
اَلْحَمْدُ للّهِ الَّذئ خَلَقَ السَّمَوَاتِ
وَالْاَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّوْرِ وَفَقَهَ مَنْ اَرَادَ بِهِ
خَيْرًا فِي دِيْنِ اللّهِ فَاَصْبَحَ مِنَ الْعَالَمِيْنَ اَلْمُهْتَدِيْنَ.
اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَه اِلّا اللّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ يَمُنُّ
بِالْفَضْلِ وَيَمْنَعُ بِالْعَدْلِ وَهُوَ اَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ
وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَالْمُرْسَلِيْنَ.صَلَّي اللهُ عَلَيْهِ
وَعَلَي اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانِ اِلي يَوْمِ
الدِّيْنِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا. اَمَّا بَعْدُ. اَيُهَا النَّاسُ اِتَّقُوْا اللهَ
وَتَفَقَهُوْا فِي دِيْنِكُمْ. قَالَ اللهُ تعالي : يَرْفَعِ اللهُ الَّذيْنَ
اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَالّذِيْنَ اُوْتُواالْعِلْمَ دَرَجَاتٍ. وّقَالَ اَيْضا: لَقَدْ
كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ يَرْجُوْا اللهَ
وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ
Saudara-Saudaraku satu iman dan satu agama
Islam.
Pada kesempatan yang mulia saat ini,mari kita
gunakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah s.w.t. Semoga
ketakwaan kita tidak hanya mengantarkan kesolehan individual semata, Tapi juga
mampu meningkatkan kesolehan sosial. Umat Islam bukan sebatas mempunyai
kenikmatan ibadah kepada Allah s.w.t, seharusnya dan sudah saat nya mempunyai
kenikmatan dalam membangun persaudaraan yang kuat. Perbuatan tersebut
melahirkan rasa kasih-sayang. Ketika kita bisa menciptakan rasa kasih-sayang
dalam keberagaman, Berarti kita telah mulai belajar mengenal diri bahwa hakikat
manusia mempunyai beragam pandangan dan wakat yang berbeda. Berbeda adalah sunatullah. Namun perbedaan
tersebut dibungkus dalam kesamaan, yaitu persatuan dalam satu Iman dan Islam.
Saudara-saudara ku yang dimuliakan oleh
Allah s.w.t
Saat ini suhu politik pemilihan presiden
2024 sudah mulai memanas. Kita setiap
hari telah diberi menu informasi yang variatif. Hari-hari ini media
online dan media sosial sangat masif memberitakan kemesraan para tokoh politik.
Saling memuji. Menutup segala kekurangan dan mempromosikan segala kelebihan. Namun,
hari berikutnya sudah berubah 180 derajat. Media online dan media sosial juga
sering memberitakan kelebihan dengan menghancurkan pihak lain dengan beragam
berita hoax. Masyarakat umum dijejali berita-berita tersebut secara
berulang-ulang agar menyakini bahwa itu kebenaran. Padahal aslinya sebuah
kebohongan. Wajah media kita terlalu penuh membuka keburukan orang lain dan
menyanjung diri sendiri. media sudah mulai miskin gagasan yang produktif dan
semakin jauh dari fungsinya sebagai media informasi yang mendidik. Kontestasi politik
telah ikut menghilangkan jati diri manusia sebagai manusia mempunyai moralitas
yang agung.
Saudara-saudara ku yang mulia.
Apakah hari ini kita sedang berkumpul di Rumah
Allah benar-benar ingin beribadah
kepada-Nya atau terbawa arus untuk mengikuti kegiatan politik sebagaimana yang
ada di luar sana dan di media-media elektronik, media sosial yang kadang
menghasilkan permusuhan dan memutuskan silaturahim? Apakah kita datang kesini
untuk mengakui kehambaan kita yang penuh dengan dosa atau sebaliknya, sedang
mempromosikan diri agar terlihat manusia yang sholeh?
Apakah hari ini para jamaah yang sedang
mendengarkan khatib menyampaikan khotbah di tempat ibadah ini adalah
orang-orang yang satu frekwensi pemikiran politik dan pilihan politik, atau
orang-orang yang mempunyai pandangan politik dan pilihan politik yang beragam? Apakah
yang datang kesini untuk wiridz, dzikir dan ibadah atau hanya membangun
kepentingan pragmatis tanpa memperdulikan lagi kesakralan tempat ibadah?
Bagaimana jadinya, jika mimbar yang mulia
ini dijadikan alat kampanye untuk kepentingan politik tertentu, mempromosikan
calon pemimpin tertentu dan menjelekan, menghancurkan reputasi calon pemimpin
yang lain? Apakah tidak menyakitkan kelompok lain? Apakah tidak menebarkan permusuhan
dengan kelompok lain? Apakah tidak menyebabkan tempat ibadah menjadi tidak
nyaman untuk bermunajah kepada-Nya?
Saudara-saudara ku yang mulia…
Allah s.w.t telah berfirman dalam Surat
Al-Mu’minun ayat 52 sebagai berikut:
وَاِنَّ هَذِهِ اُمَتُكُمْ اُمَّةً وَاحِدَةً وَاَنَا رَبُّكُمْ
فَاتَّقُوْنَ
Artinya:
Sesungguhnya ini adalah umat kalian, umat
yang satu, dan aku adalah Tuhan kalian, maka bertakwalah kepada-Ku.
Beberapa kitab tafsir seperti tafsir
Jalalain dan tafsir Ibnu Katsir bahwa pengertian umat yang satu berkaitan
dengan kaidah dan ajaran-ajaran pokok agamanya. Itu sebabnya kita harus
mematuhi ajaran-nya dan jangan mendurhakai-nya.
Shoheh Bukhari menampilkan hadist nabi yang
sangat mendalam artinya, sebagai berikut:
“Kamu akan melihat kaum muslimin saling
mencintai dan menyayangi. Mereka laksana satu tubuh. Jika satu anggota sakit,
maka anggota lainya pun merasa sakit sehingga terasa panas”.
Hadist nabi yang agung dan menyentuh qalbu
sebagai berikut:
“Jangan lah saling hasad, berbuat najasy,
marah, dan mendiamkan. Jangan menjual di atas penjualan orang lain. Jadilah
diantara kalian bersaudara. Seorang muslim adalah saudara-saudaranya. Jangan berbuat
dzalim dan merendahkannya.”
Saudara-saudara ku yang tercinta.
Ketika kita meresapi kedua hadist
tersebut, rasanya ingin menetes air mata. Betapa agama Islam menjaga kemulyaan
saudaranya. Islam mengikat kuat dengan keimanan dan keislaman. Islam mengikat persaudaraan
bukan dengan persamaan partai politik, calon presiden yang diusung, bukan
dengan kekayaan, bukan dengan melimpahnya harta. Sesama muslim diikat dengan
rasa cinta yang agung tumbuh dari hati yang mendalam. Sehingga melihat orang
lain seperti melihat dirinya sendiri. Tidak berani menyakiti orang lain, Karena
menyakiti orang lain berarti menyakiti diri sendiri. Inilah keagungan cinta.
Disini yang hadir di Rumah Allah
adalah saudara kita. Kehadiran di tempat yang mulia ini bukan karena persamaan
partai politik, bukan juga karena sama-sama tim-sukses. Bukan sama sekali. Kita
hadir disini dengan baju yang beragam dan latarbelakang profesi, karir, partai
politik, calon anggota dewan dan lain-lain karena menyembah pada satu Tuhan
yang sama dan mencintai Rasul yang sama. Itu sebabnya, ketika tempat yang mulia
dikotori dengan kepentingan parsial politik dan dibumbui dengan ejekan, hinaan,
dan hasut serta dengki, sebenarnya kita telah melakukan penghinaan terhadap Sang
Pencipta dan Rasul-Nya. Mulut mengucapkan firman-firman Allah, tapi narasinya
justru berbanding terbalik; mencaci maki, menghina dan mengagungkan diri
sendiri, kelompok nya dan partai nya. Dia merasa sholeh dan terbaik dalam
menyuarakan agama Allah. Orang-orang yang seperti ini, sebenarnya terjerumus
oleh nafsu dunia yang berbalut agama. Na’udzubillah mindalik.
Mari resapi firman Allah s.w.t sebagai
berikut
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُوْلِ الّلهِ اُسْوَةُ حَسَنَةً لِمَنْ كَانَ
يَرْجُوْا اللهَ وَالْيِوْمَ اَلْاَخِرَ وَذَّكَر اللهَ كَثِىرًاَ
Artinya:
Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah
itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharapkan rahmat
allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah S.W.T.
ayat ini semakin mempertegas bahwa
pendekatan moralitas dan akhlakul karimah dalam kontek kehidupan sosial sangat
ditekankan sebagai identifikasi atau jati diri umat islam. Itu sebabnya, nabi Muhammad
memberikan penjelasan-penjelasan operasional dalam hadist-hadistnya tentang
pentingnya hidup berbaju akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu akhlak
yang perlu dikembangkan saat ini yaitu membangun persaudaraan dan persatuan
dalam keberagaman.
Itu sebabnya, tempat-tempat ibadah harus
menjadi pemersatu umat. Ia jangan sampai menjadi sumber konflik. Tempat ibadah
menjadi tempat peneduh seluruh jama’ah. Sehingga bisa lahir rasa kasih-sayang. Harapanya,
rasa kasih sayang ini terbawa di luar tempat ibadah dan menginspirasi dalam
kehidupan politik. Pada akhirnya politik yang disuguhkan menjadi politik yang
produktif dan konstruktif dalam rangka membangun bangsa dan negara Indonesia semakin
baik di masa mendatang. Khatib menyakini jika masjid-masjid dan tempat-tempat
ibadah mampu menjadi sinar perdamaian para jamaah nya, maka kehidupan politik
pun semakin berkualitas.
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْانِ
الْكَرِيمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاَيَاتِ
وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. وَتَقَبَلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهَ اِنَّهُ هُوَ
السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. اَقُوْلُ قَوْلِي هذَا وَاسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ والْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمينَ
والْمؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah ke-II
اَلْحَمْدُ للهِ مُؤَيِّدِ الصَّابِرِيْنَ بِعَزِيْزِ نَصْرِهِ. اَشْهَدُ
اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَي سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ. صَلي اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَي اَلِهِ مُنْتَهَي الدُّهُوْرِ. صَلَاةً
دَائِمَةً بِلَافَنَاءِ وَلَا فُتُورٍ. وَسَلَّمَ تَّسْلِماً كَثِيْرًا.
اَمَا بَعْدُ. فَيَا اَيُهَا النَّاسُ اتَّقُوااللهَ انَّ اَمَرَكُمْ
بِاَمْرٍ بَدَاءَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ وَاَيَهَ بالْمُؤْمِنِيْنَ
مِنْ عِبَادِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَي فِي الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ: اِنَّ اللهَ
وَمَلَائِكَتِهِ يُصَلُّوْنَ عَلَي النَّبِي يَااَيُهَا الَّذِيْنَ امَنُوا
صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا. اَلَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَاَنْبِيَائِكَ وَرُسُوْلِكَ وَاَهْلِ
طَعَتِكَ اَجْمَعِيْنَ.
اَلَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ والْمُؤْمِنَاتِ والْمُسْلِمِيْنَ
وَالْمُسْلِمَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. رَبَّنَا
اتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الّذِيْنَ سَبَقُوْنَا
بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًا لِلّذِيْنَ امَنُوْا رَبَنَّا
اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.
عِبَادَاللهِ. اِنَّ اللهَ يَامُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ
ذِى الْقُرْبَي وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْ بَغْيِ
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَرُوْنَ. فَاذْكُرُوااللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُكُ اللهِ اَكْبَرُ.
Penulis : Sang Khatib
Khutbah Jum'at: Realisasi Pasca Idul Adha; Jalan Sunyi Untuk Terus Berkarya
28 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   267
Khutbah Idul Adha: Ibadah Kurban dan Kepedulian Kepada Sesama
24 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   255
Cara Nabi Ibrahim Menyelesaikan Persoalan Hidup
14 Mei 2026   Oleh : Sang Khatib   257
Khutbah Jum'at: 4 Permata Kebahagiaan Dalam Islam
07 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   184
7 Golongan Mendapatkan Perlindungan Dari Allah
01 Mei 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   91
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13816
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4867
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3858
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      3517
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      3258