
Dikalangan
kita masih ada oknum-oknum yang belum mengerti apa itu potensi, padahal setiap
manusia punya potensi masing-masing, sebagai orang tua, guru, dan pemimpin
mutlak haus bisa mengetahui potensi-potensi yang ada pada anak-anaknya, peserta
didiknya, dan masyarakatnya, hal ini menjadi penting jika kita semua bisa
menggali potensi-potensi yang ada pada diri manusia masing masing. Potensi itu
adalah kesanggupan, daya, kemampuan untuk lebih berkembang.
Dalam
hal ini, penulis lebih fokus untuk memhas tentang potensi peserta didik.
Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik atau
sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang dimiliki
kemungkianan dikembangkan dan atau
menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik.
Dari
pengertian di atas menegaskan bahwa
setiap peserta didik memiliki kesanggupan, daya, dan mampu berkembang.
Artinya, tidak boleh memvonis kepaa peserta didik tertentu bahwa ia tidak sanggup,
berdaya, dan tidak mampu berkembang. Setiap peserta didik adalah individu yang
unik. Unik karena mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda antara
satu dengan yang lainnnya.
Sepatutnyalah
potensi peserta didik diberdayakan. Kita tahu, potensi merupakan bagian tak
terpisahkan dari kemampuan besar manusia. Sejatinya kemampuan, kemampuan besar
manusia terdiri dari kemampuan aktual, yaitu kemampuan yang ada saat ini,
kemampuan yang sudah teraktualisasikan berupa kecerdasan. Kemampuan yang berwujud
kemungkinan-kemungkinan belum teraktualisasikan, misalnya bakat seseorang.
Tidak
ada peserta didik yang tidak memiliki potensi, rasanya ungkapan ini tidaklah
berlebihan. Memang pada dasarnya setiap peserta didik memilikipotensi. Karena
peserta didik itu berbeda-beda, maka potensi yang mereka miliki pun
berbeda-beda.
Salah
satu contoh di SMAN 2 Tebing Tinggi Barat, seorang Guru yang bernama Mursyid
Hadi Utomo, S.St.PI. menemukan siswa yang punya potensi linguistik, yakni bisa
dan mampu berhasa asing diantaranya adalah siswa yang bernama Husna Zakiya
telah menguasai bahasa Turki, Eka Sri Lestari menguasai bahasa Jepang, dan Siti
Nurlailis menguasai bahasa Inggris. Masing-masing kelas X dan IX jurusan IPA.
Ini adalah salah satu contoh kecil yang baru tergali oleh guru, dan pasti masih
banyak lagi potensi-potensi yang lainnya. Kita merasa bangga memiliki
siswa-siswa yang mampu berbahasa asing, dengan tidak mengurangi dan memahami
serta pasih dalam bahasa sendiri artinya bahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Menurut
hemat saya, pendidikan yang kembali mendidik manusia harus menjadi paradigma
pendidikan bagi guru dan pemerintah guna membantu siswa-siswa mengeluarkan
potensi terbaik mereka. Apalagi kehidupan generasi muda saat ini dikuasai oleh
teknologi digital yang bisa membajak perilaku dan pikiran mereka. Karena itu,
pendidikan yang menguatkan kodrat manusia dengan jiwa merdeka akan memampukan
mereka beradaptasi dengan perubahan apa pun.
Dengan
demikian pendidikan mesti membuat setiap orang yang belajar untuk sadar tentang
dirinya, potensi dirinya, posisi dirinya, dan lingkungannya, terbangun
kesadaran kritis agar setiap orang bias keluar dari persoalan kehidupannya
sekaligus memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Dari
paparan yang di atas, maka orang tua, guru ini punya tugas untuk mengmbangkan
potensi anak didik, dalam hal ini anak didik mengembangkan potensi dirinya dan
mengekspresikan dirinya sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.
Perkembangan ini di sesuaikan dengan kebutuhan kondisi sekolah. Lalu bagaimana
cara mengembangkan potensi diri anak?
Setiap
anak memiliki potensi untuk belajar, tumbuh dan mnejadi orang yang sukses.
Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita sebagai orang tua dan guru membantu
anak untuk mencapai hal tersebut? Anak memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing yang akan mempengaruhi kemampuan belajarnya. Di sinilah peran
orang tua dan guru dalam menemukan potensi dan mengembangkannya secara optimal
Jadi,
sebelum mengembangkan potensi yang dimiliki anak, terlebih dahulu kita mencari
tahu apa sebenarnya potensi yang ada
pada diri mereka. Setelah berhasil mengidentifikasi poensi yang dimiliki anak,
orang tua dan guru perlu membantu mereka mengembangkan potensi tersebut, dengan
cara: bangun keterampilan dan pengetahuan yang ada, berikan motivasi
instrinsik, tetapkan tujuan dan sasaran, mengajarkan mindset berkembang, dan
membangun pola piker yang positif.
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046