
Hari ini jadwal kegiatan cukup padat. Mulai
dari membimbing skripsi, pertemuan dengan kelompok khawasul khawas selama
dua jam di STAIN, juga menerima tamu dari rombongan pegawai bea cukai. Ingin istirahat,
tapi tiba-tiba ada dua mahasiswa ingin ujian UTS. Jika mereka datang, tidak
mungkin saya istirahat. Selesaikan tugas mereka. Kasihan, rumah nya jauh. Istirahat
sebentar, lalu membuka Laptop lagi dan menulis catatan harian. Judul nya saja
catatan harian, jadi setiap hari harus mencatat. Apa saja, yang penting ada
catatan. Kebetulan yang terlintas hari ini berkaitan dengan nasib Palestina.
Jika merujuk secara sejarah klasik, Palestina
sudah lama berdiri Kerajaan-kerajaan. Sudah ada sejak masa Nabi Ibrahim. Kisah seorang
raja memberi seorang gadis cantik dan sholehah bernama Hajar sudah dijelaskan
dalam Tafsir Ibn Katsir. Juga dalam al-Qur’an telah menjelaskan tentang Raja Thalut seorang raja yang berasal dari rakyat biasa. Ia menjadi raja hasil
rekomendasi dari Nabi Samuel. Sebab satu-satunya warga Bani Israel yang mempunyai
Peti Tabut hanya dia. Dalam keyakinan Bangsa Israel, hanya orang yang mempunyai
Tabut tersebut yang bisa menjadi pimpinan bangsa Israel.
Thalut melawan raja kafir bernama Jalut. Dalam
peperangan Thalut hampir kalah. Beruntung ada seorang pemuda yang sangat
diberkati bernama Dawud menerobos pasukan Thalut. Ia masih sangat muda. Sekitar
umur 17 tahun. Namun sudah bisa membuat senjata modern saat itu berupa
jemparing yang terbuat dari besi. Di tangan Nabi Dawud juga, Raja Jalut terbunuh.
Kemenangan yang sangat spektakuler membuat Nabi
Dawud semakin dicintai oleh rakyat. Lama kelamaan Raja Thalut iri. Sebab ketenarannya
kalah oleh Nabi Dawud. Dari sini kemudian timbul perselisihan. Pasukan terbelah,
ada pendukung Raja Thalut, sebagian mendukung nabi Dawud. Konflik semakin
memuncak, maka peperangan dimenangkan oleh Nabi Dawud. Itulah politik.
Ketika Nabi Dawud menjadi Raja, masyarakat
sangat makmur dan senantiasa taat dan tunduk kepada Allah SWT. Sehingga Palestina
sering disebut sebagai “Tanah Yang Diberkati”. Betapa agungnya kemulyaan
tersebut, selain karena turun Kitab Suci Zabur dan menjadi pedoman beribadah
dan bermuamalah, juga digambarkan dalam Al-Qur’an suasana lingkungan yang
sangat asri laksana surga. Bukan hanya manusia yang bertasbih kepada Allah,
gunung-gunung dan burung-burung pun ikut bertasbih sebagaimana dijelaskan dalam
Surat As-Shad ayat 18-22. Itulah gambaran kehidupan kaum yahudi pada era
tersebut. sangat makmur.
Kerajaan Bani Israel tidak selama nya mencapai
puncak kejayaan. Perkiraan tahun 586 SM, merupakan puncak kehancurannya. Palestina
sudah dikuasi oleh nebukadnezar. Setelah itu Kerajaan-kerajaan lain bergantian
menguasai palestina mulai dari Kerajaan Persia, Yunani dan romawi.
Pada era Raja Romawi, Allah mengutus
seorang Nabi Isa yang lahir di kota Betlehem, Palestina. Ketika Romawi berkuasa,
maka dibangun gereja sangat megah di Al-Quds Yerusalem. Tempat yang kemudian
disebut Baitul Maqdis. Di dekat gereja itu juga, ada tempat ibadah orang yahudi
dan diyakini sebagai pusat Kerajaan Nabi Sulaiman.
Dari sini, ada dua kekuatan agama besar: pertama
Yahudi dan sudah hancur. Kemudian dilaknat oleh Allah sehingga hilang
kerajaannya. Kaum nya berdiaspora ke berbagai belahan bumi dan masuk ke
wilayah-wilayah dataran Eropa. Kedua, penguasa raja yang beragama nasrani yang
kemudian menjadikan wilayah palestina menjadi pusat pemerintahan beragama Nasrani.
Pada tahun tahun 636 M, islam menguasai
tanah palestina pada masa umar bin khatab. Sebelum islam datang, daerah
tersebut merupakan daerah konflik. mirip-mirip seperti kisah yasrib pada masa
nabi. Konlfik agama dan konflik suku. ketika umar berkuasa, terjadi keharmonisan
umat beragama. Tiga agama besar, Islam, Kristen atau Nasrani dan yahudi hidup
berdampingan. Tempat ibadah berdiri dengan megah.
Para penguasa setelah khulafaurasyidin pun
palestina telah menjadi kota yang sangat penting. pada tahun 750 M dan
berabad-abad setelah, menjadi pusat kota administrasi dan ilmu pengetahuan. Bahkan
pada masa Dinasti Fatimiyah, Palestina merupakan kota semi-otonom yang bisa mengatur
pemerintahan sendiri.
Kini kejayaan tersebut telah hancur. Kota laksana
surga yang ditempatkan di dunia, berubah menjadi neraka kehidupan. Berita tentang
Palestina, berarti berita tentang penderitaan dan kesedihan.
Sejak dulu, negara-negara bangsa atau nation
state seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam, Mesir dan
Negara-Negara Islam lain terus berupaya terwujudnya negara Palestina yang merdeka
dan terbebas dari cengkraman Yahudi.
Sebagai negara agama seperti Arab Saudi atau
Brunei Darussalam terlihat sangat sulit. Masyarakat Palestina beragam agama: Islam,
Yahudi dan Nasrani serta kelompok-kelompok sosialis. Islam beragam aliran ada Islam
kiri, kanan dan tengah. begitu juga Yahudi dan Kristen terdapat beragam aliran
di sana.
Tanah Palestina merupakan tanah yang
diberkati oleh Tuhan. Kemerdekaan bisa terwujud jika semua masyarakat mencari
keberkahan dengan bersatu. Jika tidak bisa berdasarkan agama, maka perlu ada
pengikat persamaan prinsip yaitu berdasarkan kecintaan terhadap tanah air atau
nasionalisme. Jika atas dasar agama, semua agama mempunyai argumentasi untuk
menguasi nya berdasarkan agama masing-masing dan kenangan sejarah masa lalu. jelas
sangat sulit mendapatkan titik temu kesepakatan. Tapi jika atas dasar cinta
tanah air, maka peluang untuk menyatukan perbedaan lebih mudah terwujud.
Semoga Palestina sebagai “Tanah Yang
Diberkati Tuhan” dari tiga agama besar segera terwujud dan bisa hidup damai,
sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Penulis : Vijianfaiz,PhD
Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92
Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212
Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205
Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219
Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      3563
Khutbah Jum'at Kontemporer Sikap Umat Islam Terhadap Perang Iran-Israel
Rabu , 25 Juni 2025      2942
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872