
Di
dalam kitab Asy Syukr nomor 17, Hasan Al Bashri mengatakan: “Innallaha layumatti’u binnikmati maasyaa
faidzaa lam yasykuruu qallabaha ngalaihim ngazaaban.” Artinya: “Sesungguhnya Allah pasti memberikan
kemurahan nikmat-Nya menurut kehendak-Nya. Maka jika mereka tidak bersyukur kepada-Nya tentu Allah akan merubahnya
menjadi siksaan (naqmah).” Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Jika
Allah memberikan kenikmatan kepada satu kaum dan Allah lalu minta agar mereka
bersyukur, maka jika mereka bersyukur, Allah akan menambah kenikmatan kepada
mereka. Tetapi jika mereka kufur. Maka Allah berkuasa untuk menyiksa mereka
(merubah nikmat-Nya yang diberikan itu menjadi suatu siksaan”.
Lalu
kapan nikmat itu bisa berubah menjadi naqmah? untuk menjawab pertanyaan
tersebut, kita coba cermati kalimat yang diungkapkan oleh Ibnu Hazm, yakni: “Setiap kenikmatan yang tidak menjadikan diri
seseorang dekat kepada Allah, maka akan menjadi siksaan (naqmah)”. Dari uraian tersebut kita bisa
melihat bahwa yang menjadikan kenikmatan itu kekal adalah bila kita bersyukur
dan taat kepada Allah, dan yang menjadikan hilangnya kenikmatan dalam diri kita
adalah bila kita melakukan, kemaksiatan, kedurhakaan dan pengingkaran. (Royyad
Al-Haqil).
Umar
bin Abdul Aziz pernah berpesan: “ikatlah kuat-kuat nikmat Allah dengan
bersyukur kepada Allah”. Ada sebagian orang mengatakan, kita banyak melihat
orang yang selalu berbuat maksiat, fasik, bergelimang dalam dosa dan kejahatan
lainnya tapi mereka dapat mereguk segala kenikmatan dunia sehingga kelezatan
hidup selalu mereka dapatkan dan kebaikan-kebaikan selalu tercurah atas mereka.
Bagaimana
dengan kasus tersebut di atas? Coba kita perhatikan sabda Rasul berikut ini: “Jika Allah memmberikan kenikmatan dunia
kepada seorang hamba, padahal anugerah itu memperkuat kemaksiatannya, maka
sebenarnya hal itu hanya merupakan istidraj (kearah kebinasaan).” (HR. Ahmad dan Baihaqi). Allah berfirman: “Nanti
kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur kearah kebinasaan dari arah
yang tidak mereka ketahui” (Al Qolam: 44).
Sofyan
Ats Tsauri mengatakan bahwa ayat tersebut di atas menyiratkan bahwa Allah akan
melimpahkan kepada mereka orang-orang yang ingkar, berbagai kenikmatan, tetapi
mereka menyia-nyiakan dan tidak bersyukur. Kita berlindug kepada Allah dari
kemurkaan, siksa, serta istidroj-Nya. Allah akan memberikan istidroj (kebinasaan) kepada orang yang
ingkar dan menentang perintah-Nya. Allah memberi tangguh kepadanya, tetapi yang
jelas Allah tidak akan membiarkan dia begitu saja. Pasti kelak Allah akan
menyiksanya.
Karena
itu hendaklah kita selalu memohon kepada Allah akan keselamatan dan kesehatan.
Semoga Allah tidak menimpakan istidroj-Nya kepada kita. Dengan demikian nikmat
berubah menjadi naqmah (siksaan karena tidak mau bersyukur), kemenangannya
menjadi kekalahan, kesenangan menjadi kesedihan itu pertanda bahwa seseorang
yang terkena demikian adalah seorang hamba yang tidak bersyukur kepada
nikmat-nikmat-Nya. Jadilah kita hamba yangselalu bersyukur, bertaubat dan
bertakwa.
Ketahuilah
bahwa kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan. Allah dengan gambling
mengatakan: “Telah Nampak kerusakan di
darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah
merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka
kembali kejalan yang benar”. (Ar-Ruum: 41).
Allah
berfirman : “Apa saja nikmat yang kamu
peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari
kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia.
Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. (An-Nisaa: 79). Semoga kita semua
menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur kepada-Nya, yang telah memberikan
segala keperluan kita, mencukupkan segala kebutuhan kita semoga Allah tetap
memberikan nikmat dan menjauh kan niqmah-Nya,
Aamiin.
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
From. M. Drs. Master of Education ( Islamic philos
O ,,, yes, find, thank you atas article Anda yang cukup cemerlang. Kembangkan article tersebut agar the best statements You semakin mengemuka melalui radar satelite system yang extreme of up todate in international. Semoga melalui peta suci tersebut menjadikan You memiliki skillness or skillful Post _ Graduate Scholars luxurious Intelligence Level. Menjadikan otak Jet ataupun otak minyak sepanjang masa ( long times ). Amin Ya robbal Arsystawa Selalu memiliki kemampuan control, evaluation and skillness in best analysis.
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045