebiasaan kehendak, ini berarti kehendak itu apabila telah melalui proses pembiasaan sesuatu.

Para jamaah yang dimuliakan oleh Allah s.w.t

Ada beberapa point penting dari pengertian akhlak menurut para ilmuwan Islam di atas sebagai berikut: pertama, akhlak lahir dari proses. Kedua, akhlak menjadi karakter. Ketiga, proses dan karakter melahirkan suatu perilaku dan cara pandang seseorang terhadap sesuatu.

Dengan demikian, bisa jadi lembaga pendidikan telah memberikan ilmu-ilmu tentang akhlak, moral dan sejenisnya. Namun belum mencapai pada tataran internalisasi ilmu tersebut sebagai perilaku jiwa dan melahirkan karakter. Ilmu tersebut masih dalam tataran teoritik. Jika ilmu masih pada tataran teori, maka sangat rentan terjadi erosi moral sebagaimana yang terjadi pada kasus-kasus di atas.

Akhlak akan membumi dan hidup dengan baik di tengah masyarakat apabila terpenuhi persyaratan berikut ini terpenuhi: pertama, komitmen para pemimpin, ulama, tokoh masyarakat, orang tua, guru dan para pejabat untuk membangun karakter atau akhlak terpuji baik dalam hal beribadah maupun dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pekerjaan. Kedua, adanya kekuatan kebijakan-kebijakan penguasa dalam mendukung sistem kehidupan yang menjunjung tinggi pola hidup yang mematuhi rambu-rambu moral dalam kehidupan masyarakat, dan rambu-rambu ibadah sebagai bagian orang yang beriman kepada Allah s.w.t. ketiga, adanya gerakan sosial untuk sama-sama komitmen menjunjung tinggi terhadap kehidupan yang mengedepankan moralitas dalam segala aspek kehidupan.

Jika ini bisa dilakukan, khatib mempunyai keyakinan kasus-kasus seperti di atas akan semakin berkurang, dan semakin tertata sistem kehidupan yang baik, agung, bermartabat, saling menghargai, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama serta mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dengan khusu’ dan ikhlas.

Perubahan bisa terjadi ketika mempunyai komitmen yang kuat untuk tetap berada dalam jalan yang benar. Komitmen terbaik adalah merubah perilaku diri kita untuk melakukan reformasi diri menjadi orang-orang yang tunduk dan taat kepada Allah baik secara formalitas, spiritualitas dan subtansialitas.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah ke-II

اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.

اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.

اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.

عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.



Penulis : Sang Khatib


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255

Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257

Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184

7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258