
Ketika bercengkerama dengan siswa, saya jumpai seorang siswa yang sedang gegana (gelisah, galau, dan merana). Hal ini dikarenakan tidak lama lagi siswa tersebut akan meninggalkan sekolah atau akan berpisah dengan guru-guru yang sudah seperti orang tuanya sendiri. Nak, tegur saya; perpisahan itu sebuah kepastian, ada pertemuan ya lawannya ada perpisahan, mau idak mau, suka tidak suka perpisahan pasti akan terjadi nak.

Tanpa
kita sadari, hidup tak lepas dari perpisahan. Bahkan sejak kita lahir ke dunia ini,
perpisahan itu sudah kita alami saat kita keluar dari kandungan ibu, tempat
kita tinggal selama 9 bulan dan mnikmati kehangatannya. Karena itu, saat lahir
dan menghirup aroma dunia yang baru, kita pun menangis, seolah menangisi
perpisahan kita dengan kandungan ibu. Setelah itu, kita pun terus mengalami
berbagai pengalaman perpisahan.
Perpisahan
selalu diawali dengan sebuah pertemuan. Namun pertemuan dan perpisahan memiliki
perbedaan. Pertemuan itu hanya sementara. Tidak ada yang abadi dalam sebuah
pertemuan, karena sewaktu-waktu orang yang bertemu dengan kita akan diambil
dari kita lewat sebuah perpisahan. Inilah yang membuat perpisahan itu menjadi
sebuah kepastian. Ketika kita bertemu dengan seseorang, maka sudah merupakan
kepastian bahwa suatu saat kita akan berpisah denagn orang tersebut.
Pertemuan
selalu menyertakan bayang-bayang perpisahan
dan perasaan sedih dan takut akan sebuah perpisahan. Pertemuan merupakan
persiapan menuju perpisahan. Tetapi perpisahan selalu menyertakan bayang-bayang
harapan bahwa suatu saat kita akan betemu lagi dengan orang yang berpisah
dengan kita. Jadi, selama masih ada harapan, perpisahan seharusnya
dijadikan sebuah pembelajaran.
Begitu juga, perpisahan antara siswa dengan guru yang baru beberapa hari dilaksanakan di SMAN 2 Tebing Tinggi Barat yang begitu seksama, ada suka , ada duka, namun di balik itu semua merupakan hal yang harus dilewati karena selama 3 tahun anak menimba ilmu, sekarang tiba masanya untuk meninggalkan sekolah dan guru-guru tersayangnya, ini sebuah proses pembelajaran yang sangat berharga bagi yang meninggalkan dan juga yang di tinggalkan, dengan harapan tentunya siswa yang berpisah untuk dapat menimba ilmu ke jenjang berikutnya agar tercapai apa yang menjadi cita-cita, aamin.

Sebuah
cerita: seorang anak muda bertanya pada gurunya: “guru, ceritakan padaku
tentang perpisahan”. Mendengar pertanyaan itu, sang guru hanya bisa tersenyum.
Setelah duduk, meletakkan tongkatny dan menghela nafas, sang guru pun mulai
bercerita.
“Perpisahan adalah awal bagi yang baru. Seperti rajawali yang meninggalkan anak-anaknya, seperti ular yang membuang kulit luarnya saat musim panas, setiap hentakan perpisahan selalu melahirkan pencerahan yang akan terbekal dalam waktu selanjutnya. Tidak perlu dendam, tidak perlu benci, dan tidak perlu pembalasan. Seperti air yang selalu mengalir ke bawah, perpisahan adalah alami. Meninggalkan dan ditinggalkan selalu menjadi bagian hidup anak manusia. Sebab kelak setiap orang pasti akan meninggalkanmu atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka”

Perpisahan
pasti berbekas, setiap keratan dan sayatannya adalah hasil dari pisau-pisau
tajam kehidupan yang mengukir lembut setiap jengkal tubuhmu. Terima dan resapi
itu, karena kelak lewat perpisahan engkau akan menjumpai setiap helai hatimu
telah menjadi lebih indah dari sebelumnya, aamin.
Penulis : Mukhtarodin, S.Ag,M.Pd.I
Samsul Arifin
Mengharu biru membaca artikel ini, selamat jalan sampai beremu kembali
Ilmu Tawakal Hatim Al-Ashom; Rizqi Yang Tidak Tertukar
13 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   1139
Doaku, Doamu, dan Doa Harimau
12 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   712
Doa Kebaikan Untuk Orang Lain, Sebenarnya Untuk Diri Sendiri
11 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   890
Puasa, Idul Fitri dan Perubahan Pola Makan
06 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   861
Idul Fitri dan Misi Perdamaian
05 April 2025   Oleh : Vijianfaiz,PhD   978
Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      14208
Dalil Berdoa Untuk Mayit
Minggu , 11 Mei 2025      5540
Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      5209
IMPLEMENTASI HAK-HAK POLITIK KELOMPOK MINORITAS MENURUT ABDURRAHMAN WAHID
Rabu , 18 Januari 2023      4542
NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      4045