Avatar

Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I

Penulis Kolom

6 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Nikmat Bisa Menjadi Naqmah



Sabtu , 04 Maret 2023



Telah dibaca :  279

Di dalam kitab Asy Syukr nomor 17, Hasan Al Bashri mengatakan: “Innallaha layumatti’u binnikmati maasyaa faidzaa lam yasykuruu qallabaha ngalaihim ngazaaban.” Artinya: “Sesungguhnya Allah pasti memberikan kemurahan nikmat-Nya menurut kehendak-Nya. Maka jika mereka tidak bersyukur kepada-Nya tentu Allah akan merubahnya menjadi siksaan (naqmah).”  Rasulullah saw bersabda yang artinya: “Jika Allah memberikan kenikmatan kepada satu kaum dan Allah lalu minta agar mereka bersyukur, maka jika mereka bersyukur, Allah akan menambah kenikmatan kepada mereka. Tetapi jika mereka kufur. Maka Allah berkuasa untuk menyiksa mereka (merubah nikmat-Nya yang diberikan itu menjadi suatu siksaan”.

Lalu kapan nikmat itu bisa berubah menjadi naqmah? untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita coba cermati kalimat yang diungkapkan oleh Ibnu Hazm, yakni: “Setiap kenikmatan yang tidak menjadikan diri seseorang dekat kepada Allah, maka akan menjadi siksaan (naqmah)”. Dari uraian tersebut kita bisa melihat bahwa yang menjadikan kenikmatan itu kekal adalah bila kita bersyukur dan taat kepada Allah, dan yang menjadikan hilangnya kenikmatan dalam diri kita adalah bila kita melakukan, kemaksiatan, kedurhakaan dan pengingkaran. (Royyad Al-Haqil).

Umar bin Abdul Aziz pernah berpesan: “ikatlah kuat-kuat nikmat Allah dengan bersyukur kepada Allah”. Ada sebagian orang mengatakan, kita banyak melihat orang yang selalu berbuat maksiat, fasik, bergelimang dalam dosa dan kejahatan lainnya tapi mereka dapat mereguk segala kenikmatan dunia sehingga kelezatan hidup selalu mereka dapatkan dan kebaikan-kebaikan selalu tercurah atas mereka.

Bagaimana dengan kasus tersebut di atas? Coba kita perhatikan sabda Rasul berikut ini: “Jika Allah memmberikan kenikmatan dunia kepada seorang hamba, padahal anugerah itu memperkuat kemaksiatannya, maka sebenarnya hal itu hanya merupakan istidraj (kearah kebinasaan).” (HR. Ahmad dan Baihaqi). Allah berfirman:  “Nanti kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur kearah kebinasaan dari arah yang tidak mereka ketahui” (Al Qolam: 44).

Sofyan Ats Tsauri mengatakan bahwa ayat tersebut di atas menyiratkan bahwa Allah akan melimpahkan kepada mereka orang-orang yang ingkar, berbagai kenikmatan, tetapi mereka menyia-nyiakan dan tidak bersyukur. Kita berlindug kepada Allah dari kemurkaan, siksa, serta istidroj-Nya. Allah akan memberikan istidroj (kebinasaan) kepada orang yang ingkar dan menentang perintah-Nya. Allah memberi tangguh kepadanya, tetapi yang jelas Allah tidak akan membiarkan dia begitu saja. Pasti kelak Allah akan menyiksanya.

Karena itu hendaklah kita selalu memohon kepada Allah akan keselamatan dan kesehatan. Semoga Allah tidak menimpakan istidroj-Nya kepada kita. Dengan demikian nikmat berubah menjadi naqmah (siksaan karena tidak mau bersyukur), kemenangannya menjadi kekalahan, kesenangan menjadi kesedihan itu pertanda bahwa seseorang yang terkena demikian adalah seorang hamba yang tidak bersyukur kepada nikmat-nikmat-Nya. Jadilah kita hamba yangselalu bersyukur, bertaubat dan bertakwa.

Ketahuilah bahwa kemaksiatan dapat menghilangkan kenikmatan. Allah dengan gambling mengatakan: “Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali kejalan yang benar”. (Ar-Ruum: 41).

Allah berfirman : “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka itu dari kesalahan dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. (An-Nisaa: 79). Semoga kita semua menjadi hamba Allah yang senantiasa bersyukur kepada-Nya, yang telah memberikan segala keperluan kita, mencukupkan segala kebutuhan kita semoga Allah tetap memberikan nikmat dan menjauh kan niqmah-Nya, Aamiin.



Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


Avatar

From. M. Drs. Master of Education ( Islamic philos

O ,,, yes, find, thank you atas article Anda yang cukup cemerlang. Kembangkan article tersebut agar the best statements You semakin mengemuka melalui radar satelite system yang extreme of up todate in international. Semoga melalui peta suci tersebut menjadikan You memiliki skillness or skillful Post _ Graduate Scholars luxurious Intelligence Level. Menjadikan otak Jet ataupun otak minyak sepanjang masa ( long times ). Amin Ya robbal Arsystawa Selalu memiliki kemampuan control, evaluation and skillness in best analysis.

   Berita Terkait

Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139

Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712

Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890

Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861

Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208


Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045