Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Palestina,Tiga Agama Besar dan Nation State



Rabu , 07 Mei 2025



Telah dibaca :  820

Hari ini jadwal kegiatan cukup padat. Mulai dari membimbing skripsi, pertemuan dengan kelompok khawasul khawas selama dua jam di STAIN, juga menerima tamu dari rombongan pegawai bea cukai. Ingin istirahat, tapi tiba-tiba ada dua mahasiswa ingin ujian UTS. Jika mereka datang, tidak mungkin saya istirahat. Selesaikan tugas mereka. Kasihan, rumah nya jauh. Istirahat sebentar, lalu membuka Laptop lagi dan menulis catatan harian. Judul nya saja catatan harian, jadi setiap hari harus mencatat. Apa saja, yang penting ada catatan. Kebetulan yang terlintas hari ini berkaitan dengan nasib Palestina.

Jika merujuk secara sejarah klasik, Palestina sudah lama berdiri Kerajaan-kerajaan. Sudah ada sejak masa Nabi Ibrahim. Kisah seorang raja memberi seorang gadis cantik dan sholehah bernama Hajar sudah dijelaskan dalam Tafsir Ibn Katsir. Juga dalam al-Qur’an telah menjelaskan tentang Raja Thalut seorang raja yang berasal dari rakyat biasa. Ia menjadi raja hasil rekomendasi dari Nabi Samuel. Sebab satu-satunya warga Bani Israel yang mempunyai Peti Tabut hanya dia. Dalam keyakinan Bangsa Israel, hanya orang yang mempunyai Tabut tersebut yang bisa menjadi pimpinan bangsa Israel.

Thalut melawan raja kafir bernama Jalut. Dalam peperangan Thalut hampir kalah. Beruntung ada seorang pemuda yang sangat diberkati bernama Dawud menerobos pasukan Thalut. Ia masih sangat muda. Sekitar umur 17 tahun. Namun sudah bisa membuat senjata modern saat itu berupa jemparing yang terbuat dari besi. Di tangan Nabi Dawud juga, Raja Jalut terbunuh.

Kemenangan yang sangat spektakuler membuat Nabi Dawud semakin dicintai oleh rakyat. Lama kelamaan Raja Thalut iri. Sebab ketenarannya kalah oleh Nabi Dawud. Dari sini kemudian timbul perselisihan. Pasukan terbelah, ada pendukung Raja Thalut, sebagian mendukung nabi Dawud. Konflik semakin memuncak, maka peperangan dimenangkan oleh Nabi Dawud. Itulah politik.

Ketika Nabi Dawud menjadi Raja, masyarakat sangat makmur dan senantiasa taat dan tunduk kepada Allah SWT. Sehingga Palestina sering disebut sebagai “Tanah Yang Diberkati”. Betapa agungnya kemulyaan tersebut, selain karena turun Kitab Suci Zabur dan menjadi pedoman beribadah dan bermuamalah, juga digambarkan dalam Al-Qur’an suasana lingkungan yang sangat asri laksana surga. Bukan hanya manusia yang bertasbih kepada Allah, gunung-gunung dan burung-burung pun ikut bertasbih sebagaimana dijelaskan dalam Surat As-Shad ayat 18-22. Itulah gambaran kehidupan kaum yahudi pada era tersebut. sangat makmur.

Kerajaan Bani Israel tidak selama nya mencapai puncak kejayaan. Perkiraan tahun 586 SM, merupakan puncak kehancurannya. Palestina sudah dikuasi oleh nebukadnezar. Setelah itu Kerajaan-kerajaan lain bergantian menguasai palestina mulai dari Kerajaan Persia, Yunani dan romawi.

Pada era Raja Romawi, Allah mengutus seorang Nabi Isa yang lahir di kota Betlehem, Palestina. Ketika Romawi berkuasa, maka dibangun gereja sangat megah di Al-Quds Yerusalem. Tempat yang kemudian disebut Baitul Maqdis. Di dekat gereja itu juga, ada tempat ibadah orang yahudi dan diyakini sebagai pusat Kerajaan Nabi Sulaiman.

Dari sini, ada dua kekuatan agama besar: pertama Yahudi dan sudah hancur. Kemudian dilaknat oleh Allah sehingga hilang kerajaannya. Kaum nya berdiaspora ke berbagai belahan bumi dan masuk ke wilayah-wilayah dataran Eropa. Kedua, penguasa raja yang beragama nasrani yang kemudian menjadikan wilayah palestina menjadi pusat pemerintahan beragama Nasrani.

Pada tahun tahun 636 M, islam menguasai tanah palestina pada masa umar bin khatab. Sebelum islam datang, daerah tersebut merupakan daerah konflik. mirip-mirip seperti kisah yasrib pada masa nabi. Konlfik agama dan konflik suku. ketika umar berkuasa, terjadi keharmonisan umat beragama. Tiga agama besar, Islam, Kristen atau Nasrani dan yahudi hidup berdampingan. Tempat ibadah berdiri dengan megah.

Para penguasa setelah khulafaurasyidin pun palestina telah menjadi kota yang sangat penting. pada tahun 750 M dan berabad-abad setelah, menjadi pusat kota administrasi dan ilmu pengetahuan. Bahkan pada masa Dinasti Fatimiyah, Palestina merupakan kota semi-otonom yang bisa mengatur pemerintahan sendiri.

Kini kejayaan tersebut telah hancur. Kota laksana surga yang ditempatkan di dunia, berubah menjadi neraka kehidupan. Berita tentang Palestina, berarti berita tentang penderitaan dan kesedihan.

Sejak dulu, negara-negara bangsa atau nation state seperti Indonesia, Malaysia, Brunai Darusalam, Mesir dan Negara-Negara Islam lain terus berupaya terwujudnya negara Palestina yang merdeka dan terbebas dari cengkraman Yahudi.

Sebagai negara agama seperti Arab Saudi atau Brunei Darussalam terlihat sangat sulit. Masyarakat Palestina beragam agama: Islam, Yahudi dan Nasrani serta kelompok-kelompok sosialis. Islam beragam aliran ada Islam kiri, kanan dan tengah. begitu juga Yahudi dan Kristen terdapat beragam aliran di sana.

Tanah Palestina merupakan tanah yang diberkati oleh Tuhan. Kemerdekaan bisa terwujud jika semua masyarakat mencari keberkahan dengan bersatu. Jika tidak bisa berdasarkan agama, maka perlu ada pengikat persamaan prinsip yaitu berdasarkan kecintaan terhadap tanah air atau nasionalisme. Jika atas dasar agama, semua agama mempunyai argumentasi untuk menguasi nya berdasarkan agama masing-masing dan kenangan sejarah masa lalu. jelas sangat sulit mendapatkan titik temu kesepakatan. Tapi jika atas dasar cinta tanah air, maka peluang untuk menyatukan perbedaan lebih mudah terwujud.

Semoga Palestina sebagai “Tanah Yang Diberkati Tuhan” dari tiga agama besar segera terwujud dan bisa hidup damai, sederajat dengan bangsa-bangsa lain di dunia. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Krisis Energi dan Krisis Iman; Jalan Intropeksi Diri
05 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   92

Diplomasi “Pantat” ala Donald Trump
30 Maret 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   212

Masjid Al-Aqsha Semakin Jauh dari Umat Islam
23 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   205

Idul Fitri Rasa Bratawali
20 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   219

Membaca Kultivasi Negara Iran
11 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   237

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2872