Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Muna El-Kurd; Perempuan Palestina yang Ditakuti Israel



Kamis , 03 April 2025



Telah dibaca :  767

Puasa telah mengajarkan kepada umat Islam untuk berselancar pada imajinasi kemanusiaan tanpa batas. Zakat Fitrah menjadi simbol ajaran kemanusiaan. Untuk tetangga kita yang secara syariat Islam berhak mendapatkan. Ada saudara kita yang mungkin tidak pernah bertemu secara tatap muka, tapi penderitaanya terasa dalam dada. Mereka adalah saudara-saudara kita di Palestina.

Jika kita mempunyai beras 1 kg, bisa berbagi. Mungkin tidak kenyang. Tapi setidak bisa untuk “ganjel” perut saudara kita, tetangga kita dekat maupun jauh. 1 kg dibagi: 1 ons untuk tetangga, 1 ons untuk tetangga agak jauh, dan 1 ons untuk saudara kita yang ada di Palestina. Selebihnya untuk makan keluarga kita.

Kesedihan warga Palestina terasa sampai di dinding-dinding rumah umat Islam di Indonesia. Ormas-ormas Islam seperti NU, Muhamadiyah dan lain-lain menggalang donatur untuk disalurkan kepada warga Palestina. Baznas nasional pun telah melakukan konsolidasi nasional. Mengumpulkan sebagian rezeki saudara-saudara muslim di Indonesia.

Warga Palestina tentu masyarakat pada umum nya. Ada yang baik ada yang kurang baik. Sebagian dari warga Palestina yang oportunis juga banyak. Sebagian mereka menjual tanah-tanah nya ke warga Yahudi dengan harga mahal. Mereka menjual tanah secara diam-diam. Akhirnya semakin hari tanah Palestina semakin sempit.

Apa yang terjadi di Palestina, juga terjadi di berbagai daerah kita. Tanah-tanah sudah mulai menyempit. Pada tahun 2000-an, saya masih bisa melihat rumah-rumah warga Selatpanjang di pinggir jalan. Kini pinggir-pinggir jalan sudah berdiri Ruko. Di dunia ada dua penguasa: Asia dikuasi etnis Cina. Barat dikuasai etnis Yahudi.

Sebagian warga palestina juga ada yang menjadi pejabat negara Israel dan mendapatkan fasilitas seperti Masjid. Mereka mendapatkan kenikmatan dunia. Fasilitas tempat ibadah dan gaji sangat besar dan membuat sebagian warga Palestina berpindah menjadi warga Israel. Mereka terutama, warga arab yang masih mempunyai keturunan warga yahudi.

Sebagian lagi, ada yang sangat keras memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Banyak pahlawan dan para suhada yang telah meninggal dunia. Mereka juga marah dan mengikrarkan perang akibat aksi penyerobotan tanah-tanah warga Palestina. Jadi, ada dua persoalan tanah. Satu sisi sebagian warga menjual tanah nya, sebagian lagi karena persoalan politik yang sangat komplek terhadap Kaum Yahudi. Disini persoalan administrasi tidak sebatas persoalan internal mereka, tetapi persoalan administrasi agraria telah berkaitan dengan persoalan internasional. Keberhasilan berdirinya negara Israel bagian dari persoalan administrasi internasional ikut campur di dalam nya.

Para aktivis yang berfikir jernih siap mengorbankan jiwa dan raganya. Salah satu akitvis yang terkenal yaitu Muna Al-Kurd, seorang perempuan cantik sarjana bidang komunikasi dan jurnalistik. Ia seorang perempuan Singa Podium. Ia membakar semangat pemuda dan pemudi palestina. Ia mengajak berjihad kepada seluruh komponen masyarakat palestina. Melalui pidatonya, tulisannya, ia berhasil menggerakan demonstrasi besar-besaran dan pertempuran selama 11 hari akibat pengusiran warga Palestina dari Sheikh Jarrah. Termasuk tempat tinggal nya. Aksi nya, telah mengantarkan ia mendapatkan penghargaan dari Majalah Times. Ia termasuk 100 orang berpengaruh pada tahun 2021.

Muna Al-Kurd merupakan seorang perempuan. Cantik rupawan. Tapi sifat nya “rajulun”, berani menggunakan mimbar, forum-forum lokal dan internasional memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Tulisan-tulisannya mampu menggerakan massa melawan Israel. Ia perempuan secara fisik, tapi rajulun secara subtansi.

Muna Al-Kurd tentu bukan satu-satunya perempuan cantik yang pemberani di Palestina. Itu sudah karakter yang terbangun karena kondisi negara nya.

Suatu hari saat saya duduk agak jauh pas searah  depan Multazam, ada dua anak-anak berumur 13-14 tahunan. Laki-lai dan perempuan. Dan seorang ibu muda cantik. Anak Perempuan itu sangat khusu’ sholat sunnah dan berdoa di depan Ka’bah. Saya perhatikan dengan sungguh-sungguh. Ia benar-benar mengangkat kedua tangannya bermunajat kepada Allah. Setelah selesai, saya bertanya asal negara nya. ia menjawab: “Saya dari Palestina”.

Saya melihat mereka (apalagi ibunya) sungguh sangat menarik hati. Paras nya cantik. Tapi mereka sudah terlanjur jatuh cinta kepada Sang Maha Indah yaitu Allah SWT. Mereka umat Rasul kekinian yang sangat mencintai Allah. Hanya Dia yang paling indah di dunia. Semua selain-Nya terlihat fana. Sedangkan diriku masih sebatas melihat keindahan fisik. Betapa hina nya diriku.

Walhasil, kita nampaknya harus banyak belajar dari Muna Al-Kurd dan perempuan-perempuan menghabiskan waktunya beribadah di depan Ka’bah. Dalam segala keterbasan negaranya, mereka bisa menemukan cinta sejati di Masjidil Haram, yaitu cinta kepada Sang Kekasih terbaik yaitu Allah SWT.  



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   236

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2871