Avatar

Vijianfaiz,PhD

Penulis Kolom

321 ARTIKEL TELAH DITERBITKAN

" "

Pertarungan Pikiran Positif dan Negatif



Rabu , 14 Januari 2026



Telah dibaca :  323

Hari ini Jakarta hujan deras. Pelataran Bandara Internasional Soekaro Hatta basah oleh guyuran hujan. Teman ku,Muhadi sibuk mencari HP. Ternyata ketinggalan di mobil maxim. gelisah tingkat dewa. Mobil nya sudah hilang di tengah derasnya hujan. Saya mencoba menelpon nomornya. Berdering. Tapi tidak diangkat. Saya mencoba menelpon lagi. Sudah tidak aktif lagi.

Pikiran ku negatif pun muncul. “Jangan-jangan dimatikan oleh supir maxim”. Namun, pikiran ku kembali berkata lagi: “Apakah saya harus berfikir suudhon kepada supir maxim?”. Ada pertarungan dan tarik-menarik antara berprasangka baik dan buruk. Sedangkan teman ku Muhadi, terjadi pertarungan yang sangat hebat antara kemungkinan HP nya kembali atau hilang selamanya. Kami sama-sama gelisah pada wilayah masing-masing.

Hujan masih deras. HP pun belum juga aktif. Muhadi masih terus memandang jalan yang masih di guyur hujan. Tiba-tiba ada mobil putih meluncur. Muhadi spontan berkata kepada ku dengan cukup keras, “Itu mobil nya pak !”.

Saat Muhadi menuju mobil dan terkena guyuran hujan cukup deras, saya mengatakan dengan suara yang cukup keras, “Muhadi, tolong pak supir kasih duit !”. Ia pun memberikan selembar duit kertas bewarna merah. Siapapun berbuat baik, maka akan mendapatkan balasan kebaikan dengan wajah yang berbeda-beda.

Muhadi senang luarbiasa. hp baginya-dan mungkin kita semua-seperti istri kedua. Kelimpungan tidak karuan. Kehilangan HP terasa sangat sedih. sebab HP di era modern bukan hanya sebatas alat komunikasi, tapi juga ada beragam data penting yang berkaitan dengan data diri atau pekerjaan diri. Kehilangan HP berarti bisa kehilangan beragam data penting. Apalagi era sekarang, dengan kemajuan teknologi sering disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab membobol data-data penting di HP.

“Dimanapun selalu ada orang baik, termasuk di Jakarta. Orang baik biasanya akan dipertemukan dengan orang baik. Mungkin suatu saat akan ditemukan orang yang tidak baik. Tujuannya sebenarnya agar kita semakin meningkatkan kualitas kebaikan diri dalam berbagai bentuk, termasuk dalam pola pikir kita” kalimat ini yang saya sampaikan kepada muhadi beberapa hari lalu saat sama-sama berangkat ke Jakarta dan sama-sama saat naik travel.

Dalam berbagai kasus, ketika kita kehilangan sesuatu barang berharga di kendaraan sering tidak kembali. Hilang begitu saja. Presepsi ini masih ada dalam benak sebagian masyarakat Indonesia, termasuk diriku sendiri.

Saya ingin merubah pikiran menolak tradisi berfikir negatif pada setiap kejadian dalam pikiran ku. tapi sering gagal. Saya terus mencoba untuk selalu belajar berfikir positif dari setiap kejadian. Pada moment tertentu kadang berhasil, tapi pada momen lainnya kadang butuh lagi penguatan-penguatan pikiran tentang pentingnya melihat sesuatu sebagai bagian dari rencana tuhan yang terbaik. Dari sini sebenarnya makna berfikir positif yang sebenarnya. Itu menurutku dari sudut pemahaman pengetahuan ku yang sangat dangkal.

Saya ingat suatu sabda Nabi Muhammad SAW, “Saya tergantung prasangka hamba-Ku”. Kanjeng Nabi mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berprasangka baik kepada Allah SWT. Jika kita melihat setiap kejadian pada tataran karya Tuhan atau rencana Tuhan, maka kita akan menemukan bahwa “Tidak ada yang batil pada desain-Nya”.

Berprasangka baik kepada tuhan memantul kepada hamba-hamba-nya. ketika tuhan dalam pikiran dan hati kita ditempatkan sebagai desainer kehidupan terbaik, maka pada diri kita sebenarnya sudah tidak bisa lagi menerima prasangka-prasangka buruk kepada sesama manusia.

Tentu saja pada persoalan tersebut tidak melepaskan diri kita untuk melakukan suatu kajian-kajian kebenaran dari suatu masalah. Husnudhon terhadap suatu peristiwa tidak meninggalkan sikap kritis dan tradisi analisis dengan data-data ilmiah. Sebab hal tersebut bukan wilayah suudzon.

Seperti kejadian tersebut di atas, ketika ada data-data valid bahwa HP tertinggal di mobil dan yang ada di mobil hanya seorang supir, maka kita berasumsi bahwa yang mengambil adalah sang supir. Pikiran ini adalah bagian dari data. Mau tidak mau ketika asumsi ini terjadi, dan HP tidak kembali, akal pikiran kita mengatakan suatu kebenaran sementara bahwa sang supir yang mengambilnya.

Kenapa ini dianggap sebagai kebenaran sementara. Sebab bisa jadi sang supir sengaja mematikan agar konsentrasi menyupir dan sekuat tenaga mengembalikan kepada sang pemilik. Ketika ini terjadi, maka kebenaran sementara tadi akan terbukti dengan kebenaran kedua yaitu kebenaran yang nyata atau hakiki.

Jika toh benar tidak kembali, maka bisa jadi kebenaran sementara tadi adalah kebenaran sejati. Meskipun demikian, dalam wilayah seperti ini juga kita tidak boleh melepaskan makna husnudhan -berprasangka baik- kepada nya dan kepada diri kita. salah satunya yang sederhana adalah menilai diri kita. Jangan-jangan semua kejadian yang terjadi saat ini adalah bagian dari peringatan Tuhan akibat dari perbuatan masa lalu. Disini sebenarnya setiap kejadian menjadi bermakna saat pikiran kita bisa mengambil sisi-sisi kebaikan dari setiap kejadian.

Dari sini sebenarnya rahasia berprasangka baik atau berfikir positif pada setiap kejadian menjadi sangat penting. Bahwa ada berbagai persoalan yang terjadi dan secara dhohir tidak baik atau merugikan kita, namun dalam perjalanan waktu kita baru mengetahui jawabannya bahwa kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan pada masa-masa dulu ada rahasia terbaik untuk masa depan kita. 



Penulis : Vijianfaiz,PhD


Bagikan Ke :

Tulis Komentar


   Berita Terkait

Efisiensi Nafsu
15 April 2026   Oleh : Vijianfaiz,PhD   110

Kejamnya Ibu Tiri Tidak Sekejam Idul Fitri ?
26 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   146

Amalan Di Ujung Ramadhan
18 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   214

Puasa Padi dan Pakis
15 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   291

Kisah Pemberi Takjil Menjadi Ahli Surga
09 Maret 2026   Oleh : Imam Ghozali   126

   Berita Popular

Mengintegrasikan Iman, Islam dan Ihsan dalam Kehidupan Sehari-Hari
Minggu , 17 September 2023      13553


Pentingnya Manusia Ber-Tuhan
Minggu , 03 September 2023      4546


NU Dan Sejarah Komite Hijaz Yang Terlupakan
Rabu , 24 Juni 2020      2870