Avatar

Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I

Penulis Kolom

6 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Menggali Potensi Peserta Didik



Sabtu , 18 Maret 2023



Telah dibaca :  462

Dikalangan kita masih ada oknum-oknum yang belum mengerti apa itu potensi, padahal setiap manusia punya potensi masing-masing, sebagai orang tua, guru, dan pemimpin mutlak haus bisa mengetahui potensi-potensi yang ada pada anak-anaknya, peserta didiknya, dan masyarakatnya, hal ini menjadi penting jika kita semua bisa menggali potensi-potensi yang ada pada diri manusia masing masing. Potensi itu adalah kesanggupan, daya, kemampuan untuk lebih berkembang.

Dalam hal ini, penulis lebih fokus untuk memhas tentang potensi peserta didik. Potensi peserta didik adalah kapasitas atau kemampuan dan karakteristik atau sifat individu yang berhubungan dengan sumber daya manusia yang dimiliki kemungkianan dikembangkan  dan atau menunjang pengembangan potensi lain yang terdapat dalam diri peserta didik.

Dari pengertian di atas menegaskan bahwa  setiap peserta didik memiliki kesanggupan, daya, dan mampu berkembang. Artinya, tidak boleh memvonis kepaa peserta didik tertentu bahwa ia tidak sanggup, berdaya, dan tidak mampu berkembang. Setiap peserta didik adalah individu yang unik. Unik karena mereka memiliki potensi dan kemampuan yang berbeda antara satu dengan yang lainnnya.

Sepatutnyalah potensi peserta didik diberdayakan. Kita tahu, potensi merupakan bagian tak terpisahkan dari kemampuan besar manusia. Sejatinya kemampuan, kemampuan besar manusia terdiri dari kemampuan aktual, yaitu kemampuan yang ada saat ini, kemampuan yang sudah teraktualisasikan berupa kecerdasan. Kemampuan yang berwujud kemungkinan-kemungkinan belum teraktualisasikan, misalnya bakat seseorang.

Tidak ada peserta didik yang tidak memiliki potensi, rasanya ungkapan ini tidaklah berlebihan. Memang pada dasarnya setiap peserta didik memilikipotensi. Karena peserta didik itu berbeda-beda, maka potensi yang mereka miliki pun berbeda-beda.

Salah satu contoh di SMAN 2 Tebing Tinggi Barat, seorang Guru yang bernama Mursyid Hadi Utomo, S.St.PI. menemukan siswa yang punya potensi linguistik, yakni bisa dan mampu berhasa asing diantaranya adalah siswa yang bernama Husna Zakiya telah menguasai bahasa Turki, Eka Sri Lestari menguasai bahasa Jepang, dan Siti Nurlailis menguasai bahasa Inggris. Masing-masing kelas X dan IX jurusan IPA. Ini adalah salah satu contoh kecil yang baru tergali oleh guru, dan pasti masih banyak lagi potensi-potensi yang lainnya. Kita merasa bangga memiliki siswa-siswa yang mampu berbahasa asing, dengan tidak mengurangi dan memahami serta pasih dalam bahasa sendiri artinya bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Menurut hemat saya, pendidikan yang kembali mendidik manusia harus menjadi paradigma pendidikan bagi guru dan pemerintah guna membantu siswa-siswa mengeluarkan potensi terbaik mereka. Apalagi kehidupan generasi muda saat ini dikuasai oleh teknologi digital yang bisa membajak perilaku dan pikiran mereka. Karena itu, pendidikan yang menguatkan kodrat manusia dengan jiwa merdeka akan memampukan mereka beradaptasi dengan perubahan apa pun.

Dengan demikian pendidikan mesti membuat setiap orang yang belajar untuk sadar tentang dirinya, potensi dirinya, posisi dirinya, dan lingkungannya, terbangun kesadaran kritis agar setiap orang bias keluar dari persoalan kehidupannya sekaligus memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Dari paparan yang di atas, maka orang tua, guru ini punya tugas untuk mengmbangkan potensi anak didik, dalam hal ini anak didik mengembangkan potensi dirinya dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Perkembangan ini di sesuaikan dengan kebutuhan kondisi sekolah. Lalu bagaimana cara mengembangkan potensi diri anak?

Setiap anak memiliki potensi untuk belajar, tumbuh dan mnejadi orang yang sukses. Pertanyaan berikutnya adalah bagaimana kita sebagai orang tua dan guru membantu anak untuk mencapai hal tersebut? Anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang akan mempengaruhi kemampuan belajarnya. Di sinilah peran orang tua dan guru dalam menemukan potensi dan mengembangkannya secara optimal

Jadi, sebelum mengembangkan potensi yang dimiliki anak, terlebih dahulu kita mencari tahu  apa sebenarnya potensi yang ada pada diri mereka. Setelah berhasil mengidentifikasi poensi yang dimiliki anak, orang tua dan guru perlu membantu mereka mengembangkan potensi tersebut, dengan cara: bangun keterampilan dan pengetahuan yang ada, berikan motivasi instrinsik, tetapkan tujuan dan sasaran, mengajarkan mindset berkembang, dan membangun pola piker yang positif.



Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4046